
Disepanjang koridor sekolah semua siswa menatap Fiona dan Diana dengan tatapan tidak suka.Khususnya pagi siswa gadis mereka merasa kesal dengan Fiona atas kejadian kemarin yang menghebohkan sekolah.Ditambah lagi para fans Cakka yang menatap dengan aura membunuh seakan menjadi pesaing berat.Padahal dalam hati Fiona tidak sedikitpun tertarik dengan Cakka.
Namun apa boleh buat,Fiona hanya bisa menerima cemoohan para siswa perempuan.Dan kadang Fiona merasa geram mendengar kata-kata kasar tentang dirinya.Ingin rasanya menghajar mereka,namun Fiona sadar.Dia tidak mau masalahnya akan semakin besar.
"Bukannya itu Fiona si gadis ****** itu?"kata seorang gadis yang rambut ikal ketemannya sambil menunjuk ke Fiona
"Ehh iya itu... Sialan kan tu Fiona mentang mentang cantik semua anggota Afour digodanya."
"Iya murahan banget jadi orang"timpal temannya yang rambut lurus,sambil menatap Fiona tidak suka.
Diana yang geram mendengar kata-kata mereka lalu menghampiri.
"Kalau punya mulut jangan asal bicara!pagi-pagi sudah ngomongin orang dibelakang...!!!"Diana benar-benar kesal dia pun membentak mereka sambil menatapnya tajam.Membuat mereka pergi sambil berguman.
"Makasih ya "ucap Fiona sambil tersenyum
Diana mengangguk sambil merangkul Fiona.Memberi semangat agar Fiona tidak terpancing dengan omongan mereka.
Fiona juga merasa kawatir jika orang tuanya tahu pasti mereka akan menyuruh dirinya pulang.Dia tidak ingin pulang ke Australia dulu karena sebentar lagi akan ada ujian kelulusan sekolah.
Saat Fiona dan Diana menuju koridor depan kelas 12-B.ia Melihat Angel dengan temannya sedang bergurau bersama.Fiona pun menatap tajam ke Angel.Angel yang merasa ditatap olehnya dia membalas tatapan tersebut.Sedangkan Agni dan Silla saling memandang lalu berkata.
"Wow ada gadis yang suka cari perhatian disini?"teriak Agni mencemooh.
Fiona merasa kesal mendengarnya iapun menghampiri mereka.Diana menahan tangan Fiona sambil mengelengkan kepala memberi isyarat jangan terpancing.Namun Fiona melepaskan tangan Diana dan tersenyum tenang saja.
Agni merasa gugup melihat Fiona melangkah maju menghampiri sambil tersenyum.Namun senyuman itu bukan senyuman lembut melainkan senyuman yang mengerikan.
"Kenapa ..?"tanya Fiona lembut sambil memperhatikan Agni yang sedang gugup.
"Kelihatanya kamu gemetar apa aku begitu menakutkan?"tanyanya sambil menatap tajam.Lalu beralih ke arah Angel yang berdiri disamping Agni dengan tenang.
__ADS_1
Sejujurya Agni lumayan takut..dia teringat kejadian yang lalu saat dirinya mencoba menghajar Fiona namun malah sebaliknya malah dirinya yang dihajar habis-habisan.
"Aku ingin bicara sama kamu,temui aku dihalaman belakang sekolah sepulang sekolah."sambil menunjuk Angel.
Angel mendesah kesal"Kamu fikir aku mau menemui kamu"
"Terserah.."jawab Fiona mengangkat bahu lalu berbalik badan dan pergi sekelas diikuti Diana.Diana tersenyum melihat muka masam Angel.
"Sialan tu orang "umpatnya sambil mengepal tangan
"Kenapa kemarin tidak mati saja dikolam?"ujar Agni lumayan keras.
"Sayangnya keinginan kamu belum terwujud."Fiona yang belum jauh dari mereka masih mendengar umpatan tersebut.Membuat Agni menutup mulut.sedangkan Silla dan Lina hanya terdiam saling memandang.mereka berdua hanya berguman dalam hati.Fiona bukan gadis biasa .
Dari kejauhan Afour memperhatikan mereka .Cakka tersenyum melihat sikap Fiona yang tangguh tidak seperti gadis biasanya jika mendengar cemoohan dan bullyan Agni akan menangis mungkin juga akan langsung pindah sekolah.Namun sepertinya mereka salah mencari target.
"Semakin menarik aku suka dengan gadis seperti Fiona"
"Apa ?"Cakka yang bingung dengan tatapan mereka.seakan memberi syarat jangan ganggu gadisku.mereka pun pergi meninggalkan Cakka yang masih bengong.Salah apa aku?
"Jangan bilang mereka juga tertarik dengan Fiona."
Sepulang sekolah Fiona duduk dihalaman belakang sekolah ia menunggu Angel.Fiona tidak begitu berharap kalau Angel akan datang menemuinya namun siapa sangka Angel datang tepat waktu.
"Ada hal apa kamu menyuruh ku kesini?cepat katakan jangan membuang waktuku dengan hal yang tidak berguna!"angkuhnya membuat Fiona mendesah.
"Aku mau tanya disaat aku kejebur kekolam renang, Apakah kamu ada dilokasih kejadian kan?"
Angel hanya menatap Fiona dengan gugup.Dia mencoba membela"Dari mana kamu tahu kalau aku ada disana jangan menuduhku sembarangan !"
"Karena aku yakin dengan apa yang aku lihat sebelum aku terjebur,aku melihat wajah kamu"
__ADS_1
Mendengar pernyataan Fiona wajah Angel menjadi pucat.Ada sebuah ketakutan disana.Namun Angel tersenyum sinis menutupi kekawatiran itu.
"Sayang sekali kamu tidak memiliki bukti"
"Jika aku memiliki bukti tersebut apa kamu akan meminta maaf dan bertanggung jawab dengan apa yang telah kamu lakukan???"
"Jangan MIMPI!!! kalau aku akan minta maaf sama kamu"Angel menekan kata-katanya.Tidak ada kata untuk meminta maaf baginya.Jika sampai dia melakukan sama saja telah hilang martabatnya.
Maklum Angel gadis yang angkuh namun sayang orang orang melihat Angel gadis yang cantik,pintar dan lembut.
"Tapi aku akan membuat kamu minta maaf dan menemukan bukti itu"
"Silakan saja "ujar Angel lalu pergi meninggalkan Fiona.Diapun berguman dalam hati mau cari dimana bukti itu sudah aku hapus.
Fiona berjalan keluar saat dijalan ada seseorang yang menarik tangannya dengan keras .Saat dilihat ternyata Rayhan.Fiona terkejut melihat Rayhan sambil memegang tangannya yang sakit bekas cengkraman Rayhan.
Rayhan melihat tangan Fiona merah bekas tangannya .Dia merasa bersalah telah keterlaluan.Tetapi sayang dia tidak meminta maaf malah membentaknya.
"Kenapa kamu selalu membuat masalah?"Fiona yang mendengar bentakkan Rayhan merasa kesal.
"Apa si Ray kamu setiap melihat aku selalu emosi?"Fiona merasa bingung dengan sikap Rayhan yang berubah.
"Bisa tidak kamu itu tidak membuat masalah dengan Angel?"sebenarnya Rayhan kawatir dengan Fiona tetapi Fiona salah kaprah.
Angel lagi apa Rayhan marah karena aku tadi berbicara dengan Angel.Dan dia fikir aku yang membuat masalah?Fiona menggeleng kepala tidak percaya ternyata Rayhan begitu kawatirnya ke Angel.Padahal aku disini yang menjadi korban.
"Maaf Ray jika kamu ingin bertemu dengan ku hanya ingin membicarakan Angel lebih baik aku pergi.Yang jelas aku tidak pernah mencari masalah dengan Angel" ujarnya sambil berjalan pergi namun Rayhan menahannya.Dia menarik tangan Fiona lalu ditatapnya gadis itu.Kenapa kamu tidak mengerti kekawatiran aku Fiona ?Rayhan hanyut dalam fikiran sendiri.
"Dan aku minta sama kamu Fiona jangan terlalu dekat dengan Cakka dan Rio"
Fiona hanya memandangnya bingung maksudnya apa?
__ADS_1
"Karena itu akan terlihat seperti gadis murahan"mendengar kata-kata tersebut dari mulut Rayhan,Fiona merasa kecewa.Rasa sakit itu muncul kembali tidak bisakah Rayhan tidak menyakitinya lagi.