
Angin semilir dipakai hari menempuh masuk ke dalam kamar dari jendela balkon.Fiona berjalan kearah balkon kamarnya lalu membuka pintu kaca dan keluar.Dia berdiri dipagar putih setinggi pinggangnya.Mencoba menghirup udara segar dipagi itu.Masih terlalu dini,cahaya lampu kotapun belum juga padam.Meskipun langit sudah mulai terlihat cerah.Fiona melirik jam beker yang terletak dimeja kecil disamping ranjangya.
"Jam 5:30 patas langit masih sedikit gelap"gumannya sambil mengedarkan pandangan nya kebawah.
Fiona menghela nafas panjang seakan dia lelah.Setelah dua hari dia berdiam diri di rumah untuk menenangkan diri,meskipun kejadian tersebut terkadang masih hadir dalam mimpinya.Tetapi Fiona mencoba untuk melupakan kejadian tersebut dan mencoba untuk melawan rasa takutnya.Ya...setidaknya tidak membuat dirinya berteriak di setiap malam.
Apalagi juga tante Stella juga selalu menjaga dirinya ketika,dia sedang ketakutan.Fiona berfikir mungkinkah jika itu perbuatan hantu ataukah orang-orang yang iseng terhadap dirinya.Atau mungkin juga hanya halusinasi dirinya.Entahlah....Fiona enggan untuk memikirkan.
Sudah setengah jam Fiona berdiri dibalcon kamarnya sambil menikmati angin segar pagi itu.Dan mentari mulai menampakan diri dengan malu-malu.Tiba-tiba Fiona mencium aroma yang membuat perutnya berbunyi.Aroma yang menggugah selerah.
Fiona pergi berjalan ke kamar mandi,mencuci muka dan gosok gigi.Dia bercermin dan melihat pantulan dirinya di cermin sambil tersenyum malu menatap dirinya yang masih acak-acakan dan terlihat wajah kumalnya.
Setelah selesai membersihkan diri lalu Fiona pergi ke meja makan dilihatnya disana ada nasi goreng seafood makanan kesukaanya.
"Pagi Fiona"sapa seorang wanita cantik yang masih memakai epron sedang menuangkan susu segar.
"Pagi tante ...wow menu sarapan kali ini nasi goreng"ujarnya senang.
"Makanlah....bagaimana keadaanmu sekarang?"tante Stella bertanya sambil melepas epronya lalu menarik kursi duduk di depan Fiona.
"Lumayan membaik tante...sekarang Fiona sudah mulai tenang tidak takut lagi."ujarnya sambil memasukan nasi goreng kedalam mulut.
"Syukurlah kalau begitu.Oh ya nanti tante mau pergi kekantor.Kamu hati-hati dirumah kalau ada apa-apa telepon tante"
__ADS_1
"Iya tante...tapi nanti sore Fiona mau keluar tante menemui Rio.Aku ingin mengucapkan terima kasih"
"Oke..sama siapa ?"tanyanya sambil menyudahi makan.
"Sendiri tante".tante Stella sedikit cemas dia memandang Fiona khawatir.Fiona yang mengerti kecemasan tantenya lalu dia berkata.
"Jangan khawatir tante..Fiona tidak apa-apa kan nanti bisa pesen taxi."meyakinkan tantenya.Tantenya tersenyum lega meskipun dia msih khawatir tetapi tidak apalah.
"Kalau ada apa-apa langsung kabarin tante ok"ujarnya lalu pergi mengambil tas kantornya.
"Tante berangkat dulu.Baik-baik kamu dirumah jangan lupa telepon tante kalau ada apa-apa"ujarnya lalu berlalu pergi.
Fiona mengangguk dan memberitahukan untuk jangan terlalu khawatir.Setelah selesai makan Fiona memberesakan meja tersebut dan mencuci piringnya.
Mungkin kepergian ini akan membuat rasa sakitnya hilang sedikit demi sedikit.Dia berharap untuk melupakan kenangan pahit disini.Beberapa jam kemudian Fiona bersiap-siap diri untuk menemui Rio.
Coffe and Vanilla,Fiona berdiri didepan cafe tersebut sambil memandang suasana cafe.Terlihat lumayan ramai,dia mencari seseorang sebelum masuk kedalam Cafe tersebut.setelah orang yang dia cari ketemu.Fiona langsung masuk kedalam.Klinting suara bel pintu terbuka.
Aroma yang khas yaitu coffe tercium di indra penciumannya.Aroma yang menenangkan.Sudah cukup lama Fiona tidak datang ke cafe ini.
"Hai "sapa Rio saat melihat Fiona masuk.
"Mau pesan apa?"tanyanya Fiona membaca daftar menu yang tertulis dipapan belakang atas tersebut.
__ADS_1
"Caffe latte"ujarnya setelah menemukan minuman yang cocok untuk dirinya.
Setelah memesan pesanan Fiona duduk dipojokan sambil menatap jendela kaca yang tembus pandang keluar.
"Bagaiman kabar kamu?"Rio bertanya sambil membawa pesanan Fio dan lalu duduk didepannya.
"Baik..makasih kamu sudah menolongku dan membawaku kerumah."
"Iya sama-sama.Sebenernya apa yang terjadi?"tanya Rio sambil menatap mata Fiona minta penjelasan.
"Entahlah aku juga tida tahu"
"Tapi..aku minta kamu jangan memintaku untuk menceritakan kejadian itu.aku tidak ingin mengingatnya"
"Tidak apa jika kamu tidak ingin menceritakan kepadaku.Tetapi jika kamu butuh bantuan aku siap membantumu."Rio berkata sambil memandang Fiona.Ada ketenangan dan kehangatan dari sorot mata Rio.Meskipun laki-laki itu dingin tetapi hatinya hangat.
Rio mengusap rambut Fiona lembut membuat Fiona tercengan dengan perlakuan Rio yang hangat.Wajahnya nampak merah karena bluss merasa malu.
"Kamu sama siapa datang kesini?"
"Sendiri"
"Nanti pulang aku antar kamu..Aku ingin memastikan kamu selamat sampai rumah"Fiona tersentuh dengan kebaikan Rio.Banyak yang berubah dalam dirinya.Dulu dia laki-laki yang dingin dan cuek terhadap perempuan tetapi semenjak kenal Fiona.Dia berubah menjadi laki-laki hangat dan perhatian.Namun hanya kepada Fiona.Mungkinkah kalau dirinya sudah menaruh hati kepada Fiona.
__ADS_1
Fiona dan Rio pergi,dia mengantar Fiona pulang dengan motor ninjanya.Dan tanpa Fiona sadari tangannya sudah melingkar cantik dipinggang Rio.Senyum manis dan senang terukir di bibir Rio.Dia merasa senang jantungnya juga berdenyut tak seperti biasanya,ini terlalu cepat.