HER SECRET LIFE

HER SECRET LIFE
Salah Paham


__ADS_3

"Ha..ha ha...muka kamu kenapa??"Tanya Fiona saat melihat Rio didepan pintu gerbang sekolah.Sedangkan Rio kesal melihat Fiona tertawa.


"Ini semua gara-gara kamu!"kesalnya sambil mengepal tangan.


Rio merasa kesal atas kejadian semalam.Ya..gara-gara Fiona pelepasan jiwa disaat waktu yang tidak tepat.Secara tiba-tiba muncul dikamarnya saat Rio belum tidur.Dia berdiri didepan Rio yang sedang membalik badan setelah selesai belajar.


Dan mereka berteriak karena terkejut.Rio pun menuduh Fiona seorang penguntit.Sedangkan Fiona tidak terimah dibilang seorang penguntit Iapun menyangkalnya kalau dirinya bukanlah seorang penguntit.


Meskipun Rio seorang lelaki yang tampan dan juga berbadan kekar.Namun bukanlah berarti Fiona harus menguntit ,karena itu bukanlah sifat Fiona.Tetapi Rio tetap tidak percaya dengan pernyataan Fiona malah memojokan Fiona sampai diujung kamar.Terpaksa Fiona harus membuang muka.


Karena wajah Rio sangat dekat dengannya .Bahkan aroma tubuhnya tercium oleh Indra penciuman Fiona membuat Fiona merinding menahan hawa dingin.Iapun menelan ludah melihat lekuk tubuhnya Rio yang kekar.Apalagi Rio termasuk laki-laki yang masih muda belum terjamah.


Dan lebih parahnya lagi Rio saat wajahnya dekat dengan Fiona tanpa sengaja matanya melihat belahan dada Fiona yang sembunyi dari balik gaun tidur membuat Rio mimisan.


Fiona pun berteriak sambil menghantam kepalanya ke wajah Rio membuat Rio merintih kesakitan.Lalu menarik tangan Fiona membuat mereka terjatuh dengan posisi Rio dibawah Fiona diatasnya.Atas kejadian tersebut Rio tidak dapat tidur karena Fiona masih ada dikamarnya.Duduk disofa yang berhadapan kesamping ranjang sambil menatap dirinya membuat Rio frustasi tidak dapat tidur.


Bagaimanapun juga dia masih laki-laki normal yang masih lajang.Dan suasana kamar tersebut menjadi panas membuat Rio merasa gerah.Suhu dalam tubuhnya menjadi naik.Wajahnya juga menjadi merah merona.Apalagi dengan penampilan Fiona yang memakai piyama tipis selutut.


Membuat Rio menahan menelan ludah.Iapun mengalihkannya dengan cara berolahraga push up dan Scot jam .Sedangkan Fiona hanya memandang dengan tatapan bingung.Malam-malam bukannya tidur malah olahraga dasar aneh.


Lingkaran hitam seperti mata panda dan juga luka lembam diwajah Rio membuat siswa-siswa lain menatapnya dengan perasaan aneh tidak seperti biasanya Rio seperti itu.


"Ini semua karena gara-gara kamu yang membuat aku seperti ini.Awas saja aku tidak akan melepaskan kamu..!Aku akan membuat perhitungan denganmu!" ancam Rio .


Sedangkan Fiona hanya menjulurkan lidah


"Silakan saja aku ga takut"ujarnya lalu pergi menghampiri Diana didepan kelas.


Rio memandangnya dengan tatapan kesal.Baru kali ini dia diperlakukan seperti ini oleh seorang gadis.Cakka melihat Rio berdiri dikoridor Ia menghampiri memeluk pundak Rio.Disaat Rio menoleh kearahnya,Cakka tertawa melihat wajah Rio mirip panda dengan lingkar hitam dibawah mata.


Hampir saja Ia tidak mengenali Rio,sedangkan Rio makin kesal dibuatnya lalu memukul kepala Cakka.


"AUUUH...!sakit Rio"

__ADS_1


Rio mlengos Pergi tidak memperdulikan Cakka yang merintih kesakitan.


"Ya...Rio !!sialan tu anak"


Pelajaran pun dimulai Pak Agus selaku wali kelas datang mengajar IPA .Ketika Fiona mengambil buku dilaci ada secarik kertas terjatuh ,dia mengambil kertas tersebut.


"Aku tunggu kamu ditempat renang.."dan dibawahnya tertulis nama.


"Rayhan??"


Dia bertanya dalam hati mungkinkah Rayhan ingin meminta maaf atas kejadian kemarin.Fiona memandang Rayhan yang duduk dipojok kanan belakang.Ia merasa tidak yakin kalau surat itu darinya namun Ia ingin tahu mungkin saja Rayhan yang menulisnya.


Setelah pelajaran selesai Fiona bergegas menoleh kearah Rayhan namun sayangnya Rayhan sudah pergi.Dia ingin menanyakan apa dia yang menulis dikertas itu?.Fiona pun langsung pergi ketempat renang menemui Rayhan.Namun sampainya disana tidak ada siapapun.Fiona juga mencoba memanggil.


"Rayhan ..Rayhan"


Tidak ada jawaban Fiona merasa kalau tulisan dikertas tersebut sebuah jebakan.Dan di saat Fiona mau membalik badan tiba-tiba ada seseorang yang mendorong Fiona,sehingga ia terjebur ke kolam renang.


"TOLONG...!"teriak Fiona karena tidak bisa berenang.


"TOLONG..!"


Tidak ada jawaban.Fiona hanya bisa berharap ada orang yang mau menolongnya.Lama-lama ia sudah tidak bisa menahannya kakinya terasa kram.


"To...long"suaranya semakin lirih.


Cakka selesai ganti baju renang lalu ia menuju kekolam renang.Dia terkejut mendengar suara orang minta tolong.Dia pun langsung melompat ke kolam renang menolong Fiona yang hampir tenggelam.


"Fiona..Fiona?"panggilnya sambil push dadanya.


"Ayo bangun Fiona"panggil Cakka dengan wajah takut.


Ia merasa cemas melihat Fiona masih belum bangun apalagi darah segar keluar dari dahinya.Seperti luka yang kemarin membuka.

__ADS_1


Cakka mendorong dada Fiona dengan keras agar Fiona menumpahkan air.


"Huuukk!"akhirnya Fiona menumpahkan air yang Ia telan.Cakka merasa lega melihat Fiona akhirnya sadar juga.


"Syukurlah kamu sadar"ujarnya sambil bernafas lega.


Saat Fiona membuka mata dia langsung memeluk Cakka.Tubuhnya bergetar karena ketakutan.Cakka terkejut melihat Fiona yang secara tiba-tiba memeluknya.Tanpa sadar Fiona menangis dipelukan Cakka,atas kejadian itu mengingat kan traumanya dulu waktu Fiona kecil dia pernah tenggelam dikolam renang.


Cakkapun mencoba menenangkan Fiona.Ia mengusap punggung Fiona agar dia bisa merasa tenang.


"Jangan takut Fiona ada aku disini"sambil melepas pelukan Fiona.Ditatapnya gadis tersebut darah dari dahi Fiona menempel dibahu Cakka.


"Ya ampun Fiona darah kamu makin banyak"


Fiona pun mengusap dahinya lalu ia pingsan,membuat Cakka semakin ketakutan.Dalam keadaan Cakka masih pake baju renang,dia langsung menggendong Fiona ke UKS.Disepanjang jalan semua siswa memandangnya dengan perasaan penasaran.


Sebagian fansnya Cakka berteriak melihat Cakka telanjang dada namun mereka juga kesal melihat gadis yang di gendong.


"Betapa beruntungnya gadis itu?"


"Dasar gadis sialan suka membuat masalah "ujar salah satu siswa yang membenci Fiona.


Rio dan Diana langsung menghampiri Cakka.Mereka terkejut melihat Fiona berlumuran darah.Ditatapnya Cakka.


"Apa yang terjadi?"tanya mereka.


"Itu tidak penting sekarang.Sekarang yang penting cepat panggil Bu Wita!"suruh Cakka


Riopun langsung berlari ke ruang guru mencari Bu Wita selaku dokter disekolahannya.


"Bu tolong ..."dengan suara terenggah-enggah."Bu cepat ke UKS,Fiona pingsan dahinya berdarah"


"Kenapa bisa seperti itu?"

__ADS_1


"Tidak tahu Bu"ujarnya membuat bu Wita mengkerutkan dahi.Kemudian mereka berlari menuju ruang UKS.


__ADS_2