HER SECRET LIFE

HER SECRET LIFE
Aku suka Kamu


__ADS_3

 


*Malam ini....aku ingin bersamamu


Menatap langit....memandang bintang


Dan aku berharap ...bisa mengerti menembus hatimu*....


 


Sepulang sekolah dengan langkah sigap Cakka menarik Fiona.Hampir saja Fiona berteriak karena terkejut.Dianapun berdecak heran.


"kckc...Cakka mengagetkan kami saja?"


"iya ...kenapa juga harus muncul tiba-tiba terus narik tangan juga?"


Cakkapun hanya menatapnya.Ikut saja tidak usah banyak tanya.Fiona hanya diam seakan dia tahu arti tatapan itu,mau tidak mau Fionapun pergi mengikuti Cakka.


"Hmm...senangnya ya jadi Fiona banyak yang tertarik jadi primadona sekolah lagi."ujar Diana sambil memandang punggung Fiona dan Cakka.Rio yang baru keluar dari kelas bingung melihat Diana di lorong kelas berguman sendiri bukanya tadi bersama Fiona.


"Lagi ngapain kamu?"tanyanya dengan nada dingin,membuat Diana terkejut lalu berbalik badan alangkah kesalnya melihat Rio.


"Bukan urusan kamu..."dengan muka cemberut.


"Dimana Fiona bukannya tadi bersama kamu?"


"Sudah pergi bersama Cakka."


"Sama Cakka !Kemana?"terlihat raut wajahnya yang khawatir.Diana hanya mengangkat bahu sambil memandang Rio.Riopun langsung berlari pergi mengejar Fiona.


"Kenapa respon Rio berlebihan gitu ...Apa dia suka sama Fiona?"gumannya dalam hati.


"Memangnya kamu mau bawa aku kemana si ka?"Fiona merasa sebal dengan Cakka.


"Aku anterin kamu pulang."

__ADS_1


"Ya ampun Cak...aku pikir mau bawah aku kemana sampai narik tanganku segala."


"Jangan bilang kamu ingin aku ajakin kamu jalan "ejek Cakka sambil tersenyum.


Fiona langsung cemberut kesal mendengar ejekan Cakka.Ih..sialan kamu Cak..ingin rasanya nipuk kepalanya.


Cakka menyodorkan helm ke Fiona untuk dipake.Saat Rio datang Fiona dan Cakka sudah pergi mengendarai motornya.


"Hais....telat."ujarnya sewot.


"Fiona kenapa kamu deket banget sama Rio..?"


"Kenapa kamu tanya gitu ?kami hanya teman kok."


"Aku tidak suka kamu dekat sama dia."


"Kenapa?pertanyaan kamu aneh gini."


"Karena aku suka sama kamu"ujar Cakka to the poin membuat Fiona tertawa merasa konyol.


"Aku tu suka kamu Fiona..."Fiona terdiam ,ia tidak tahu harus ngomong apa?.


Fiona menelan ludah,pertanyaan yang membuat dirinya bingung.Dan tenggorokannya seakan kering susah untuk bicara.


"Aku tidak tahu harus jawab apa"


Cakka tersenyum "Kalau kamu belum bisa menjawabnya tidak apa Fi aku akan menunggu dan membuat kamu jatuh cinta sama aku."


"Tapi Cak.." seakan suaranya hilang ditenggorokan,Fiona tidak ingin membuat Cakka berharap akan cintanya.Dia juga tidak tahu dengan perasaan.Sulit untuk menggantikan Rayhan.Mungkin ini jika cinta pertama akan sulit untuk dilupakan.Fiona butuh waktu untuk mengisi kembali hatinya dengan seseorang.Namun untuk saat ini Dia ingin sendiri dan belum ada kepikiran untuk pacaran.


"Tidak apa aku mengerti"Cakka mencoba untuk mengerti Fiona,dia juga tidak memaksa Fiona harus membalas cintanya.Karena Cakka juga tahu kalau Fiona dulu mencintai Rayhan.Mungkin sulit baginya untuk melupakan Rayhan.Cakka pun langsung menjalankan motornya kembali.


Sampainya didepan rumah Fiona,Cakka melambaikan tangan sebelum pergi.


"Makasih Cak.."

__ADS_1


Cakka mengangguk "Jangan terlalu difikirkan kata ku tadi Fi"


Fiona hanya mengangguk sambil menatap punggung nya Cakka pergi.Fiona sedikit mengeluh.Saat ujian nasional baru dimulai kenapa Cakka menembaknya secara mendadak membuat dirinya galau.Fiona menghempasakan diri ke kasur yang empuk sambil menatap langit-langit kamar dan anehnya kok ia melihat wajah Rio.


"Heh...!"pekiknya terkejut.


"Tidak usah terkejut seperti itu seperti melihat hantu ?"kata Rio sambil memandang Fiona yang berdiri didepan ruang ganti.Untung saja Rio sudah selesai ganti baju.


Sedangkan Fiona masih berdiri bengong seperti orang amnesia.Aku dimana dan aku siapa?.


"Kc Kc..apa kamu mau berdiri disitu terus?"Fiona terbangun dari lamunan seakan dia baru menyadari .


"Ah...jangan bilang aku pelepasan jiwa"saking terkejutnya sampai matanya membulat.


"Ah..apa yang aku lakukan?"sambil menepuk kepalanya.Rio hanya tersenyum lalu memasang kembali wajah dinginnya.


"Bukannya kamu datang mau mengintipku ganti baju."


"Aku mengintip kamu ganti baju...heh enggak mungkin!".Tidak !apa yang aku lakukan jiwa Fiona meronta-ronta merasa kesal sambil mengutuk diri sendiri.Bukannya tadi sedang rebahan diranjang dan menatap langit-langit kamar.Oh tidak!pasti aku ketiduran.Memang dasar pelepasan jiwa.


Rio menariknya menyuruh Fiona duduk.Mata Fiona terbelalak melihat arah yang ditunjuk Rio untuk duduk.


"Yang benar saja ...masa aku disuruh duduk diranjang.waw...dasar Rio mesum!"Rio berdecak kesal lalu berdiri menghampiri Fiona.


"Apa yang kamu lakukan jangan mendekat!"saking sebelnya Rio,ia mengangkat Fiona lalu didudukan diatas ranjang.


"Aku menyuruh mu duduk,karena kamu membuatku tidak konsentrasi belajar jika masih berdiri disana.jangan berfikir macam-macam.."ujar Rio sambil menyentil dahi Fiona.


"Auch.."wajah Fiona merona karena malu.


"Kecuali kalau kamu menginginkan"sambil tersenyum mesum.


"Heh..dasar Rio nyebelin"teriak Fiona langsung hilang kembali ke raganya.


"Ha ha ha...memang lucu "Rio tertawa melihat ekspresi wajah Fiona yang ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2