HER SECRET LIFE

HER SECRET LIFE
Gosip


__ADS_3

Suara blitz berkoar-koar di depan gedung kantor.Membuat para security kewalahan menahan mereka.Para wartawan itu ingin sekali menerobos masuk ke dalam kantor tersebut.Untuk mencari Natasha untuk diwawancarai.Tetapi sikap mereka membuat para karyawan disana merasa terganggu.Apalagi sengatan blitz dari kamera sungguh membuat mata terasa sakit.


"Kenapa para wartawan berbondong-bondong datang kemari?"tanya Pak Herman kepada asistennya sambil mengintip keluar dari balik jendela.


Dengan nada hati-hati asisten itu menjawab."Sepertinya mereka datang untuk mencari nona Natasha"


Pak Herman menoleh mengerutkan dahi,"Lho,ada apa?"


"Ini pak"sambil menyodorkan sebuah majalah."Disana ada gosip tentang perselingkuhan nona Natasha dengan tuan Rayhan".Mendengar pertanyaan asistennya ,Pak Herman langsung mencari artikel tersebut di majalah.


"Dan sepertinya itu gosip yang sedang hangat ,diperbagai acara gosip sedang membahas itu"


"Haiiis !Bicara apa kamu ini?"dengan nada kesal dan raut wajahnya yang marah.Jemari kekar Pak Herman mengegam majalah tersebut penuh amarah.Bagaimana tidak?!Keponakan kesayangannya di gosipkan seperti itu.


"Siapa yang berani membuat gosip seperti ini?!"teriaknya sambil melempar majalah tersebut."Mana handphone saya"


Dengan wajah takut asistennya menyodorkan handphone,"Ini Pak".Baru kali ini dia melihat Pak Herman semarah itu.Pak Herman langsung memencet tombol menelepon.


"Kamu boleh pergi"suruh Pak Herman ke asistennya.Di suruh keluar karena dia ingin menelepon Natasha secara pribadi.


Suara handphone berdering,terlihat dilayar hp tertera Om Herman."Om Herman"guman Natasha mengernyitkan dahi sebelum ia mengangkat telepon tersebut.


"Halo.."


"Halo Natasha,dimana kamu sekarang?"


"Lagi dijalan Pak,menuju ke kantor.Ada apa Pak?"


"Bagus kalau masih jalan,nanti kamu jangan turun di lobby kantor langsung ke basement saja."


Natasha mengerutkan dahi,"Lho kenapa pak?"


"Di depan kantor banyak wartawan dan sepertinya mereka mencari kamu"


"Kok bisa?Kenapa mencariku?"tambah bingung dibuatnya.Pak Herman menghela nafas,"Apa kamu tidak tahu kalau kamu digosipkan lagi dengan Rayhan?"


"Tapi pak,bukannya gosip yang dulu itu sudah redah"

__ADS_1


"Nah itu,Bapak juga bingung.Pokoknya nanti kalau kamu sudah sampai tolong langsung ke ruangan saya"


"Baik pak"jawab Natasha lalu menutup telepon nya.


Natasha masih bingung kenapa sekarang digosipkan lagi dengan Rayhan.Bukannya sudah klarifikasi kalau ia bukan selingkuhan Rayhan.Dan juga Rio sudah membungkam para wartawan kalau dia kekasihnya Natasha.Tetapi kenapa sekarang gosip itu ada lagi?.Seakan tidak ada habisnya permasalahan perselingkuhan.


"Sebenarnya siapa yang tega membuat gosip murahan seperti ini?"gumannya.Dia merasa penasaran gosip apa lagi yang tertulis di artikel majalah.Apakah gosip Wanita penggoda yang tidak puas dengan satu laki-laki?."Ah...sialan"sambil menggeleng kepala.


"Anton boleh berhenti didepan sebentar"Natasha berkata ketika melihat sebuah toko yang menjual majalah dipinggir jalan.


"Iya non"Anton memakirkan mobilnya didepan toko tersebut.Kemudian Natasha turun dari mobil lalu masuk kedalam.Disana dia disambut seorang wanita cantik dengan senyum ramah.


"Selamat pagi,ada yang bisa saya bantu."Natasha mengambil sebuah majalah kemudian membayarnya.


"Terimakasih dan selamat datang kembali"ujar wanita penjaga toko tersebut.Natasha tersenyum kemudian melangkah keluar.


Alangkah terkejutnya setelah melihat majalah tersebut.Rasanya ingin marah dan menangis seketika itu juga.Bagaimana tidak?!Jelas tertulis disana.Natasha,Wanita Penggoda Lelaki Yang Sudah Punya Kekasih Masih Jalan Dengan Lelaki lain dan juga ada tulisan.Pelakor Yang Tidak Tahu Malu.Dia menggegam majalah tersebut dengan erat sambil menggigit bibirnya.


Dia langsung menyuruh Anton langsung ke basement.Dan benar saja sampainya di depan kantor banyak sekali wartawan yang sedang menunggu disana.


"Gila banyak sekali,lebih banyak dari pada yang lalu".Natasha langsung menelepon resepsonis untuk memperintahkan security membuka jalan untuknya.


"Bagaimana ini?"


"Tenang non bentar lagi bisa masuk ke basement."Dengan susah payah para security menghalangi wartawan mendekati mobilnya Natasha.Sekitar 15menit mobilnya baru bisa masuk ke basement.Benar-benar menakutkan.


Sampainya di basement Natasha menghela nafas lega akhirnya bisa terlepas dari kerumunan wartawan.Apa yang dia akan lakukan jika para wartawan itu tidak kunjung pergi?Apakah mereka akan menunggu Natasha sampai selesai pulang kantor?.Natasha bergidik ngeri melihat kejadian tadi.Dia berharap kalau wartawan itu tidak akan berbuat nekat.


"Bagaiman keadaan kamu?Apakah baik-baik saja?"tanya Pak Herman ketika melihat Natasha memasuki ruangannya.


"Seperti yang bapak lihat."


"Duduklah ada yang ingin saya bicarakan"menyuruh Natasha duduk disofa berwarna hitam.


"Jujur saya sangat terkejut melihat gosip tentang kamu"sambil menunjukan majalah tersebut.Natasha mengambil majalah tersebut.


"Saya juga tidak tahu kenapa seperti ini?"

__ADS_1


"Tetapi disana ada gambar kamu bersama Rayhan di malam hari dan itu di ambil di taman dekat apartemen kamu.Apakah kamu janjian dengannya?"


"Tidak,saya tidak sengaja bertemu dengannya dimalam itu.Dia tiba-tiba datang menghampiri saya dan kemudian kami mengobrol bersama."


"Apakah benar yang kamu katakan itu?"


"Benar pak,saya sama sekali tidak janjian dengan Rayhan"


"Oke Natasha tidak ada cara lain kecuali kalau kamu menjelaskan sendiri ke wartawan bersama Rio."


"Tapi...Kenapa harus bersama Rio?"tanyanya dengan wajah terkejut.


"Bukannya kamu kekasihnya Rio"


"Aduh om..."


"Ssstt jangan panggil saya om"


"Oke ...tapi saya dengan Rio hanya pura-pura untuk melabui wartawan."


"Tidak apa Natasha..Yang penting itu bisa menyelamatkan kamu dari gosip seperti ini.Yang takutnya nanti akan memburukkan nama perusahan.Menurut saya Rio orang baik dan terlihat serasi bersamamu."Natasha hanya bisa menggelengkan kepala merasa konyol dengan apa yang dikatakan oleh Pak Herman.


"Lalu..?"tanya Natasha bingung.


"Telepon dia untuk membantumu"


"Heh?"kata itu yang keluar dari mulutnya saking terkejutnya."Tidak"ujarnya langsung menggelengkan kepala.


"Kalau kamu tidak mau menghubungi nya biar saya yang telepon Rio."


"Ahhha....sepertinya tidak usah biar saya saja"ujar Natasha langsung menghentikan Pak Herman menelpon Rio.


"Oke kalau begitu.Saya tidak ingin para wartawan itu menyerbuh datang kembali lagi kemari."tegas Pak Herman.Natasha langsung memasang senyumanya.Mau tidak mau dia harus meminta tolong kepada Rio.Lelaki yang menyebalkan baginya.


"Kalau begitu saya keluar dulu mau telepon Rio"


"Oh..silakan".Padahal dalam hati dia meronta-ronta tidak mau.Dia tidak tahu harus bagaimana cara bicara meminta tolong kepada Rio.

__ADS_1


"Huuff kenapa harus Rio?"kesalnya sambil menghela nafas.Dengan terpaksa jari-jarinya memencet tombol nomor Rio.Dalam hati berkata,semoga tidak diangkat.Tetapi kalau tidak minta tolong kepadanya.Bagaimana caranya untuk meyakinkan wartawan itu lagi kalau ia bukan seperti wanita yang digosipkan?.


__ADS_2