Hey, My Sweet Window!

Hey, My Sweet Window!
So sweet banget


__ADS_3

Alarm Ponsel Mika berbunyi, mata yang tadi masih terpejam mulai mengerjap. Tubuh mungil itu menggeliat malas, tangannya meraih Hp lalu mengusap pelan. Suara alarm kemudian berhenti. Masih pukul 5 pagi.


Mika belum beranjak dari tempat tidur, ia malah memainkan ponsel. Memeriksa aplikasi media sosial, membalas beberapa pesan masuk lalu sebentar memainkan game ponsel.


Hari ini hari sabtu, hari pendek sekolah, cuma ada senam dan istirahat di 1 jam pertama, lalu dilanjut mata pelajaran seni dan budaya 2 jam tatap muka. Akhir pekan siswa-siswi SMA 1 sudah bisa pulang pada pukul 10.00 WIB siang. Untuk Mika dan anak-anak rantau tentu saja jam pendek ini sangat menguntungkan, karena bisa mereka manfaatkan untuk pulang kampung.


Sudah bukan hal langka lagi untuk area komplek lapangan kelapa akan sepi jika di akhir pekan, rata-rata anak kos akan mudik ke kampung halaman masing-masing dan akan kembali di minggu sore.


Mikapun berencana mudik seperti biasanya. Mika mengetik pesan pada Leni teman sekampungnya, untuk janjian mudik nanti sore. Dia masih bermalas-malasan di atas kasur. Ketukan di pintu membuatnya mulai bangkit duduk.


"Mika, kamu gak sekolah apa?" terdengar suara Rania memanggil.


Mika melihat jam menunjukkan pukul 05.30 WIB, ya ampun cepet banget, perasaan tadi masih jam 05.00.


"Iya, kak, aku sudah bangun, kok"


"Gih, mandi mumpung kamar mandinya kosong", Rania setengah berbisik dari luar.


Kamar mandi di kosan Alaka memang hanya 1, yang membuat 7 penghuninya harus saling menunggu jika ingin menggunakan.


Untungnya siswa SMA di kosan ini hanya Nancy dan Mika, 5 lainnya Mahasiswa yang hanya sesekali butuh mandi cepat karena ada mata kuliah pagi. Yang paling sering berebut antri kamar mandi pagi si Nancy dan Mika, entah kenapa Nancy jika di dalam kamar mandi butuh waktu hampir 30 menit, yang pasti akan membuat Mika telat pergi ke sekolah jika keduluan mandi oleh Nancy.


Setelah mendengar bisikan Rania, Mika bergegas membuka pintu dan lari ke belakang sembari menyambar perlengkapan mandi dan handuk. Sayangnya, Nancy sudah lebih dulu masuk ke kamar mandi.


Mikapun akhirnya memutuskan kembali ke kamar, namun, ia teringat sesuatu. Mika saat ini menuju kamar Rania sambil cemberut.


Mika menempelkan badannya lesu di pintu kamar Rania, lalu terduduk lunglai di depan pintu.


"Kak, sudah keduluan Nancy, huft"


Sudah hal biasa sejak masuk ke kosan Alaka, di pagi hari akan ada muka manyun Mika, sebelumnya Nancy sudah diperingatkan teman kos lain perihal durasi mandinya yang sok Ratu itu, tapi Nancy memilih bertengkar dengan mereka, sehingga sekarang Mika memilih diam ketimbang merusak mood pagi-pagi.

__ADS_1


"Makanya, alarm bunyi langsung bangun...", Rania meledek.


"Kak, sebenernya aku mau cerita, jadi, semalam cowok ganteng yang di toko pojok itu ngajak aku kenalan, yang namanya Dandi Hilman itu, " Mika membuka cerita.


Rona wajah Rania jadi secerah mentari, dia mulai hikmat mendengar cerita Mika, meninggalkan buku di tangannya dan kemudian medekat ke pintu.


"Terus, terus..." Rania bersemangat.


"Kayaknya bener, deh, kak, kata temen kakak kemaren, kalo si Dandi itu emang beneran playboy," Mika melanjutkan.


Rania makin tersenyum.


"Kak, ih... malah senyam senyum", Mika menggoyang tubuh Rania


"Ya ampuuun, Dandi so sweet banget, ya, segitunya mau dekat sama aku sampai ngajakin kenalan orang yang bersama aku," kata-kata konyol muncul dari mulut Rania.


Mika kaget. Loh, kok jadi so sweet, sih.


"Hei, kak, sadar, dong,... kalau Dandi cowok baik-baik kenapa dia ngajakin aku kenalan coba, baru juga pertama ketemu, apa coba namanya kalau bukan playboy." Mika menjabarkan asumsinya.


Mika hanya manggut-manggut tanda mengerti.


Oh, jadi cowok nyebelin itu dekatin aku untuk jadi mak comblang, dia mau ngorek info soal kak Rania dari aku.


"Beneran dia gak pernah nembak cewek? Kakak kata siapa?" Mika menyelidik.


"Iya, kemarin pulang dari kampus, kakak ketemu Robi, temen akrabnya Dandi, Dia lagi makan di warung depan. kebetulan kakak makan siang di sana kemarin, terus kita ngobrol-ngobrol, makanya kakak kemaren pulang sampai jam 3, keasikan ngobrol", Rania terkekeh.


"Bearti kalo cerita kak Robi benar, Kak Dandi bukan playboy, dong, gitu, ya maksut kakak", Mika menggaruk kepala yang tidak gatal.


Rania mengangguk.

__ADS_1


"Eh, mana bisa begitu,..." Mika tiba-tiba nge gas.


"Kakak, kan, bilang kemaren mantan kak Dandi semua diputusin sepihak, ya walaupun mereka yang nembak duluan, tapi kan jahat itu namanya kalau seperti itu, "Mika menyatakan kenyataan dengan menggebu-gebu.


"Au ah, yang penting sekarang Dandi suka sama kakak, dan kakak akan bikin Dandi bertekuk lutut pada kakak sampai-sampai dia gak punya waktu berpikir untuk ninggalin kakak kayak yang dia lakukan ke mantan-mantannya", Rania berkata dengan pedenya.


"Hadeeeeeeh..." Mika menepok jidatnya.


Sosok Nancy yang datang dari arah belakang membubarkan obrolan Rania dan Mika, Mika bergegas lari untuk mandi, jam sudah menunjukkan pukul 06.05.


****


Pukul 06.30.


Dandi sudah membersihkan diri, sudah rapi di depan cermin panjang yang menggantung di dekat meja.


Dia ada mata kuliah pagi, namun, yang membuatnya rapi sepagi ini bukan kampusnya melainkan rencana yang semalam muncul di otaknya.


Dia bergegas keluar, dia membawa ransel kecil di punggung, mengunci pintu kamar lalu menuju garasi temapat motor sportnya berada.


Aktifitas di Asrama cepek pagi ini masih ramai, beberapa teman kos menyapa Dandi yang di sambut lambaian tangan oleh Dandi. walaupun belum sempat berkenalan nampaknya penghuni kos di sini cukup mudah bergaul dan ramah.


Dandi menaiki motor sportnya ke arah SMA 1, dia berhenti di depan rumah bertuliskan Sarajevo de homme. Rumah itu berada di sebelah Toko pojok. Sedang toko pojok berada tepat di sebelah gerbang masuk SMA 1. Iya, itu adalah kosan Robi teman kampus Dandi.


Dandi sengaja tidak langsung masuk. Dia hanya duduk di atas motor sportnya, jaket dan helm yang ia kenakan sudah tersampir di bagian depan motor, Dandi mulai sibuk menatap ponsel di genggaman.


Beberapa siswi yang lewat, membuat suara berisik setelah melihat lelaki tampan yang saat ini bebas di pandang seperti pameran lukisan. Sosok sempurna Dandi membius banyak mata yang melewatinya. Jarak antara motor Dandi dan jalan raya hanya terhalangi tembok pagar setinggi 1 meter. Sehingga tubuh dan tampang mempesona Dandi sangat mudah terjamah mata yang memandang.


Nancy dan Mika sudah keluar dari pintu kos. Nancy memilih membersamai Kayla dan Tirta teman sekelasnya. Sedang Mika ditinggal sedirian di belakang. Walaupun Nancy dan Mika satu kosan hubungan mereka memang tidak terlalu dekat. Malah sering cekcok karena masalah kamar mandi.


Mika berjalan masih sambil memikirkan obrolannya dengan Rania.

__ADS_1


Apa benar, sesederhana itu. Kak Dandi ngajak kenalan untuk menggali info soal kak Rania, tapi kenapa pakai ngasih lolipop dan surat segala.


Dunia percintaan emang selalu gak dimengerti para jomblo macem aku. hhhh


__ADS_2