HER SECRET LIFE

HER SECRET LIFE
Patah hati


__ADS_3

 


Jika ada seorang gadis...


Duduk dijalanan dengan air mata


Itulah aku...dengan luka hatiku


Maukah kau mengulurkan tanganmu


Menari dibawah derasnya hujan...


 


Mobil Nissan GTR terparkir cantik disana.Rio menyuruh Fiona masuk kedalam mobilnya.Memakai sabuk pengaman,dilihatnya Fiona masih belum memakai sabuk pengaman lalu Rio mendekat membantu memasangnya.


"Mau apa kamu?"Fiona bertanya dengan nada terkejut melihat Rio mendekat dengan jarak hanya beberapa cm dengan posisi arwkwk.Rio menunjukan sabuk pengaman.


"Hanya ingin memasangkan ini"ujarnya kembali duduk lalu menjalankan mobilnya.Fiona merasa malu karena sudah berfikir yang tidak-tidak.Wajahnya terlihat merona.


"Apa kamu tidak senang melihat Rayhan bertunangan?"Rio bertanya mencairkan suasana yang sepi.Sesekali Rio melirik Fiona melihat expresi wajahnya.Sebuah pertanyaan yang menohok buat Fiona.Senang?ya aku sangat senang sampai ingin mati rasanya karena sangat menyakitkan hatiku ,dalam hati berkata.

__ADS_1


Fiona menghela nafas pendek mencoba menghirup udara agar masuk kedalam rongga-rongga paru-paru yang terasa sesak.


"Ya..aku senang"sambil memasang senyum palsunya.


"Apa kamu yakin?aku melihat ada kesedihan di wajahmu"sambil fokus dengan menyetir.


"Ha...ha..ha..aku tidak sedih"menunjukan wajah senangnya yang terlihat sangat aneh.Karena pada kenyataannya dia sedih.


"Jangan berpura-pura merasa senang Fiona.Aku tahu kamu sangat sedih melihat mereka bertunangan.Karena dalam hatimu, kamu masih mencintai Rayhan.Bahkan aku melihatmu menangis "Fiona terdiam hanya memandang Rio,apa yang dikatakan itu memang benar.Fiona tidak membantah.


"Lalu....apa kamu akan mengasihaniku?"sambil tersenyum sinis."Karena aku terlihat menyedihkan berpura-pura senang.Atau kamu akan membenciku karena aku bersedih diatas kebahagian mereka."ujar Fiona dengan nada marah.Dia marah dengan Rio,seolah-olah dia memahi dirinya.Lalu ikut campur dalam urusannya.


Fiona melihat ada sebuah club didepan dia minta Rio menghentikan mobilnya." Berhenti Rio".


Rio terkejut menatap Fiona"Kenapa?"


"Aku ingin kamu turunkan aku didepan"ujar Fiona sambil memaksa membuka pintu mobil.


"Fiona apa yang kamu lakukan kamu marah kepadaku?"Rio bertanya sambil melihat Fiona turun dari mobilnya.Dia berteriak kepada Fiona.Fiona melangkah menuju ke rumah club tersebut tetapi langkahnya dihentikan oleh Rio.


"Apa kamu gila?!!"teriak Rio melihat Fiona nekat.

__ADS_1


"Lepaskan aku Rio.jangan pedulikan aku.seolah-olah kamu bisa merasakan apa yang aku rasakan?"sambil menghempasakan tangan Rio.Tetapi Rio tetap menggemgam tangannya menarik Fiona menjauh dari pintu masuk club tersebut.


"Aku tahu kamu sedang patah hati!tapi bukan begini caranya Fiona.Memang aku tidak bisa merasakan apa yang kamu rasakan sekarang.Tetapi kamu jangan sampai membuat dirimu seperti ini"Rio menatap Fiona dengan frustasi."Apa kamu tidak tahu didalam sana banyak laki-laki hidung belang apalagi dengan pakaian kamu sekarang"


Fiona memandang Rio kesal."Bukannya kamu bilang aku sangat jelek dan pakai ku menyakitkan matamu"ujar Fiona mulai Meneteskan air matanya.


Rio mendengus kesal "Apa kamu tidak memahami apa yang aku katakan tadi?apa aku harus berkata jujur.Kamu sangat cantik Fiona sampai membuatku tidak dapat berhenti untuk tidak memandangmu.Puas!"


Fiona sedikit speechless mendengarnya dan malah membuatnya semakin keras menangis sampai membuat orang yang lalu-lalang disana memandang ke arah Rio.


"Lihat laki-laki yang tidak bertanggung jawab"bisik seorang wanita bersama temannya.


"Apa dia dicampakan olehnya?"Rio yang mendengar bisikan mereka sedikit salah paham dan tidak enak untuk didengar.Memandang Fiona frustasi dan kesal.Lalu menarik Fiona masuk kedalam mobil.Membiarkan dia menangis disana dan memberi bahunya untuk bersandar.


Rio merasa tidak percaya dia sejauh ini melibatkan diri demi Fiona.Betapa malunya tadi dia berbicara jujur kepadanya.Haisss....sial umpat Rio dalam hati.Sampai didepan rumah Fiona.Rio memanggil Fiona.


"Fiona sudah sampai"tetapi sayangnya orang yang dipanggil malah tertidur pulas.Dia memandang wajah Fiona lekat-lekat.Dilihatnya gadis tersebut sedang tidur.Dia merasa sedih melihat Fiona setiap menangis rasanya seperti disayat pisau.


Dia membenarkan jasnya menutupi tubuh Fiona biar tidak kedinginan tetapi sayangnya dengan posisi yang sedikit arwkkk itu Fiona terbangun,sontak membuat Rio terkejut.


"Apa yang kamu lakukan?"

__ADS_1


__ADS_2