HER SECRET LIFE

HER SECRET LIFE
Got Boyfriend


__ADS_3

Sekarang Diana berkoar-koar membaca Majalah.Dalam hati dia bertanya mungkin matanya salah atau memang tulisan itu ada disana sambil memiringkan majalah dan membaca berkali-kali.


"Rio Prasetyo mengakui Natasha sebagai kekasih."sambil matanya memandang Rio meminta penjelasan."Kamu serius Rio..?"tanyanya dengan nada tidak percaya dan Rio hanya mengangkat bahu sembari duduk di kursi tempat kerjanya.


"Mana?"timpal Kevin yang juga penasaran."W aw..hebat kamu?Tidak menyangka kalau kamu bakalan beneran jatuh cinta dengannya?"ujarnya sambil matanya memandang Rio santai.


"Tapi tunggu bukannya kamu baru mengenal Natasha?Kenapa disini tertulis kalau kalian sudah berhubungan selama 3 bulan?"cerca Diana masih ragu.


"Itu hanya kamuflase saja bukan yang sebenarnya"


"Hah!Apa kamu gila?Membuat rumor ke media seperti ini.Apa kamu tidak tahu apa yang akan terjadi terhadap kalian jika media tahu kalau kalian berbohong?"ujar Kevin menatap temannya itu sekaligus juga boss nya.


"Asal kalian tidak membocorkan ke media.Pastinya akan baik-baik saja."


"Tapi menurut aku kasian Natasha.Apa dia yang minta kamu untuk menjadi kekasih palsunya ?Karena gosip tentang dia dengan Rayhan."tanya Diana.


"Tidak..aku sendiri yang melakukannya".Diana dan Kevin menggeleng kepala."Haduh ..memang kamu bener-bener "


"Apa kalian datang ke kantor ku hanya ingin bertanya tentang ini?"


"Eeh...iya hampir lupa.Aku dan Kevin datang ke sini ingin membahas tentang liburan di akhir bulan."


"Liburan?"tanya Rio sambil menyipitkan mata.Diana mengangguk.Rio memandang Kevin.


"Kevin sudah setuju liburan dengan ku.Jadi bagaimana?"tanyanya lagi.


"Oke ..tidak masalah tetapi aku yang menentukan kalian liburan dimana?"


"Lho kok gitu?"kata Diana kecewa.


"Kamu mau jadi liburan apa tidak?"


"Mau.."


"Kalau mau,kamu harus setuju aku yang menentukan destinasi kalian buat liburan."

__ADS_1


"Sudahlah Diana tidak apa biar Rio yang menentukan."bujuk Kevin.


"Ya..sudahlah"dengan wajah kecewa.


Padahal dia ingin pergi ke Whitehaven beach yang jarak 7 km di sepanjang Pulau Whitsunday,Australia.Pulau ini dapat di akses dengan perahu,pesawat amfibi&helikopter dari Pantai Airlie serta Pulau Hamilton.Sebagai bagian dari laut wisata arung jeram.Pantai indah dengan pasir yang sangat halus.Pantai ini terkenal dengan pasir silika kristal putih dan air berwarna pirus dan juga memiliki fasilitas barbekyu wisata dan berkemah.Jadi cocok untuk liburan keluarga atau pasangan juga.


Tetapi sepertinya keiinginannya itu gagal.Mereka keluar dari ruang kerja Rio,terutama Diana dia merasa kecewa sambil menatap Rio menghakimi.Sedangkan Rio hanya memiringkan kepalanya menyuruh mereka tidak lupa menutup pintu.


Natasha terkejut ketika mobilnya sampai didepan kantor.Terdapat banyak anak remaja sambil membawa poster bentuk protes.Sepertinya mereka pengemar Agni,Natasha mengerutkan dahinya "Anton..apa-apaan ini ?Kenapa banyak sekali anak remaja disini sambil membawa poster ?"


"Sepertinya mereka sedang demo"


"Demo soal apa?"tanyanya lagi tetapi Anton supir Natasha mengangkat bahu tidak tahu.


Natasha hanya menghela napas kemudian turun dari mobil.Dan seketika para anak remaja melihat Natasha,mereka berlari menghampiri sambil berteriak memanggilnya.


"Heii...Natasha wanita ******!"teriak mereka,Natasha membalik badan memandang mereka yang akan menyerbu membuat Natasha takut kebingungan dan sialnya Anton sudah pergi,dia tidak bisa masuk ke mobil lagi.


"Apa yang harus aku lakukan?Mengapa mereka menyerbuku?"guman Natasha dengan wajah cemas.Tetapi seketika itu ada tangan kekar menarikanya ke pelukan.Menghalangi mereka tidak menarik Natasha,aura gelap memancar membuat para remaja itu berhenti hanya menatapnya.Tetapi ada salah satu dari mereka melempar batu mengenai pelipis Rio.


"Jangan bergerak tetap diam"suruh Rio.Aroma Musk tercium oleh indra penciuman Natasha.Detek jantung Rio terdengar oleh teligah Natasha.Dia merasa hangat dalam pelukan Rio ada kedamaian disana.Lelaki yang membuat nya kesal sedang melindungi.Tidak lama kemudian para security datang membubarkan mereka dan Rio menyuruh security mencari orang yang melempar batu.


Setelah mereka pergi Rio melepaskan pelukan.Natasha terkejut melihat pelipis Rio keluar darah segar.


"Ya ampun pelipis kamu berdarah.."ujarnya dengan nada cemas sambil tangan nya mencoba memegang pelipis Rio.Tetapi Rio memegang tangan Natasha.


"Bukan apa-apa hanya luka ringan"


"Tidak !kamu harus ikut aku,aku obati takutnya nanti infeksi"sambil menarik tangan Rio kemudian mereka masuk lift menuju keruang kerja Natasha.


"Duduk.."kata Natasha menyuruh Rio duduk di sofa.Kemudian dia berjalan mencari kotak P3K mengambil obat untuk menseterilkan,betadin dan juga hansaplas.


Natasha duduk disamping Rio meneteskan obat seteril itu ke kapas kemudian membersihkan luka Rio.


"Ouch..pelan-pelan"

__ADS_1


"Terimakasih.."ucap Natasha lirih.


"Apa aku tidak dengar?"kata Rio sambil memandangi Natasha dengan intens.


"Terimakasih.."ucapnya lagi sedikit keras.Rio tersenyum mendengarnya."Kenapa bisa kamu ada disini?"tanyanya sambil meneteskan betadin.


"Karena aku rindu denganmu"goda Rio membuat pipi Natasha merona lalu menekan keras hansaplas ke pelipis Rio,membuatnya merintih.


"Ha..ha..jangan marah seperti itu,aku datang kemari karena ada meeting dengan atasan kamu."


"Owh..Maaf sudah membuat kamu terluka dan terlambat meeting."kembali berdiri meletakkan kembali kotak P3Knya di tempatnya.Rio mengikuti dari belakang.


"Aku akan memaafkan kamu jika kamu mau jadi kekasihku"bisik Rio tepat di telinga Natasha membuat dia menggeliat merinding.Kemudian membalikan badan menatap wajah Rio yang hanya beberapa cm darinya.Jantung Natasha kembali berdebaran,terlihat jelas wajah Rio yang tampan.Dan Rio terus memandangi Natasha menunggu jawaban darinya.Mata mereka saling bertemu,saling memandang dengan tatapan intens.


Pipi Natasha merona merasa malu dengan Rio ditatap sedekat itu,dia mencoba mengalihkan pandangan tetapi tangan Rio memegang wajah Natasha agar tidak mengalihkan pandangan.Dan tiba-tiba ada suara ketukan pintu,Natasha langsung mendorong Rio kemudian merapihkan diri.


"Masuk.."


"Maaf Bu ...ada panggilan buat ibu"


"Owh...kamu sambungkan langsung kesini"


"Iya bu.."sambil menutup pintu kembali.Terdengar deringan telepon masuk Natasha mengangkatnya.


"Halo.."jawab Natasha,Rio berdiri di samping Natasha sambil memperhatikan.Sesekali tangannya membelai rambut Natasha yang terurai.Mata Natasha membulat,menatap Rio tajam.Bisa-singkirkan-tangan-mu-dari-ku.Tetapi Rio hanya mengangkat alisnya.


"Oke Pak saya akan segera datang kesana?"kata Natasha kemudian menutup ganggang telepon tersebut.


"Siapa?"tanya Rio ingin tahu.


"Polisi..katanya mereka sudah menangkap orang yang melemparkan batu"


"Aku ikut."Natasha mengernyitkan dahinya.


"Aku sudah bilang sama Pak Herman meetingnya ditunda setelah makan siang"jelas Rio sambil jalan kedepan mendahului Natasha.Natasha hanya memainkan matanya kemudian mereka jalan bersama.

__ADS_1


__ADS_2