Hey, My Sweet Window!

Hey, My Sweet Window!
Sebuah lagu


__ADS_3

Seluruh personil The little one sudah di panggung. Sorak sorai suara bersahutan menyambut mereka. Bagaimana tidak, seluruh personil punya wajah dan postur tubuh idaman setiap wanita. Tampan, bersih, manis, tinggi dan keren.


Melihat wajah mereka saja sudah bisa membius mata yang memandang. Apalagi saat mereka melempar senyum menyapa semuanya. Semakin menggelorakan keinginan memiliki, menjadikan pacar bahkan menargetkan jadi suami impian masa depan.


Kamera ponsel tak henti menangkap wajah-wajah tampan yang terpajang gratis di atas panggung. Semua personil sudah di tempatnya masing-masing. Dandi berada di kursi vokalis, Robi di bagian drum, Koko menyetel bass, Revan di posisi keyboard dan Satria sudah standby dengan gitarnya.


Saat ini pembawa acara sedang mengobrol ringan semacam wawancara singkat sebelum perform dengan Dandi. Menanyakan banyak hal ringan dari nama sampai pengalaman unik selama menjadi anak band.


Banyak siswi fokus ke panggung saat ini, namun beberapa lain langsung menghampiri Mika. Tentu itu setelah mereka tahu Mika mengantar para pria tampan itu sampai ke bibir panggung tadi. Bahkan beberapa personil menitipkan ponsel pada Mika. Pastilah Mika jadi incaran saat ini. Karena mereka pikir Mika pasti tahu nomor ponsel para personil. Dan tak mau hilang kesempatan mendapatkan Mika sebagai target utama.


Banyak dari teman perempuan dan kakak kelas meminta Mika men-share nomor ponsel personil band. Tapi karena alasan profesionalitas Mika menolak. Bahkan Mika sampai harus dibantu panitia lain demi mengusir kerumunan siswi yang menginginkan nomor ponsel sang bintang tamu.


Haisss melelahkan sekali. Mika menghela napas setelah mendekatkan tubuh ke dekat panggung sebelah kiri. Mika masih memegang tas selempang berisi ponsel anggota The little one dengan kikuk.


Tempat Mika berdiri saat ini tentu sangat mencolok dari bangku penonton sebelah kiri di mana Raka dan Miko duduk. Namun Mika tak sekalipun menoleh ke arah bangku penonton. Dia terlalu malu untuk itu.


Mika hanya mematuhi apa yang panitia lain sarankan. Karena memang itu tugas Mika, penanggung jawab band tamu. Jadi Mika harus standby di dekat mereka. Lagipula posisi Mika saat ini mampu menghalau fans dadakan yang mau menyerbu untuk minta nomor ponsel lagi.


Mika melirik sebentar ke arah kanan tubuhnya. Terlihat kursi penonton terisi penuh.


Malu banget dilihatin mata sebanyak itu. Hiks.


Musik mulai terdengar. Lagu pertama dari The little one sudah di dendangkan. Semua ikut bernyanyi dan bersorak. Hanya Mika yang bengong dan melamun di posisinya saat ini. Tunggu, dan tentu saja Raka.


Lihat Raka! Dia bahkan tak berkedip menatap Mika. Raka ingin berlari dan membawa Mika pergi darisana. Karena tubuh Mika menyampaikan sinyal tak nyaman dengan keadaannya saat ini. Namun, akhirnya pandangan Raka teralihkan dengan sosok Vokalis yang beberapa kali menatap Mika dengan tatapan penuh cinta itu lagi.


Kakak itu kenapa selalu menatap Mika seperti itu? Apa sebenarnya hubungan mereka? Kenapa kakak itu bisa di sini mengisi acara? Apa Mika yang memintanya? Dia bahkan lebih populer dan tampan dari aku. Pasti Mika akan lebih memilih dia daripada aku. Apalagi aku hanya membuat Mika susah saja akhir-akhir ini, Rasti dan gosip itu pasti sudah membuat Mika sedih dan Kecewa. Raka membatin sedih.


Setelah lagu pertama selesai, pembawa acara kembali menemui para personil.


Terjadilah sebuah pembicaraan yang cukup mengejutkankan.


"Wah... tepuk tangan dulu dong untuk kakak-kakak yang keren ini," Pembawa acara wanita antusias mengajak penonton bertepuk tangan. Sambutan luar biasa hangat tergambar dari riuhnya suara tepukan tangan.


Para personil melempar senyum terbaik mereka dan sedikit membungkuk tanda kesopanan. Tentu riuh tepuk dan sorak kembali terulang.


"Wah, wah, wah... sesenang itu ya kedatangan kakak tampan, aduh sepertinya saya dan pria-pria di sekolah ini harus mlipir dulu hari ini ya." Pembawa acara lelaki menimpali membuat suasana makin riuh.


Huuuuuuuuuu.... teriakan serentak para penonton.


"Ok, kak. Selanjutnya mau bawa lagu sendiri atau cover kak?" Pembawa acara wanita memeberi pertanyaan.


Dandi menjawab dengan sigap.


"Selanjutnya sebuah lagu cover untuk seorang gadis istimewa di sini, ya. Dari TIKET 'Hanya kamu yang bisa'," Dandi menjentikkan jarinya ke arah penonton. Pembawa acara akhirnya mundur dan mempersilakan Dandi bernyanyi. Suara Riuh kembali terdengar.

__ADS_1


Para penonton yang tahu lagu itupun sudah bersiap ikut bernyanyi. Sementara para gadis dengan tingkat percaya diri tinggi sudah menonjolkan aura cantiknya masing-masing. Berharap merekalah gadis yang dimaksut Dandi, sang vokalis.


Banyak juga di antara mereka yang penasaran dengan sosok yang di maksut Dandi, apakah benar ada sosok itu atau hanya untuk gimmick saja. Hanya Raka yang tahu pasti lagu itu ditujukan untuk Mika. Tatapan Dandi tak bisa berbohong soal itu.


Musik mulai menggema...


Tanpa terasa kau curi hatiku


Barusaja lirik pertama dilafalkan, riuh sorak semakin ramai terdengar. Mika akhirnya menemukan kesempatan melipir sedikit menjauh mengambil kursi untuk duduk. Hhhh leganya.


Dengan berbeda caramu menaklukkan hati kecilku


Berjuta rayuan yang pernah ku rasa


Namun tak pernah tersentuh tak ada yang mengesankanku


Saat ini Mata Dandi mencari sosok Mika, dan tersenyum setelah melihatnya.


Tapi semua berbeda saat kau ada di sini


Mempesonakan aku selalu


Dandi masih kembali mencuri pandang ke arah Mika. Namun Mika tak terlalu memperhatikan.


Membuat aku jatuh cinta


Karena tak ada yang lain sepertimu


Berkali ku mencoba berpaling dengan makhluk indah lainnya


Namun tak pernah ku rasakan


Bila seindah bercinta ku denganmu


Dandi mengakhiri lagu dengan apik. Riuh kali ini semakin terdengar seperti gemuruh dari kejauhan.


"Jadi, gadis mana nih kak yang seberuntung itu. Dapat lagu spesial dari the little one?" Pembawa acara wanita itu penasaran. Suara berbisik dari kursi penonton terdengar seperti dengungan ratusan lebah. Semua ikut penasaran.


Mika yang mendengar pertanyaan pembawa acara ngedumel dalam hati, Hhhhh dasar playboy, bahkan sudah mendekati Kak Rania, aku dan sekarang ada gadis lain yang di incar. Dasar Playboy. Tanpa sadar ada rasa cemburu bergemuruh di dada Mika.


Bersamaan dengan jawaban dari Dandi, ponsel Mika berbunyi.


Sebuah pesan dan foto dari kak Rania.


[Mika wajah kamu lucu banget hahahaha]

__ADS_1


Bersama chat itu terpampang sebuah foto hasil screenshoot dari ig @Dandihil. Ada 5 personil The little one dan 1 wajah bengong milik Mika. Captionnya pun cukup menggelikan, "Ada Liliput di tengah para penyamun (emotikon tertawa 4 kali)".


Mika mendengus dan melirik tajam ke arah Kak Dandi. Dandi sendiri sedang sibuk ngobrol dengan pembawa acara.


Liliput? Huh dasar raksasa hijau berlumut jelek ngeseliiiiiin... Mika kesal bukan main. Rasa kesalnya yang dulu-dulu terpantik keluar lagi. Seolah melenyapkan kebaikan dan perhatian Dandi kemarin sore.


Nyesel aku baik sama dia tadi. Mika masih menampakkan wajah kesal.


[Hehe... pacar kakak ngeselin banget. Masa pas muka aku begitu dipajang. huft Gagal ikut populer kan jadinya] Mika mencoba menbalas Rania sebiasa mungkin.


[Hahaha... kakak sampai sakit perut ini. Nanti mintain nomor ponsel dia ya.] Rania membalas.


Jadi kak Rania belum punya nomor kak Dandi? Apa maksutnya?


[Oke. Traktir bakso ya tapi hehe] Mika menjawab asal.


[Siap]


Sampai lagu ke-3 selesai di mainkan Mika masih asik menatap ponsel dan menggerutu melihat wajah bengongnya yang enggak banget itu.


***


Nancy yang sedari tadi duduk di bangku penonton mulai mengakhiri mode video. Meski Nancy membenci Mika dengan segenap hatinya, tetapi Nancy tak melewatkan kesempatan cuci mata gratis dengan sosok-sosok tampan di panggung. Ya, dengan harapan kalaupun bukan Dandi 4 personil lain juga lumayan bila bisa dijadikan gebetan.


Kayla dan Rasti berada tak jauh dari tempat Nancy duduk. Mereka sedang merencanakan memepet Mika untuk mendapatkan kontak para personil. Rasti dan Kayla mengincar Dandi.


Nancy yang mendengar percakapan itu mundur ke tempat di mana Rasti dan Kayla duduk.


Nancy berbisik, "Jangan Vokalisnya, sudah punya pacar dia, kakak kos gue."


"Oh ya?"


"Iya kah?"


Rasti dan Kayla merespon bersamaan.


Nancy hanya mengangguk.


"Nan, nanti kami main ke kosan Lo ya, Lo sekosan sama Mika, kan?" Kayla melancarkan rencana.


"Iya, gue ikut. Nanti kalau gak ketemu Mika di kelas, gue ikut ke kosan Lo ya,"


"Hmmm... tau gue maksut Lo pada," Nancy mencibir.


Iya juga ya, walaupun gue benci Mika tapi harusnya gue bisa manfaatin dia sekarang. Dia pasti punya kontak kakak-kakak ganteng itu. Oke Mika. Kita berdamai sebentar. Nancy menyeringai.

__ADS_1


__ADS_2