HER SECRET LIFE

HER SECRET LIFE
Jamuan makan malam.


__ADS_3

Mengulang kembali jalan cerita dari sebuah kisah.Pagi harinya wanita itu terkejut,saat terbangun di kamar yang bukan miliki.dia mengedar pandangan sekeliling ruang kamar tersebut dan tiba-tiba dia mendadak amnesia lagi.


"Aku siapa dan ada dimana??"gumannya sambil mengingat kejadian semalam.Yang dia ingat bahwa semalam dia terkunci ditoilet lalu ada seseorang lelaki yang membukakan pintu selepas itu dia pingsan.


"Jangan bilang....??"teriaknya lalu mengecek tubuhnya.Dia bernafas lega ternyata masih memakai gaun dan sepertinya tidak terjadi sesuatu yang buruk.Wanita itu bangun dari ranjang lalu berjalan mengendap-ngendap keluar dari pintu kamar.


Berharap tidak bertemu dengan pemilik rumah dan akan membuatnya merasa malu dengan kejadian semalam.Saat dia menutup pintu kamar terdengar suara deheman sosok lelaki membuat wanita itu langsung menegakan tubuhnya.


"Ternyata kamu sudah bangun.."lelaki itu berkata sambil mengambil minuman dari kulkas di dapur yang tidak jauh dari kamar tersebut.Dengan reflek wanita itu membalik badan menoleh kearah suara itu.


Dan betapa kagetnya,dia memandang lelaki itu dengan tatapan tidak percaya.Seorang lelaki asing yang sedang minum air sambil berdiri didepan kulkas hanya memakai handuk.Memperlihatkan bentuk dadanya


yang bidang terlihat otot -ototnya yang kekar dan six peck.


Wanita itu menelan ludah sambil memalingkan wajahnya kearah berlawanan.Sebuah pemandangan yang membuat hati para wanita meronta-ronta.Terdengar langkah kaki mendekati wanita itu,dengan langkah cepat wanita itu kabur lari keluar.


"Hei kau..."panggil lelaki itu terhenti karena terdengar suara handphone berdering seperti seseorang memanggil.Lalu dia kembali ke meja dapur dan meraih handphone tersebut lalu menjawabnya.


"Halo..apa kau sudah menemukan yang aku suruh..?"tanya lelaki itu dengan orang yang didalam telepon.


" Hmmm...Natasha wilona.."lelaki itu berkata sambil tersenyum menyringai.


Wanita itu bernafas lega ternyata lelaki tadi tidak mengejarnya sampai keluar dari apartemen tersebut.Namun saat dia keluar dari sana,dia merasa familiar dengan lorong apartemen tersebut.


"Lorong ini seperti apartemen punya ku..?"wanita itu berkata sambil mengamati lalu melihat no disebelah apartemen tadi.

__ADS_1


"OH...tidak!!!"pekik wanita itu terkejut ternyata apartemen lelaki itu sebelahan dengan apartemen nya,dia di no 304 sedangkan punyanya di no 305.Apa ini suatu kebetulan?seperti nya dia mengalami hari yang sial.


Wanita itu membaca biodata lagi tentang identitas barunya.Sebelum pergi ke kantor dia menghafal biodata tersebut.


"Natasha wilona...ingat namanya Natasha bukan Fiona.."dia menghafal sambil menghirup udara membuangnya perlahan semoga hari pertama masuk kerja tidak membuat kesalahan.Ting....suara handphone berbunyi seperti sebuah pesan masuk.Dia membukanya lalu membaca.


"Selamat pagi nona Natasha saya Anton supir anda...saya sudah siap menunggu nona di loby".


Natasha meraih tasnya lalu turun ke loby apartemen sambil berharap tidak bertemu lelaki tadi.Hari ini dia menemani Pak Herman meeting dengan klien.Kata Pak Herman klien ini orang penting seorang ceo muda yang cukup terkenal.Jika kerja sama dengannya berhasil akan meningkatkan perusahaan.


Natasha menyuruh Anton supirnya langsung menghampiri Pak Herman di tempat yang sudah dijanjinkan.


"Selamat pagi pak.."sapa Natasha menghampiri Pak Herman yang tidak lain adalah om nya sendiri.


Saat membaca biodata tersebut,dia sedikit tertarik dengan nama klien yang akan dia temui.Rio Prasetyo gumannya dalam hati nama yang tidak asing ditelingah,seperti dia mengenalnya tetapi kapan?.Dia tidak bisa mengingatnya sama sekali.


Natasha mencoba menenangkan jantungnya yang berdebar sedikit gugup sebelum pintu itu terbuka mempersilakan Pak Herman dan Natasha masuk.Saat pintu itu terbuka jantung Natasha berdebar kembali bahkan lebih kencang dari sebelum nya.Betapa tidak?klien yang dia temui sekarang adalah lelaki yang dia temui tadi pagi.Lelaki yang hanya memakai handuk dipinggangnya dan mengekpos dada bidangnya.


"Selamat pagi pak saya Pak Herman kami dari perusahaan properti dan ini..."Pak Herman berkata sambil menyenggol lengan Natasha yang sedang bengong.


"Ah...saya Natasha manager baru Pak Herman"kata Natasha sambil mengulurkan tangannya.


Lelaki itu menyambut uluran tangan Natasha sambil tersenyum menyeringai seperti seekor rubah menemukan seekor kelinci cantik.


"Senang bertemu dengan anda,saya tidak menyangka kalau akan bertemu lagi.."kata lelaki tersebut yang tidak lain adalah Rio Prasetyo seorang ceo.Katanya terdengar tenang tetapi ada arti tertentu.

__ADS_1


Genggamannya kuat,dan seolah sengaja ,Rio sengaja tidak melepaskan.Rio menggenggam tangan Natasha lebih lama dari seharusnya membuat Pak Herman berdehem mengingatkan. Akhirnya Rio melepaskan genggamannya.


Pak Herman menatap Natasha dan Rio lalu bertanya "Apa kalian sudah saling kenal?".


"Iya saya pernah bertemu..." Rio belum selesai bicara langsung disela oleh Natasha.


"Maaf bukanya kita membahas tentang kerja sama"ujar Natasha mengalihkan topik pembicaraan sambil menatap Pak Herman untuk membantunya.Rio tersenyum melihat Natasha yang terlihat tidak ingin membahas soal pertemuannya.


Setelah selesai membahas tentang kerja samanya dan Rio menyetujuinya lalu mereka saling berjabat tangan.Ketika tangan Natasha menjabat tangan Rio kembali,Natasha langsung merasakan tatapan tajam dari sorot mata abu-abunya.Kembali tersenyum sambil mengatakan.


"Nona Natasha saya harap setelah kerja sama ini.Anda bersedia menerima ajakan saya untuk menghadiri jamuan makan malam bersama teman -teman saya"tangannya masih belum dilepaskan.Natasha mengangkat alisnya sambil memandang Pak Herman meminta bantuan,tetapi sayangnya Pak Herman malah menatap Natasha dengan tatapan rejeki- nomplok -sayang- kalau- di -tolak.


Seperti nya Rio sengaja mengajukan ajakan tanpa melepaskan tangan Natasha sebelum dia menerima.Tidak ada pilihan kecuali harus menerimanya bukan?dengan terpaksa Natasha menerima ajakan tersebut.


"Terimakasih atas ajakannya saya sungguh terhormat."baru Rio melepaskan tangan Natasha.


"Oke ..nanti malam jam tujuh saya jemput anda "sambil menebar senyum mempesona.Membuat Natasha mengumpat dalam hati sial senyumnya terlalu menyilaukan.Lalu buru-buru Natasha keluar dari ruangan tersebut menyamai jalannya dengan Pak Herman.


Dengan wajah cemberut ingin memarahi Pak Herman selaku om nya yang tidak membantu.


Tetapi sebelum Natasha membuka mulut Pak Herman sudah bicara duluan.


"Bagus Natasha kamu menerima ajakan Rio,dia orangnya berwibawa,baik dan juga sangat menghormati wanita.Jangan kamu sia-siakan siapa tahu kalian berjodoh."


"WHAT!"pekik Natasha menatap Pak Herman tidak percaya bisa-bisanya mengatakan seperti itu.Dengan gampangnya mendukung Rio.Om Herman tidak tahu apa yang sudah terjadi?dan laki-laki seperti apa Rio.Lelaki yang hanya memakai handuk memamerkan dada dan ototnya yang kekar membuat Natasha blus wajahnya memerah mengingat kejadian tadi pagi.

__ADS_1


__ADS_2