HER SECRET LIFE

HER SECRET LIFE
Pengutit


__ADS_3

Karena kejadian tadi, sekolah menjadi sedikit kacau.Ada humor Fiona bertengkar dengan Dewi sekolah karena memperebutkan seorang laki-laki.Ada yang sebagian menghina Fiona ada juga yang mendukungnya,karena mereka berdua sama- sama cantik dan juga mempunyai latar belakang orang kaya.Fiona hanya memandang jendela ada sinar matahari yang malu-malu menembus cermin jendela.Ia melamun memikirkan kejadian disaat ia bertengkar dengan Angel dan secara tiba-tiba Rayhan datang lalu marah.


Mungkin saat ini Rayhan membencinya namun Ia juga bingung disaat Fiona tidak sadarkan diri jiwanya keluar.Dia melihat Rayhan yang menatap dirinya dengan tatapan yang cemas seperti menghawatirkan.Seperti ada sesuatu yang Rayhan sembunyikan dari nya.


Jam pelajaran selesai Fiona masih di UKS.Ia rebahan merasa jenuh kata bu Nila dokter di UKSnya bilang untuk sementara harus rehat sampai jam pelajaran selesai agar lukanya tidak membuka.Karena akibat benturan tadi kepala Fiona mengalami pendaharaan meskipun tidak serius tapi harus diperban.


Selesai pelajaran Rio bergegas lari ke UKS.Rayhan hanya menatap Rio yang terlihat terburu-buru keluar kelas.


"Aku antar pulangnya?"sambil mengulurkan tangannya membantu Fiona turun dari ranjang.


Fiona mengangguk,sekilas Ia tersenyum melihat Rio .Meskipun dia laki-laki yang nyebelin tetapi,Dia lelaki yang perhatian.Ketika mereka berjalan menyusuri lorong sekolah terlihat Rayhan berdiri didepan kelas.Dia menatap Fiona tidak suka.Entah kenapa hatinya terasa sakit melihat Fiona bersama Rio.Apalagi tangan Rio ada dipundak Fiona membantu jalan.Rayhan menghampiri Fiona berdiri didepannya lalu menyingkirkan tangan Rio dari pundak Fiona.


"Kamu pulang sama aku?"tanpa menunggu jawaban Fiona Rayhan menariknya.


Rio yang melihat sikap Rayhan yang sedikit kasar merasa marah.Dia tidak terima jika Rayhan membawa pergi Fiona begitu saja.Dia pun langsung menarik tangan kiri Fiona yang membuat Fiona terkejut.


"Singkirkan tangan kamu dari Fiona!"ujar Rio sambil menatap Rayhan tajam.


Rayhanpun tidak mau kalah dia balik menatap Rio."Apa hak mu menyuruhku?"


"Apa kamu tuli ?singkirkan tangan kamu darinya.Karena aku tidak mau Fiona terluka lagi gara-gara kamu.!"


Rayhan yang mendengar kata kata Rio, dia merasa kesal lalu menghajar wajah Rio.Fiona yang terkejut melihat perkelahian itu,dia mundur satu langkah menjauh.Pukulan Rayhan cukup keras mengenai wajah Rio.Darah segar keluar dari sisi bibirnya .Rio juga tidak terima dengan pukulan Rayhan Ia juga membalas memukul wajah Rayhan sampai tersungkur.


"Berhentiiii..!" teriak Fiona melerai mereka berdua."Cukup kalian berdua jangan berkelahi lagi."


Rio dan Rayhan menatap Fiona melihat wajah cemasnya.Dari kejauhan Angel melihat mereka .Dia terkejut melihat Rayhan yang tersungkur di lantai dengan wajah bekas pukulan.Angelpun lari menghampiri Rayhan.


"Rayhan kamu ga apa-apa?"tanya Angel sambil membantu Rayhan berdiri.


Sedangkan Fiona menghampiri Rio.Lalu mengeluarkan tisu dari tasnya.


" Bibir kamu keluar darah "sambil mengusap darah dibibirnya dengan tisu.


"Ini pasti gara-gara kamu kan?"bentak Angel menuduh Fiona.


Fiona hanya menoleh menatap Angel yang sedang marah.


"Dasar gadis tidak tahu diri, belum cukup kamu membuat masalah sekarang malah melukai Rayhan.Mati saja kamu!!"teriak Angel penuh amarah.Sebelum Angel mengamuk ke Fiona .Rayhan mencegahnya menarik tangan Angel untuk meninggalkan Fiona.

__ADS_1


Sedangkan Fiona hanya diam menahan amarah.Riopun menatap Fiona lalu menariknya untuk pergi pulang.


"Maaf... gara-gara aku kamu jadi terluka"


"Ga papa hanya luka ringan gini"


"Tapi bibir kamu masih berdarah.Kita berhenti di indomaret ya biar aku beli obat luka."


"Ga usah"


Fiona menatap Rio memohon agar Rio mau diobati.Melihat wajah Fiona yang menggemaskan.Dia pun tidak tega tidak menurutinya.Rio mengangguk mengiyakan.Fiona tersenyum senang dengan hati-hati Fiona memberi alkohol untuk menyeterilkan luka Rio.


"Aduh...pelan-pelan dong"rintih Rio membuat Fiona tersenyum jahil.Kemudian menempelkan handsaplas.


Jujur Fiona juga menghawatirkan Rayhan pasti tadi pukulan Rio sangat keras.Mungkin sekarang dia sedang kesakitan.Tetapi apa pedulinya kan ada Angel.


Haiss aku mikirin apa si??


"Kamu kenapa ngalamun?sudah sampai rumah masuk sana.."suruh Rio membuyarkan lamunan Fiona.


"Eh..Iya makasih sudah nganterin pulang"


"Iya sama sama ..lansung rehat jangan keluyuran"sambil membelai rambut Fiona.


Angel mengobati Rayhan dengan hati-hati.


"Kamu kenapa berkelahi dengan Rio?"


"Ga apa-apa" sambil memegangin wajahnya.


"Apa kamu mulai suka sama Fiona?inget ya Ray kamu sudah janji sama aku kalau...."


"Iya aku ingat.. tidak usah bahas itu lagi"potong Rayhan lalu pergi kekamar.


Angel merasa kesal Rayhan sepertinya mulai menyukai Fiona.Kalau tidak mana mungkin sampai dia berkelahi hanya demi seorang gadis.Dia tidak bisa meremehkan Fiona.


"Aku harus menyingkirkan Fiona sebelum Rayhan benar benar menyukainya.Aku tidak mau Rayhan pergi meninggalkan aku."gumanya penuh dendam.


Fiona menatap cermin dengan frustasi sambil mengajak rambutnya .Ia tidak menyangka masalah dirinya akan sekacau ini.Apalagi Angel dia bukan gadis biasanya yang terlihat lemah tetapi dia gadis yang pandai dengan kepura-puraanya agar menarik perhatian Rayhan.

__ADS_1


"Benar-benar menyebalkan!"


Dia memegang dadanya merasa bingung, apa dia masih ada perasaan sama Rayhan?.Sepertinya Ia meras bodoh mencintai orang yang sudah tahu orang itu mencampakan perasaannya.Jika masih mengejar cintanya.


"Apa aku sebodoh itu...?hah..pokoknya mulai sekarang aku harus pura-pura tidak melihat Rayhan.Karena itu membuat hatiku sakit."


Fiona masih sibuk dengan pikirannya.Tidak lama kemudian Ia tertidur.Dan wush jiwa Fiona melayang.Betapa terkejutnya Fiona berada di kamar Rio yang berdiri didepan Fiona dengan muka terkejut .


"HAAAH..!"teriak Fiona sambil menutup mukanya berharap Ia hanya mimpi.


"Kamu ngapain dikamar aku?"tanya Rio yang tidak kalah terkejut melihat Fiona dengan baju piama dres selutut.


"Harusnya aku yang tanya sama kamu ngapain kamu dikamar aku?"


"Helooo..ini kamar aku Fi .Bukan kamar kamu"


Fiona membuka matanya dan terkejut melihat ranjang sprei putih dengan rapih disebelahnya ada meja kecil dan lampu tidur ada juga foto Rio.Didepannya ada meja belajar dengan laptop yang masi on sepertinya Rio habis belajar.Menyadari kalau Fiona tidak dikamarnya sendiri Ia hanya nyengir.


"Dasar pelepasan jiwa sialan!Kenapa harus dikamar Rio.?"umpatnya dalam hati.


"Huh! Bagaimana ini kamar aku atau kamar kamu??"


"He... he he kamar kamu"mukanya merah karena malu.


"Jangn bilang kamu sengaja masuk kamar aku karena kamu mau ngintipin aku tidur terus menggoda aku..atau jangan-jangan kamu penguntit?"cerca Rio sambil melangkah maju membuat Fiona mundur terpojok ke dinding.


"Enak saja ngapain aku ngintipin kamu"Fiona mencoba mengelaknya.Rio berdiri cukup dekat dengan Fiona membuat Fiona salah tingkah.Meskipun dia hanya memakai kaos putih yang tipis dan celana kolor tetapi dibalik kaos itu terlihat lekukan dada Rio yang lebar.Karena terpapar sinar lampu yang cukup terang.


Apalagi dilihat dengan jarak dekat wajah Rio yang tampan hidungnya yang mancung dan badannya yang atlentis membuat Fiona menelan ludah Ia tidak sanggup melihat Rio dengan jarak dekat ini.Dia pun mencoba menghindarinya.


"Kamu jangan sa..salah sangka ..sebenar....nya aku.."


"Sebenarnya apa?"potong Rio meletakkan tangannya kedinding menghalangi Fiona agar tidak kabur.


"Sialan kamu Rio membuat jantungku berdetak kencang"gumannya dalam hati.


"Bilang saja kalau kamu penguntit"


"Aku bukan penguntit!"tegas Fiona mendekatkan mukanya ke Rio.

__ADS_1


Rio yang melihat piama Fiona yang tipis apalagi menampakan belah dadanya membuat Rio mimisan.Fiona terkejut melihat Rio mimisan Ia melihat dirinya yang memakai piama yang menampakan belah dadanya.


"Dasar Rio mesum.!"teriak Fiona membenturkan kepalanya ke kepala Rio.Dan anehnya Ia tidak merasakan sakit melainkan Rio tersungkur kelantai .Karena kehilangan keseimbangan Fiona terjatuh juga diatas badannya Rio.


__ADS_2