HER SECRET LIFE

HER SECRET LIFE
Kenangan


__ADS_3

Fiona memandang sekeliling cafe Coffe and Vanilla tersebut.Cafe yang menggunakan konsep industrial modern dengan lampu besar digantung dan juga baterai beton yang dibiarkan terekspos.Apalagi dengan nuansa pabrik dibalut dengan gaya modern.Jendela kaca dengan tembus pandang dan depan cafe ada sebuah tanaman yang ditata rapi agar para customer bisa menikmati pemandangan.Cafe tersebut dibuat nyaman untuk customer dan juga para barista yang terlihat tampan menambah daya tarik sendiri.


Senyum simpul terukir di bibir tipis Fiona,ia merasa kagum dengan Rio.Di umur muda sudah punya bisnis meskipun itu bisnis dari keluarganya tetapi sekarang ia jadi pemilik.Rio terlihat dewasa apalagi wajah tampannya membuat para customer terutama para gadis terkagum-kagum melihatnya.


"Hmmm...kalau dilihat lihat memang tampan tidak terlihat seperti anak sma.Wajar saja mereka memandangi terus"ujarnya sambil memasang wajah cemberut.


Entah kenapa hatinya merasa tidak suka melihat para gadis memandangi Rio.Ingin rasanya ia membungkus Rio agar tidak ada yang melihatnya.Fiona terus memandangi Rio yang sedang melayani customer.Apalagi dia juga tersenyum,semakin membuat panas Fiona.


"Maaf ya lama "ujar Rio sambil menyodorkan vanillalatte.


"Iya ga pa-pa...kamu jago juga dalam berbisnis"sambil menyeruput vanillalatte.


"Biasa aja ya hitung hitung buat mengisi waktu senggangku ..lagian juga ada kak Faisal"


"Kak Faisal?Kakak kamu?"


"Bukan dia teman aku hanya sudah saya anggap kakak aku sendiri dan juga dia yang paling lama kerja disini jadi aku percaya kan caffe ini ke kak Faisal kalau aku tidak disini"


"Oh.."sambil manggut-mangut lalu memandang para gadis yang dari tadi berbisik.


"Sepertinya kamu sangat populer "sambil menunjuk para gadis yang duduk dibelakang Rio.


"Oh ..mungkin mereka tahu kalau aku tampan yang mempesona"ujarnya dengan narsis.


"Huuuuk uhuuuk!"Fiona terbatuk mendengarnya.Narsis juga ini anak.


"Kamu tidak apa-apa?"tanyanya sambil mengelap bibir Fiona yang belepotan.


Saat tangannya Rio menyentuh bibir Fiona,ia terdiam.Fiona juga memandang Rio mereka saling memandang dan tiba-tiba jantung mereka berdebaran lalu saling memalingkan pandangan.Terlihat salting dan suasananya menjadi canggung.


Dan ada seseorang tersenyum melihat tingkah Rio dan Fiona.Membuat orang tersebut merasa gemas.

__ADS_1


"Dasar anak muda jaman sekarang"gumannya.


Fiona memandang jam dinding sudah menunjukan waktu jam 7 malam hari.Dia harus pulang takutnya tante Stella khawatir.Karena dia dari pulang sekolah langsung kerumah sakit belum pulang dan juga masih memakai seragam sekolah


"Sudah malam aku harus pulang"ujarnya lalu berdiri.


"Tunggu..aku antar"ujarnya lalu mereka keluar dari cafe.Setelah Rio pamitan kepada Faisal dan Faisal memberi kode lalu senyum-senyum.


"Maaf kak" tanya seorang gadis sambil malu malu.Riopun menoleh kearahnya "Iya kenapa?"


"Boleh minta nomernya kak"sambil menyodorkan handphone dan diikuti ketiga temannya.Namun Rio memandang Fiona sedangkan Fiona hanya bingung kenapa menatap dirinya?


"Maaf aku sudah punya pacar"ujar Rio menarik Fiona dan memeluknya langsung membuat Fiona terkejut.Apa-apaan ini?


Ketiga gadis itupun harus menelan ludah kecewa.Terlihat jelas diwajahnya yang patah hati.Fiona merasa marah dengan sikap Rio yang secara tiba-tiba menarik dirinya lalu bilang kepada mereka pacarnya.Apa dia tidak salah dengar?Fiona pun jadi teringat dengan kenangan masa lalunya dimana saat itu ketika Rayhan menarik Fiona dan bilang kalau ia pacarnya.Sungguh membuat hatinya senang namun pada kenyataan itu hanya kebohongan.


Hatinyapun terasa sakit.Fiona langsung menatap Rio dengan kesal lalu menendang kakinya.


"Auuuuch..sakit Fiona "teriaknya sambil merintih menatap Fiona dengan tatapan heran.


"Kenapa dia marah kan cuma bohongan?"gumannya sambil menggeleng kepala.Lalu Rio mengejar Fiona menyamai langkahnya.


"Apa kamu berharap untuk menjadi pacarku sungguhan?"Fiona menghentikan langkahnya lalu menatap Rio penuh dengan kesal sambil berdecak.


"Kc kc..kamu memang berhati dingin Rio"ujarnya membuat Rio melongo tidak paham.Hais memang susah untuk memahami hati gadis.


Malam harinya Fiona tidak bisa tidur masih terbayang dengan ucapan Rio dan anehnya hatinya berdebaran.Apa mungkin ia sudah menaruh hati kepada Rio?.


"Tidak mungkin!"teriaknya sambil membenamkan wajahnya kebantal.


"Ah..dasar Rio rese kenapa aku harus galau seperti ini?apa mungkin aku suka sama dia?ah....tidak boleh!"dengan frustasi Fiona bolak-balik dengan gelisah tidak bisa tidur padahal waktu sudah menunjukkan jam 12 tengah malam.

__ADS_1


Alhasil pagi harinya Fiona seperti zombie.Dibawah matanya melingkar hitam seperti mata panda.Ia jalan sempoyongan menuju ruang makan membuat tante Stella terkejut melihat wajah Fiona.


"Astaga naga Fiona apa yang terjadi?"Fiona hanya memandang tante Stella dengn tatapan datar tanpa expresi.


"Ayo jalan tante"suaranya terdengar samar seperti mengantuk.


"Kamu tidak apa-apa kesekolah seperti ini?"tanya tante Stella memastikan.


"Tidak apa-apa"


Sampainya dikelas Fiona langsung bersandar di atas meja.Mencoba untuk tertidur sesaat sebelum bel masuk berbunyi.Diana datang ia merasa heran melihat Fiona tiduran dimeja.


"Apa semalam kamu tidak tidur Fi?Tumbennya kamu pagi gini sudah bersandar gitu"


"Boleh tidak kamu jangan tanya dulu"jawab Fiona sambil menoleh ke arah Diana.Dan saat ia menoleh Diana terkejut melihat wajah Fiona seperti panda dengan lingkar hitam dimatanya.Dan wajahnya juga terlihat kusut.Diana ingin tertawa tetapi takut buat Fiona marah jadi ia hanya menutup mulutnya menahan tawa tersebut.


Bel berbunyi semua siswa masuk kelas masing masing.Rio duduk dibelakang Fiona dia heran melihat Fiona lalu menatap Diana.Kenapa dia sedangkan Diana hanya menggeleng kepala tidak tahu.Jam mata pelajaran pertama adalah olahraga.Diana membangunkan Fiona.


"Fiona bangun hayo ganti baju kita olahraga"


"Oh...iya"sambil membuka mata mengumpulkan nyawanya yang belum sepenuhnya kembali lalu pergi ketempat ganti.Namun saat membuka loker ia terkejut melihat baju olah raganya basah kuyup.


"Ya ampun kok basah gini?"tanya Diana dari belakang.


"Din kayaknya aku tidak ikut olah raga deh"


"Ya mau bagaimana lagi baju kamu basah gitu.Ya sudahlah kamu masuk kelas saja"suruh Diana mendorong Fiona kekelas.


Fiona masih berfikir kira kira siapa yang masih ngerjain dirinya.Belum puas mereka membuat ulah semakin didiamkan semakin menjadi.Dia pun berpikir sejauh ini yang membenci dirinya Angel dan teman temanya.


"Apa mungkin kalau ini ulah Agni?"tanyanya sambil duduk dikelas.Tiba-tiba ada seorang gadis memanggil dirinya.

__ADS_1


"Fiona dipanggil Pak Herman disuruh kelapangan basket."ujar gadis rambut ikal.Fiona pun berdiri lalu mengikuti gadis tersebut kelapangan basket.


Sampainya disana semua siswa X11-C memandangnya dengan tatapan datar.Mereka sedang berbaris rapi pak Herman berhenti sejenak lalu menghampiri Fiona dan menyuruhnya untuk membersikan lapangan basket sebagai hukuman karena tidak mengikuti pelajaran olah raga.Dan sepasang mata menatapnya sambil tersenyum senang melihat Fiona dihukum.Dia merasa rencananya berhasil.


__ADS_2