
Suara langkah kaki memasuki kelas 12-C,dengan angun Fiona tersenyum memasuki kelas baru.Semua mata pun tertuju kepadanya,dalam sekejap kelas menjadi riuh,terdengardecakan kagum.
"Wah.. cantik"bisik siswa laki-laki tetapi tidak dengan Rio dan Rayhan.
"Bukannya itu gadis yang gila kemarin?"guman Rio sedangkan Rayhan menatap nya dengan tatapan terkejut.
Fiona tersenyum malu mendengar pujian dari para siswa laki-laki.Pak Agus guru wali kelas 12-C mengangkat tangannya menyuruh semuanya untuk diam.Kemudian mempersilakan Fiona untuk memperkenalkan diri.
"Halo semuanya nama saya Fiona Laraswati, Kalian boleh panggil saya Fiona dan saya pindahan dari SMA swasta Australia.Mohon bantuannya dan terima kasih"sambil tersenyum lembut menatap Rayhan.
Fiona mencoba untuk terlihat seperti gadis yang anggun dan lemah lembut.Dia ingin memperlihatkan kepada Rayhan kalau dia bukan Fiona yang dulu, yang tidak memperdulikan penampilan dan selalu ceroboh.
Rayhan sedikit terkesimak dengan penampilan baru Fiona yang terlihat semakin cantik.Tetapi Dia tidak menyukainya apalagi tatapan para siswa lelaki yang menatapnya dengan pujian.
"Ada yang mau ditanyakan ?"tanya pak Agus.
"Apa kamu sudah punya pacar?"tanya siswa lelaki dengan rambut gelombang.Fiona sedikit terkejut mendengar pertanyaannya dan Rayhan juga terbatuk,kemudian menatap siswa tersebut.Fiona melirik menatap Rayhan sambil tersenyum menjawab pertanyaan itu.
"Belum.."jawab Fiona membuat kelas nya kembali riuh.Sedangkan Pak Agus memarahinya.
"Iwan..kamu ini tidak ada yang lebih penting untuk ditanyakan?"sambil menarik telinganya.
"Ouch..sakit Pak"
"Sudah Fiona kamu langsung duduk saja dengan Diana"suruh Pak Agus kemudian melepaskan telinga Iwan.Fiona berjalan menuju tempat duduk yang ditunjuk Pak Agus.
"Boleh minta nomernya?"tanya seorang siswa lelaki lagi yang penampilannya sedikit berantakan.Tetapi Fiona hanya tersenyum sambil matanya menatap Rayhan,namun Rayhan langsung mengalihkan pandangan.Dia membuang muka terlihat tidak peduli dengan Fiona.
"Leo...!"panggil Pak Agus sambil menatapnya tajam dan siswa tersebut langsung tersenyum."He..he ..he Bapak..tidak jadi deh Pak"
"Kalian ya ..benar-benar,sekolah dulu yang Benar!"
"Iya Pak"
"Gadis gila"guman Rio pelan,sedangkan Diana hanya menggelengkan kepala menatap Rio yang duduk dibelakang Diana.
Ternyata tidak semua siswa menyambut kedatangan Fiona .Seperti siswa perempuan yang menatap Fiona dengan tatapan benci,seakan mereka tidak menyukai Fiona.Tetapi Fiona mencoba tidak menghiraukan.
__ADS_1
"Hai.. aku Diana"sambil mengulurkan tangan.Fiona memandangnya, siswa itu tersenyum lembut tidak seperti siswa yang lain yang menatap Fiona dengan tatapan membunuh.
"Fiona "kata Fiona sambil menyalami tangan Diana kemudian duduk disampingnya.Fiona mencoba menoleh kearah Rayhan yang lumayan jauh ada dipojokan sebelah kanan barisan paling belakang. Ia ingin menyapa Rayhan tetapi Rayhan tidak menghiraukan dan sebalnya Rio duduk tepat di belakang Fiona.
"Kamu.."pekik Fiona sambil menutup mulutnya dan Rio hanya mengernyitkan dahi.
"Kenapa harus satu kelas dengan Dia ?"gerutu Fiona.
Pelajaran pun dimulai .DUG suara orang menendang kursinya.Fiona hanya diam tidak menghiraukan tetapi lama-lama membuatnya kesal tanpa henti menendangnya.Fiona pun berteriak."Maumu apa si?!!"alhasil semua siswa menoleh menatap Fiona.
"Fiona ada apa ?"tanya pak Agus.
Fiona merasa malu,"Mmm ...maaf pak tidak ada apa- apa"mukanya memerah malu sekali rasanya ingin memukul Rio.
"Tolong perhatikan pelajaran bapak "kata Pak Agus lalu menulis kembali di papan tulis.
"Gadis gila"panggil Rio dengan suara lirih membuat ulah kepada Fiona.
"Kamu"terkejut sambil menutup mulutnya takut pak Agus mendengarnya,dengan tampang polos Dia tersenyum mengejeknya.Fiona benar-benar kesal rasanya ingin menjambak rambut Rio kemudian memukul kepalanya biar tidak membuat kesal.Fiona hanya mengeram mengepal tangannya.Diana yang melihat Fiona merasa takut,Fiona melihat Diana takut iapun salah tingkah lalu tersenyum.
\*\*\*\*\*
"Urusan kita belum selesai"ujarnya lalu pergi.
Rio hanya mengangkat alisnya mendengar ucapan Fiona.
\*\*\*\*\*
"Rayhan!"panggil Fiona tetapi Rayhan tidak melihatnya .Bayangannya hilang di belokan koridor kelas 12-F.Sampainya di depan kelas 12-F Fiona berhenti.
"Aduh jalannya cepat banget"sambil mengatur nafasnya karena habis berlarian.
"Ahhh"teriak Fiona ketika seseorang menarik kesamping lalu membukam mulutnya.
Rayhan!guman Fiona tidak jelas.
Rayhan memberi tanda untuk diam lalu menarik dengan keras untuk keatas sekolahan.Fiona mengikuti sambil menahan sakit ,Rayhan mencengkramnya dengan keras .Sampai di atap sekolahan, Rayhan melepaskan Fiona. Dan tangannya membekas merah .Baru kali ini Rayhan kasar kepadanya biasanya Rayhan bersikap lembut.
__ADS_1
"Kenapa kamu bisa sekolah disini?"tanya Rayhan dengan nada keras dan raut mukanya marah.Fiona bingung melihat Rayhan marah.
"Apa lagi dengan penampilan kamu?kamu ingin tebar pesona dengan siswa laki -laki Hah!?".Mata Fiona berkaca-kaca ingin menangis seumur-umur baru kali ini ia dibentak oleh laki-laki.Apalagi orang itu Rayhan orang yang dia sayangi.Orang yang dia rela mengejarnya sampai ke Indonesia.
"Apa ini cara kamu bertanya sama aku Ray?"tanya Fiona sambil menahan tangis."Kenapa aku bisa sampai sekolah disini? itu karena kamu Ray..karena aku merindukan kamu"jawab Fiona ,matanya terasa panas.
Kemudian Fiona lari meninggalkan Rayhan yang membeku mendengar jawaban Fiona.Ia tidak ingin Rayhan melihat dirinya menangis.
\*\*\*\*\*
Fiona berlari dibelakang sekolahan disana ada bangku lalu duduk.
"Bodohnya aku!"teriaknya sambil memukul kepalanya pelan .Kenapa ia harus menangis pasti Rayhan berfikir kalau dirinya benar-benar menjadi gadis lemah yang cengeng.Ia menyesal sudah menangis diusapnya air mata itu lalu berteriak agar membuat hatinya lega.
"AAAAAAAH"
Rio yang sedang tidur di kursi belakang tempat duduknya Fiona terkejut mendengar teriakan."Bisa tidak!tidak usah teriak-teriak ganggu orang tidur"sewotnya.
Fiona terkejut,dia tidak tahu kalau ada orang dibelakang hampir membuat dirinya deg-degan seperti orang mau jantungan.
"Salah siapa kamu tidur di sekolah?"dengan wajah tanpa dosa.Rio mengeram dengan kesal.Dia pun menatap Fiona,Fiona yang ditatapnya merasa malu lalu menunduk.Rio melihat mata Fiona bengkak seperti habis nangis.
"Ya sudah kalau mau teriak-teriaklah asal membuat mu lega"ujarnya lalu pergi, Fiona merasa malu pasti Rio melihat matanya yang bengkak.
Hahh....sebelnya hari ini!!!
\*\*\*\*\*
Bel berbunyi pelajaran pun selesai semua siswa bersorak senang waktunya pulang.Fiona mencoba mengejar Rayhan.
"Ray kamu mau pulang bareng sama aku?"tanyanya sambil menyamai langkah Rayhan.Rayhan menolehnya lalu pergi tanpa memberi jawaban.Fiona terdiam melihat sikap Rayhan yang berubah menjadi dingin sekali.Diana melihat Fiona yang terdiam di depan kelas lalu menghampirinya.
"Fiona.. Rayhan memang seperti itu sama semua siswa perempuan sikapnya dingin .Kamu jangan kaget"ujarnya.Fiona menoleh menatap Diana.
Kalau dia dingin dengan gadis lain aku tidak heran tetapi kenapa juga dia bersikap dingin juga dengan ku?Apa ia lupa sama teman masa kecilnya.Sekaligus pacar eh ralat orang yang mencintainya.
"Dari kapan dia sikap seperti itu?"
__ADS_1
"Dari awal dia masuk sekolah disini."jawab Diana lalu menggandeng Fiona jalan bersama.