HER SECRET LIFE

HER SECRET LIFE
Gadis itu


__ADS_3

 


Mentari pagi yang indah....


Membuat hatiku merona...


Melihat dirimu dalam dekapan ku..


Mungkin ini hanya mimpi...


Yang tak ingin aku lupakan


 


Suasana canggung diantara mereka hanya saling memandang dengan posisi yang masih sama.Rio Speechless melihat pipi Fiona merona seperti tomat terlihat sangat imut menambah kecantikan Fiona.Rio langsung mengubah posisinya.


"Maaf aku hanya membetulkan jaketnya agar kamu tidak kedinginan"Rio berkata dengan deg-degan seakan suara jantungnya bisa terdengar.


Fiona mengangguk-angguk menggerakan kepalanya.Lalu dia terkejut melihat dirinya sudah didepan gerbang.Dia membatin aku ketiduran?sudah berapa lama aku ketiduran dimobil.Betapa malunya....


"Terimakasih sudah mengantar ku"ujar Fiona sambil membuka pintu.


"Fiona...jika tidak keberatan aku ingin menjadi pengganti Rayhan dihatimu"guman Rio lirih tapi cukup terdengar oleh Fiona.Fiona hanya diam dia tidak tahu harus menjawab apa.Wajahnya terlihat bingung dan juga sedikit terkejut.


Sampainya dikamar Fiona langsung menghempaskan tubuhnya ke ranjang yang empuk.Membenamkan wajahnya ke bantal.

__ADS_1


"Hari yang melelahkan"guman Fiona terdengar samar.Sedih....dia sangat sedih.Marah...dia sangat marah,marah kepada diri sendiri yang terlihat bodoh.Kenapa harus terperangkap dalam perasaan yang menyiksa batinnya.


Dia merasa lelah dengan semuanya.Merasa dirinya hancur.Hari yang tidak bisa dia gambarkan hanya air matanya yang terus menetes.Keputusan yang membuat dirinya menyesal.Berbohong berkata membecinnya tetapi nyatanya mencintainya.


Tidak lama kemudian Fiona terlelap dalam tidurnya dengan masih memakai dress vintagen dan juga tidak menghapus make upnya.Dia melihat seorang gadis disebuah rumah yang sangat asing baginya.Dalam hati bertanya apakah aku bermimpi?Kenapa aku ada disini?.


Fiona bertanya-tanya dia tidak menyadari kalau dirinya pelepasan jiwa.Dia terus mengekori gadis tersebut sampai disudut ruangan,disana ada seorang gadis satu lagi sedang berbincang dengan gadis tersebut.


Yang membuat Fiona sedikit terkejut gadis yang satunya adalah Agni.Saat Fiona mencoba mendekati.Gadis itu dan Agni berjalan ke lorong lalu berbelok kekiri tetapi saat Fiona sampai disana.Dia tidak melihat siapa-siapa Agni dan gadis itu hilang.


"Apa kamu mencariku?"tanya gadis tersebut tiba-tiba berdiri dibelakang Fiona dan membuat Fiona terkejut lalu menoleh kebelakang.


"Apa kamu bisa melihatku?"tanya Fiona sedikit heran.


"Iya aku bisa melihatmu"Fiona terkejut mendengar jawaban gadis itu.Dia orang yang ketiga yang bisa melihatku batin Fiona.Tunggu...gadis ini sepertinya aku pernah melihatnya,dia berfikir mencoba mengingat.


"Kamu..."tunjuk Fiona terkejut setelah mengingatnya.Saat dia ingin menanyakan namanya tiba-tiba ada sesuatu yang menarik jiwanya lalu kembali lagi.


Jam beker berbunyi menunjukan jam 5:30.Fiona terbangun lalu mematikan jam beker tersebut.Dengan langkah malas dia pergi kekamar mandi mencuci muka dan sikat gigi.Menatap dirinya dipantulan cermin sambil mengingat kejadian semalam.Dia bertemu gadis itu tetapi sialnya dia belum sempat menanyakan namanya.Berarti gadis itu bukan hantu melainkan manusia.Tetapi yang membuat Fiona sedikit heran kenapa ada Agni juga dan kenapa juga gadis itu membuat dirinya terkunci di gudang sekolahan?Apa ada kaitannya dengan Agni?


Fiona melangkah turun dari tangga menuju ke dapur dilihatnya tante Stella sedang memasak.


"Tante Fiona pergi dulu mau bersepeda"tante Stella menoleh.


"Kamu ga apa-apa ?"tanya tante Stella sedikit berteriak karena Fiona sudah jalan keluar.

__ADS_1


"Fiona baik baik saja"teriaknya lalu mengayuh sepeda.Tante Stella merasa khawatir karena semalam dia mendengar tangisan Fiona dari kamarnya.Dia takut kalau Fiona akan melakukan sesuatu yang tidak diinginkan.Apalagi Fiona sedang patah hati yang akan membuat kurang konsentrasi.Tante Stella merasa tidak tenang merasa akan terjadi sesuatu yang buruk.


Fiona mengayuh sepeda sambil mendengarkan lagu-lagu dari handphone.Menghirup udara pagi yang masih segar untuk menghilangkan patah hatinya.Dia ingin semangat kembali melangkah maju melupakan rasa sakit ini.Menghilangkan rasa pedih.Fiona menatap langit dia berharap hari ini yang terakhir untuk merasakan sakit hati.


Setelah merasa lelah Fiona berhenti lalu duduk di kursi panjang yang terletak disana sambil minum.Tiba-tiba ada seorang gadis dengan langkah cepat datang lalu....PLAK!!!sebuah tamparan keras mendarat dipipi Fiona.Membuat Fiona terkejut dengan tampar an tersebut,dia memegang pipinya yang terasa sakit.


"AGNIIII..."teriak Fiona marah.Tidak habis fikir dengan apa yang dilakukan gadis tersebut.


"Ini semua gara-gara kamu"sambil mendorong Fiona."Karena kamu semua rencana ku hancur dan sekarang mereka sudah bertunangan.Kenapa kamu tidak mati saja saat dikolam renang?Kenapa kamu masih hidup dan mempengaruhi Angel menjadi baik kepadamu"


Fiona menangkap tangan Agni menatapnya dengan amarah dan bingung dengan apa yang dimaksud."Jangan salahkan aku atas rencanamu itu semua tidak ada hubungannya dengan ku.Mereka bertunangan bukannya itu hal yang bagus."


Agni tersenyum sinis "Heh..hal bagus katamu!jangan terlalu naif kamu Fiona aku tahu kamu masih mencintai Rayhan.Asal kamu tahu Fiona jika rencanaku tidak dihancurkan olehmu mungkin yang bertunangan dengan Rayhan adalah diriku"


Fiona terkejut dengan ucapan Agni lalu menatap Agni penuh dengan amarah ingin rasanya menampar balik.


"Gadis jahat sepertimu Agni tidak pantas untuk Rayhan."


"Kurang ngajar kamu Fiona...Kamu Fikir gadis naif yang sok baik seperti mu pantas untuk Rayhan.Hah!"Fiona mengangkat tangannya ingin menampar Agni tapi seketika itu juga ia tersedar apa bedanya dengan Agni.Dia menurunkan tangannya.


"Setidaknya aku tidak sejahat kamu Agni demi cinta sampai mencelakai orang lain dan tidak bisa membedakan hal baik dan buruk.Kamu sungguh kejam Agni setelah apa yang kamu lakukan kepadaku, aku akan selalu mengingatnya."Fiona berkata dengan tegas lalu mengambil sepedanya dan mengayuh pergi.


"Sialan kamu Fiona aku tidak akan membiarkan kamu hidup lagi "ucapnya penuh dengan amarah,matanya memancarkan kebencian yang amat dalam.Dan setan mana yang telah merasuki tubuh Agni.Dia masuk kedalam mobil yang tidak jauh parkir dari tempat itu.


Dia membanting pintu mobilnya dengan keras lalu mengikuti Fiona dari belakang.Perasaan marah dan dendam itu sampai membutakan hatinya.Fiona mengayuh sepeda menyebrang jalan,dia masih kesal dengan sikap Agni yang tiba-tiba datang menamparnya dan menyalahkan dirinya.

__ADS_1


"Dia fikir hanya dia yang patah hati"gumannya dengan kesal.Dari kejauhan Rio sedang berlari kecil seperti nya dia sedang jogging.Saat Rio melihat Fiona mau menyebrang jalan,dia melambaikan tangan ke arah Fiona.Fiona melihatnya lalu dia mengayuh menghampiri Rio.Tetapi di tengah-tengah jalan ada sebuah mobil dengan melaju cepat menabrak Fiona.


BRAAAAKKK!!!!BAAAAM!!


__ADS_2