Hey, My Sweet Window!

Hey, My Sweet Window!
Senyuman


__ADS_3

Dandi masih sibuk menatap laptop, meskipun Dandi free hari ini, tapi dia menyibukkan diri berselancar di media sosial.


Mengetikkan sebuah nama di media sosial, 'Rania Ranu Putri', muncul beberapa akun bernama mirip dengan yang Dandi ketikkan, tapi jemari Dandi langsung cekatan mengendalikan mouse fireless ke wajah yang ia kenali.


Benar saja, itu milik Rania, teman satu kampus Dandi. Namun akun itu di private. Dandipun tak ragu mem-follow akun Gadis itu, padahal sebelumnya dia akan berpikir ulang ratusan kali sebelum mem-follow akun orang lain, terlebih cewek. Tak perlu menunggu lama, akun Dandi di approve si pemilik akun.


Dandi memang berniat men-stalking Rania, teringat kejadian saat pagi tadi sosok yang ia yakini teman kampusnya itu mengobrol dengan gadis pohon jambu, mungkin Dandi bisa mencari tahu perihal gadis jambu itu dari akun Rania, pikir Dandi.


Beberapa foto diri Rania mulai muncul di layar laptop Dandi. Wajah cantik Rania terpasang dalam banyak pose tersenyum, manyun, cemberut yang dibuat-buat dan mimik wajah misterius.


Semua foto dilewatkan Dandi begitu saja, Ia sedang mencari potret wajah unik itu, namun tidak menemukan satupun.

__ADS_1


"Kenapa satupun gak ada foto gadis pohon jambu itu, apa benar mereka tinggal di kos sebelah, nampaknya mereka akrab tadi pagi, harusnya ada kan?" Dandi bergumam sendiri.


Dandi beralih ke akun media sosial lain miliknya, dengan telaten dia kembali mengulangi proses stalking akun milik Rania yang bernama sama dengan nama aslinya.


Setelah banyak foto ia cari, bahkan setiap mention di akun itu ikut ia telusuri, akhirnya Dandi menemukan akun dengan nama MikaRaf berprofil picture 100% mirip dengan gadis pohon jambu yang membuat Dandi penasaran.


"Ini dia!" sorak lelaki 20 tahunan itu, senyum kemenangan nampak jelas saat dia mengklik profil picture akun tersebut.


Saat ini di layar laptop Dandi ada sesosok gadis berkulit sawo matang sedang tersenyum ceria, mata gadis itu mengisyaratkan ketulusan, garis wajahnya pun ternyata sangat menawan jika dilihat lebih dalam, dia sangat manis jika dilihat lebih lama.


"Mika", Dandi mengucapkan sebuah nama.

__ADS_1


Namun, sekelebat ingatan Dandi kembali pada wajah gadis itu tadi pagi, sungguh sangat kontras, karena memang tadi pagi wajah gadis itu tanpa ekspresi, setengah mengantuk, menguap beberapa kali, dan sayu, tak terlihat semanis ini.


***


Selalu begitu kan, profil picture memang akan menampilkan wajah terbaik dari sang pemilik akun, tak heran aplikasi edit instan pun laris di masa ini. Hanya karena ingin terlihat cantik ataupun tampan, keren, kaya dll. Profil picture ibarat iklan, yang akan membuat teman/kenalan/incaran di dunia maya terpikat. Begitu lah kira-kira.


***


Tanpa terasa matahari sudah ada di atas kepala, sudah terdengar derap kaki melewati lapangan kelapa, suara bising angkot pun mulai meramaikan suasana. Nampak dari jendela kamar Dandi beberapa siswa berseragam SMP berjalan melewati lapangan kelapa. Siswa-siswi itu bertebaran, beberapa terlihat masuk ke rumah-rumah kos di seberang jalan, sebagian lagi naik angkot dan sebagian lagi duduk-duduk di teras sebuah warung.


Tak lama berselang, Bel keras dari SMA 1 berderu. memang gedung sekolah SMA 1 berada hanya sekitar 100 meter dari kosan tempat Dandi tinggal saat ini. Jadi saat bel 3 kali itu berbunyi, masih bisa terdengar jelas dari kamar Dandi. Kali ini siswa-siswi berseragam SMA yang nampak berhamburan.

__ADS_1


Dandipun tersenyum, dia mulai mendekatkan tubuh ke dekat jendela, dia akan mengamati dari sudut itu tanpa ada yang menyadari. Jendela kamar yang nampak gelap dari luar dan terang dari dalam akan membuat kamuflase sempurna pengitaian.


Dandi ingin tahu apakah gadis pohon jambu itu akan ia temukan meski di kerumunan, jika Dandi menemukan gadis itu, ia berjanji akan mengejarnya, Dandi mulai bertaruh dengan dirinya sendiri.


__ADS_2