
Rania masih bermain Ponsel di kosan. Mengecek akun sosial media sambil berbaring santai di kamarnya. Sabtu ini seperti biasa hanya ada 1 matakuliah selama 2 jam, pukul 10 sampai 12 saja. Selanjutnya dia akan pulang kampung seperti biasa. Masih ada sekitar 1 jam sebelum bersiap ke kampus. Jadi Rania memilih berselancar di internet.
Rania sedang mengomentari postingan seorang teman. Tak lama berselang Rania kembali ke halaman utama. Dan tak sengaja melihat postingan terbaru Dandi.
Setelah melihat sekilas postingan tersebut Rania mengubah posisi dari yang semula berbaring sekarang menjadi tengkurap. Itu dilakukan karena Rania ingin memperhatikan foto dengan seksama. Betapa terkejutnya Rania saat melihat sosok Mika di dalam foto yang barusaja Dandi upload. Rania terheran.
Dandi posting foto bareng Mika. Seingatku dia tak pernah posting foto yang ada wanitanya. Palingan foto sendiri atau lagi sama kawan-kawan lelakinya. Dan Dandi sangat jarang posting foto. Di akunnya hanya ada beberapa foto yang bisa di hitung dengan dua tangan saja. Tapi kenapa foto ini diposting. Sepenting apa acara ini untuk dia. Bukan. Sepenting apa Mika untuk dia. Dari caption foto sepertinya fokus foto ini memang ke Mika.
Rasa penasaran Rania sedikit tercampur rasa cemburu.
Sepertinya Dandi senang sekali bersama dengan Mika. Senyumnya ngembang banget.
Rania masih memperhatikan foto dengan seksama.
Tunggu, Apa sebenarnya maksut foto ini ya. Dandi mau menunjukkan apa.
Rania masih berpikir keras. Berusaha menerka-nerka. Karena memang Dandi tidak pernah memposting foto yang ada wanitanya di sosial media. Satu foto pacarnya pun tak pernah ada. Ini sedikit aneh. Rania akhirnya mencoba mengingat-ingat.
Akhirnya Rania yang penasaran menyelidik masuk ke akun Dandi.
"Tuh, kan. cuma ada foto Mika ini dan satu siluet yang aku pikir itu tubuh cewek. Lainnya foto lelaki semua." Rania ngomong pada diri sendiri.
Rania lalu mengingat-ingat sesuatu yang mungkin bisa jadi jawaban dari rasa penasarannya.
Pertama kali Mika ketemu Dandi di toko pojok, abis itu Mika bilang ngeliat Dandi di depan kosan. Setelah itu Mika pulang malem dan malam itu dia ketemu Dandi. Besoknya Dandi ke sini. Sore itu Dandi bahkan pergi setelah Mika pergi dengan Raka. Dan sekarang Dandi upload foto bareng Mika.
Rania mulai mengernyitkan Dahi. "Mencurigakan". Rania berucap sembari mengetuk-ngetukkan jari telunjuk pada layar ponsel yang ia pegang.
__ADS_1
Apa jangan-jangan Mika sebenarnya berhubungan dengan Dandi? Dandi tampan, pasti Mata Mika tidak buta untuk melihat itu. Awas saja kalau dia sampai berbohong di belakang aku. Rasa cemburu milik Rania benar-benar membuat Rania semakin penasaran.
Rania mengetik sebuah pesan dan mengirimkan pada Mika.
Tak lama berselang chat Rania dibalas. Rasa kesal memenuhi hati Rania. Rasa cemburu di hatinya membuat Rania memutuskan untuk menunggu cerita Mika tentang hari ini. Memastikan kecurigaannya pada adik kosan yang sudah disayanginya tanpa syarat. Rania akhirnya memutuskan tak jadi pulang sore ini, dia akan pulang kampung besok pagi saja.
Huft, semoga ini cuma prasangka aku saja. Semoga Mika tidak benar-benar berkhianat di belakang aku.
Rania akhirnya melanjutkan harinya dan bersiap ke kampus.
Sepulangnya Rania dari kampus, Rania tergesa ke kosan. Ia dengan tak sabar menunggu kedatangan Mika. Namun pada pukul 1.30 justru malah Nancy dan 2 temannya yang datang. Rania akhirnya hanya diam di dalam kamar mendengarkan pembicaraan 3 manusia yang sedang duduk-duduk di depan kamar Rania.
Mereka menunggu Mika juga rupanya. Batin Rania setelah mendengar celotehan para gadis itu.
Pukul 5 sore suara hening sudah tercipta, teman-teman Nancy sudah tak berisik seperti tadi. Rania memutuskan keluar kamar.
"Loh, kak Rania ada di kamar toh, gak pulang kampung?" Nancy bertanya heran. Aduh kak Rania dengar dong semua pembicaraan gue sama Kayla dan Rasti. Mana tadi kami semangat betul mengungkap ketidaksukaan pada Mika.
"Iya, kakak mau baliknya besok pagi. Hari ini capek. Mau istirahat. Mika kok belum pulang?" Rania yang mau ke belakang diurungkan, karena ingin mengintrogasi Nancy perihal Mika.
Nancy yang masih kesal menunggu Mika berjam-jam sampai dia tidak pulang kampung akhirnya muncul sifat aslinya. Ini kesempatan buat misahin dua sejoli kosan ini hihihi batin Nnacy cekikikan.
"Pasti lagi berduaan sama pacar kakak," Mulai kompor.
Rania terperanjat. "Yang bener kamu?" Nancy menarik tubuh Rania sampai terduduk di sampingnya.
"Kalau enggak percaya kakak lihat ini deh." Nancy membuka posel menunjukkan foto Mika berjalan berdua dan saat di dalam kelas. "Mesra banget kan mereka. Itu tadi Mika jalan berdua sama pacar kakak padahal personil lain jalan ber 4 di depan." Nancy makin mengompori. Terus ini, Nancy mellncari foto lain yang lebih mesra dari beberapa foto. "Lihat, mesra banget kan?"
__ADS_1
Rania yang penasaran akhirnya mengambil umpan, Dia mengambil ponsel Nancy dan menemukan banyak foto yang memang menjelaskan jika apa yang dikatakan Nancy tadi benar adanya. Rania tadi sempat dengar pembicaraan Nancy di depan kamarnya, namun Rania pikir hanya bualan saja.
Nancy tadinya hanya menunjukkan foto yang kira-kira posenya seperti lagi mesra buat manasin Rania. Tapi ternyata Rania malah melihat semua hasil jepretan. Dan itu berhasil membuat Rania kaget dengan apa yang dia lihat.
Yeay! Berhasil, berhasil... Mika bentar lagi kamu enggak ada yang belain di kosan hahaha Suara kemenangan menggema di dada Nancy.
Rania tadinya diam dan menampakkan wajah kecewa. Namun, Rania belum mendengar penjelasan Mika. Jadi Rania memutuskan untuk bertanya langsung pada Mika dulu. Dan sekalian Rania ngisengin Nancy. Nancy si mulut pedas, bisa-bisanya seramah ini hari ini. Aku kerjain dia ah...
Rania menampakkan gurat kecewa mendalam hampir menangis. Nancy yang melihatnya semakin mengoceh memanaskan keadaan. Kata-katanya dilebih-lebihkan. Inti dari pembicaraannya, Nancy ingin kak Rania meninggalkan si penghianat Mika.
Rania yang jengah, akhirnya berdiri dan mengibaskan Rambut.
"Nancy, Nancy segitu bencinya kamu sama Mika, ya. Sampai kamu mengada-ada begitu," Rania tertawa keras. Nancy yang sadar jika ia dipermainkan Rania langsung masuk kamar dengan membanting pintu.
Huft, ternyata Rania cuma ngerjain gue. Awas aja Lo. Nancy mengumpat di dalam hati.
Sebenarnya hati Rania sudah goyah dan semakin goyah setelah melihat foto-foto di ponsel Nancy. Namun, karena Rania juga tak suka dengan Nancy jadi Rania bersikap seperti itu. Sekali-kali ingin membalas Nancy, begitu pikirnya.
Kali ini Rania berjalan ke belakang dengan sedih. Rania baru menyadari, mungkin memang yang disukai Dandi dari awal bukan dirinya, tapi Mika. Setelah melihat tatapan penuh cinta Dandi di salah satu foto tadi membuat Rania yakin, Dandi kemungkinan besar menyukai Mika. Dan bukan dirinya.
Rasa sedih dan kecewa menyelimuti hati Rania. Bagaimana tidak. Rania bahkan sudah sepercaya diri itu. Rasa ingin memiliki Dandi yang begitu besar sungguh membuatnya sesak. Dia menangis di kamar mandi. Tapi kenapa Mika tak pernah bercerita apapun. Apa selama ini Mika berbohong padanya.
Rania tiba-tiba teringat, tadi pagi temannya menginformasikan jika kosan incarannya di belakang kampus sudah bisa dipesan. Kosan yang barusaja direnovasi jadi semakin cantik sesuai ekspektasi Rania.
"Aku sampai lupa, tadi pulang mau lihat kosan. Gara-gara penasaran jadi lupa semua." Rania menggerutu dalam hati.
***
__ADS_1