
"Samakan saja oderan saya dengannya "ujar Rayhan kepada waiter tersebut.Mereka mengoder Tenderloin steak dan Caffelatte dingin.
Natasha memandangnya,"Kamu serius?"
"Iya "jawab Rayhan sambil tersenyum.
Sial senyuman itu membuat Natasha meleleh.
Natasha masih terperangah sampai sekian lama.Tetapi tidak hanya itu,jantungnya berdebar kencang.
Apa ini kenapa perasaan nya seperti ini?Apakah Rayhan membuat dirinya jatuh hati?
Apakah dia mulai luluh ?
Tidak lama kemudian orderan mereka datang.Aroma daging steak Tenderloin yang dimasak dengan kematangan yang welldone meruak masuk ke dalam penciumannya.Tampilannya yang menggoda membuat perut menjadi lapar.
"Selamat menikmati tuan dan nona!"kata waiter tersebut kemudian pergi.Natasha dan Rayhan mengangguk lalu mereka siap memotong daging steak tersebut.
"Hmmm...tidak salah dagingnya memang enak sekali,apalagi BBQ sauce menambah nikmat"puji Rayhan dan disambut anggukan Natasha."Sepertinya kamu sudah terbiasa datang kesini?"
"Iya,aku sering datang kesini dan terkadang hanya ingin menikmati Caffelattenya"
"Tempat yang bagus lain kali aku akan datang lagi kesini"ujarnya kemudian tersenyum,merekapun menikmati hidangannya.
"Terimakasih sudah menolongku"kata Natasha sambil memotong steak dan memasukan ke dalam mulut.Rayhan menghentikan makannya sesaat kemudian menatap Natasha.
Natasha merasa salting ditatap olehnya mungkin pipinya terlihat merona.
"Tidak perlu berterima kasih Natasha,seharusnya aku yang minta maaf sama kamu sudah menyusahkan kamu membuat masalah."Menghela nafas menatap Natasha dalam-dalam."Gara-gara masalah ku dengan Agni,kamu jadi di kejar-kejar wartawan dan di gosipkan tidak baik."
Natasha tersenyum kalau dia tidak masalah."Semoga masalah kamu dengan Agni cepat selesai"
"Ya..semoga saja.Aku sangat berharap."ujar Rayhan.
***
Malam hari dengan wajah lelah Natasha turun dari mobil pulang kerja.Hari yang sangat melelahkan,tetapi hatinya cukup senang.Atas pertolongan Rayhan,dia terbebas dari serbuan wartawan dan juga dia makan siang bersamanya.
Ya,meskipun awalnya Pak Herman atasnya menyuruh Natasha untuk menghubungi Rio.Dia juga tidak tahu apa yang akan terjadi kalau dia benar-benar menghubunginya.Mungkin..!Natasha akan terjebak dengan dirinya.
Lelaki yang menyebalkan bagi Natasha sifatnya yang arogan dan pemaksa.Selalu membuat Natasha jantungan karena dia melakukan hal-hal yang diluar dugaan.
__ADS_1
Tetapi sekarang dia bernafas lega meskipun kerjaan hari ini menumpuk cukup menguras tenaga.
"Sungguh melelahkan!"ujar Natasha dia rebahan di atas ranjang sambil menatap langit-langit.Sejenak dia teringat dengan tante Stella.
"Bagaimana kabarnya ya?"gumannya."Tidak sabar ingin lihat debay".
Ting...!Suara hp berbunyi,ada pesan masuk.Natasha meraih hpnya kemudian mengerutkan dahinya ketika melihat layar hp tersebut nama Rio tertera.
"Ada apa ya?Kenapa dia kirim pesan?"
Buka pintunya
Natasha terkejut langsung terbangun dari ranjangnya lalu duduk.Dia menengok ke kanan dan ke kiri,dia takut kalau Rio ada di kamarnya.
Ting..!pesan masuk lagi.
Apa kamu tidak akan membukanya!
"Dasar Rio!"kesal Natasha.
"Ayolah..Natasha aku tahu kamu ada di dalam!"teriak Rio .Ternyata dia berada di balkon kamarnya.
"Mau apa kamu?"tanya Natasha sedikit takut.
"Kamu boleh bicara dari luar"ujar Natasha tidak mungkin kan dia keluar menemui Rio dalam keadaan dia baru pulang kerja dan belum mandi.
Rio menghela nafas"Tidak bisa Natasha!"kali ini suara Rio terdengar berat dan terdengar marah.Dia terus mengetuk pintu kamar balkon dan sekarng kerukannya semakin keras.
Natasha memutar matanya merasa kesal dan marah kepada Rio.Tidak bisakah Rio tidak membuat dirinya kesal.
Dia menghela nafas.Ada baiknya kalau dia mengalah dan menemui Rio.Tetapi.....Ah entahlah!
Pada akhirnya dia melangkah ke pintu balkon dan membukakan pintunya.Berdirilah Rio disana dengan wajah kesal.Dia langsung mendorong Natasha ke dinding mempojokan dirinya.
"Kenapa kamu tidak menghubungi?"kata itu yang keluar dari mulut seksinya.Natasha memandang Rio lelaki yang berdiri didepan yang wajahnya hanya jarak beberapa cm dari dirinya.Terlihat wajah cemasnya.
"Apa kamu mencemaskan ku?"tanya Natasha bercanda.
"Bagaiaman tidak?!Aku sangat mencemaskan kamu!"Natasha terkejut mendengar jawaban Rio.
"Tidak perlu mencemaskan aku bukan hal yang besar"ujar Natasha mencoba melepaskan diri dari Rio."Wartawan sudah tidak mengejarku..."
__ADS_1
"Apa Rayhan yang menolongmu??"sela Rio dia menarik tangan Natasha.
"Iya.."
"Natasha aku kekasihmu!"kata Rio sedikit menekan kata kekasih.Natasha membulatkan matanya merasa kesal.
"Apa kamu gila!Aku bukan kekasihmu kita hanya bohongan."
"Tidak!"teriak Rio."Sampai kapanpun kamu adalah kekasihku."kata Rio kemudian dia mencium Natasha.Mencoba memaksa masuk ke dalam mulutnya ******* keras kemudian menjadi ******* lembut.
Natasha shock.Matanya membulat tubuhnya tegang seakan dia tersengat listrik tegangan tinggi.
Rio melepas ciumannya kemudian pergi meninggalkan Natasha yang masih terperangah disana.Nyawanya masih belum kembali.
Tubuhnya mulai lemah dia tersadar didinding sambil tanganya memegang bibirnya.******* tadi terasa sangat nyata.
"Dasar Rio!!"
***
Disisi lain Rio tidak percaya kalau dirinya akan semarah itu ketika mendengar nama lelaki lain yang menolong Natasha.Apakah dia benar-benar telah jatuh cinta dengan Natasha?.Bukankah selama ini dia hanya mencintai Fiona?.
Tetapi kenapa..??Disetiap bersama Natasha ia merasa seakan bersama Fiona.Apa karena wajah dan kebiasaan nya?Atau mungkin dia sudah melupakan Fiona?.
Rio merasa gunda.Dia bimbang dengan apa yang sudah terjadi dengan dirinya?Dia tidak menyangka kalau akan mencium Natasha sebagai tanda kepemilikan.
"Gila!"umpatnya di dalam kamar."Benar-benar gila.Pastinya Natasha sangat terkejut"dia mondar-mandir keluar balkon kamar sambil menatap balkon apartemen Natasha.
Lampu kamarnya masih menyala,dia belum tidur.Rio masih memandangnya dan tidak lama kemudian lampu kamar Natasha mati.
"Sudah tidur"gumannya terdengar sedih.Rio berjalan masuk ke dalam kamar mencoba tidur.Tetapi anehnya dia tidak dapat tidur.
Masih terbayang ciuman tadi.Wajah Natasha yang menggemaskan membuat dirinya tidak dapat mengontrol.Wajah cantik tersebut membuat setiap lelaki akan jatuh hati.
Hembusan nafasnya,aroma keringat yang tercampur parfum membuat Rio menelan ludah.Meskipun Natasha belum mandi selepas pulang kerja tetapi aroma tubuhnya membuat Rio tergoda.
Hatinya benar-benar telah terpengaruh oleh Natasha.Wanita itu terus membuat dirinya tidak bisa berhenti memikirkan.Dia selalu ada dalam bayangannya.Membuat dirinya terus merindukan.
Rio mencoba memejamkan matanya tetapi sejenak dia memejamkan mata ketika itu dia mendengar suara.
Dia berguman"Siapa yang berani datang ke apartemen saya?"
__ADS_1
Rio beranjak dari ranjang,dia melangkah dengan pelan-pelan memutar gagang pintu kamar mencoba keluar mencari sumber suara tersebut.Dia mencoba mencari sakelar untuk menyalakan lampu ketika lampu itu menyala betapa terkejutnya siapa yang datang.