
"Selamat siang Pak?"Sapa Natasha ketika masuk ke kantor polisi di ikuti oleh Rio.
"Selamat siang dengan Nona Natasha"
"Iya Pak saya sendiri".Mata Natasha memandang seorang lelaki masih remaja mungkin sekitar anak SMA duduk di kursi dengan wajah menunduk.
"Silakan duduk"kata Pak Polisi itu mempersilakan Natasha dan Rio duduk.
"Begini,kami sudah menangkap orang yang tadi melempar batu kepada anda dan orangnya ini disebelah anda."Natasha menatap anak lelaki itu dan Rio langsung menarik kerahnya.Terlihat jelas wajah Rio marah dan aura hitam menyelimutinya.
"Tenang Rio.."kata Natasha menahan tangan Rio."Ini di kantor polisi",Rio melepaskan.
"Maafkan saya mbak,saya tidak sengaja"lirihnya dengan suara gemetar takut.
"Apa kamu bilang tidak sengaja ?Kamu tahu tidak atas perlakuan kamu bisa mencelakakan kekasihku Hah!"dengan nada tinggi kembali Rio mencengkeram kerah leher anak itu.
"Tenang Rio jangan seperti itu"Lerai Natasha.
"Maaf,nona dan tuan boleh kita bicarakan dengan baik-baik."ujar Pak Polisi itu.Natasha menatap Rio untuk tenang.
"Saya benar-benar minta maaf,tolong jangan penjarakan saya."dengan wajah memohon memandang Natasha.
Natasha menghela nafas,"Apakah kamu benar-benar menyesalinya?"
"Iya saya sangat menyesali."
"Kamu tahu apa yang kamu lakukan itu bisa membahayakan orang?"
"Iya saya tahu mbak,saya benar-benar minta maaf mbak"
Natasha memandang Pak polisi menanyakan"Pak kalau dalam kasus seperti ini kira-kira bisa dipenjara berapa lama?"
"6 bulan "mendengar jawaban Pak Polisi anak lelaki itu berkaca-kaca."Tolong mbak jangan penjarakan saya,saya masih sekolah...tolong mbak"dengan wajah memohon menahan tangis.
"Kenapa tidak selamanya saja Pak dipenjarakan?"sela Rio sambil menatap anak itu."Rio kamu diam dulu,biar aku yang bicara dengan anak itu"bisik Natasha.
"Kenapa kamu melakukan itu?"tanya Natasha kepada anak itu.
__ADS_1
"Karena anda sudah merebut Rayhan kekasih Agni dan membuatnya sakit hati.Saya penggemar Agni,jujur saya tidak terima jika idol saya dibuat sakit hati"jelasnya membuat Natasha membulatkan mata dan Rio mengerang marah.
"Bukannya tadi sudah saya bilang kalau dia kekasihku !"teriak Rio marah suaranya serasa menggema diruangan itu.Membuat Natasha malu kenapa Rio mengatakan kalau dirinya kekasihnya?Benar-benar sudah gila Rio.Natasha menepuk jidatnya kemudian menatap Rio untuk diam.
"Maaf mbak saya tidak tahu"
"Kamu tahu dari mana kalau saya merebut Rayhan dari Agni?"
"Dari berita"
"Dan kamu percaya?"anak itu mengangguk mengiyahkan.Natasha tersenyum masam kemudian dia berkata,"Lain kali jangan mudah percaya dengan gosip saya dengan Rayhan tidak ada hubungan apa-apa.Dan kamu masih anak sekolah lebih baik kamu belajar dengan giat jangan ikut campur dalam kehidupan idola kamu..Bagaimana kalau saya penjarakan kamu?"
"Jangan mbak saya mohon jangan penjarakan saya.."
"Kan kamu sudah berbuat salah"
"Saya benar-benar menyesal tolong jangan penjarakan saya"sambil tangannya memohon dan menangis.
"Ya sudah Pak bebaskan dia"
"APA?gila kamu masa dibebaskan begitu saja?"Kata Rio kali ini dia menatap anak itu tajam,seakan awan hitam menyelimuti tubuh Rio.Pak polisi terdiam tidak dapat berkata.Natasha mencoba membujuk Rio menenangkan.
"Sudahlah Rio,dia juga sudah menyesali perbuatannya.Kasian kalau dia masuk penjara bagaimana dengan sekolahnya"
"Tapi.."suaranya tercekat,Natasha langsung memotongnya.
"Tidak apa Rio"sambil memandang Rio lembut membuatnya luluh."Nama kamu siapa?"tanya Rio.
"Anwar"
"Ingat kamu Anwar kalau kamu berbuat macam-macam lagi bukan aku penjarakan lagi tetapi aku gantung kamu sekalian."ancam Rio dengan tatapan tajam membuat anak itu menelan ludah."Ya sudah pergi sana!"usir Rio membuat anak itu langsung lari dan tanpa dia sadari menabrak pintu saking takutnya dengan Rio.Bruuug!
"Terimakasih Pak maaf sudah merepotkan"kata Natasha kemudian pamitan diikuti oleh Rio.
Dia menarik tangan Natasha,masih tidak habis pikir kenapa melepaskan anak itu begitu saja."Kenapa kamu tidak penjarakan dia?"tanyanya masih belum puas.
"Kamu tidak kasian sama dia,dia masih sekolah kasian kalau kita penjarakan akan menghancurkan masa depannya."
__ADS_1
"Terus kamu tidak kasian denganku"sambil memasang wajah manja,membuat Natasha merinding tidak biasanya Rio memasang wajah seperti itu.Natasha menghela nafas sambil menatap Rio.
"Terus mau kamu apa?"Rio tersenyum mendengar pertanyaan Natasha."Makan siang bersamaku".Belum Natasha menjawab Rio sudah menyela.
"Jangan menolak"ujar Rio seakan dia tahu apa yang akan Natasha bicarakan.Dengan terpaksa dia mengikuti Rio makan siang bersama di sebuah Cafe.
Garden Cafe tulisan itu tertera di depan bangunan yang ditumbuhi tanaman rampat dengan konsep tanaman sesuai dengan namanya.Natasha memandangi Cafe itu dengan mata kagum.Didepan Cafe ada tanaman berbagai tumbuhan dengan taman kecil.Rio dan Natasha masuk ke dalam sebelum masuk Rio menyuruh Natasha menggandeng tangannya dan tentu saja langsung di tolak oleh Natasha mentah-mentah.
Tetapi dengn sifat Rio yang dominan tidak suka ditolak,dia memaksa.Dan terpaksa Natasha menurutinya dengan wajah kusam menahan kesal.Tidak bisakah Rio membuat hari-harinya tidak menyebalkan.Ketika sudah masuk kedalam,suasana Cafe tersebut cukup sibuk.Ya dengan jam makan siang pastinya banyak orang dari kantor keluar untuk makan siang.
Cafe yang cukup luas dengan cat cokelat tua dan jendela kaca yang dibiarkan tanpa pembatas.Membiarkan pengungjung dapat memandang keluar dengan leluas.Ketika malam hari Cafe tersebut cocok untuk pasangan dengan cahaya remang-remang dengan suasana romantis dan lagu-lagu melow.
Natasha tersenyum tipis melihat seorang waiter datang menghampiri."Selamat siang tuan dan nona?"
"Siang.."
"Untuk berapa orang?"dengan senyum ramah.
"Dua orang "jawab Rio.
"Silakan disebelah sini"tunjuk waiter itu lalu diikuti oleh Rio dan Natasha.Waiter itu mempersilakan Natasha dan Rio duduk di sudut pojok tempat yang pas untuk dating.Tunggu mungkin waiter itu mengira kalau mereka pasangan.Ya ,dengan tangan Natasha yang menggandeng Rio pastinya siapa saja akan mengira mereka pasangan.
Waiter itu memberi buku menu kemudian dia melangkah mundur.Natasha dan Rio melihat-lihat menu tersebut,kemudian mata Natasha tertuju dengan Tenderloin Steak dan minumannya Stawbery Shake..Kemudian mereka mengoder makanan masing-masing.
Sambil menunggu makanan datang Rio memandang Natasha membuat dia risih.
"Bisakah kamu berhenti menatapku?"bisik Natasha."Maaf aku tidak bisa...wajahmu sangat disayangkan kalau tidak di pandang."Natasha membulatkan matanya menatap tajam ke Rio.
"Pliss bisakah kamu tidak menggombal"
"Kenapa?"
"Kau terlihat seperti laki-laki Playboy yang sudah biasa merayu banyak wanita."ujar Natasha membuat wajah Rio berubah serius.
"Aku bukan playboy,aku belum pernah pacaran"Natasha terkejut mendengar perkataan Rio.Seorang Rio lelaki yang tampan,kaya punya segalanya masalah belum pernah pacaran.
"Aku serius"kata Rio,dia seakan tahu apa yang dipikirkan oleh Natasha."Dan aku berharap kamu mau jadi kekasihku".Tunggu ini bukan berarti Rio sedang menembaknya kan??.
__ADS_1