
Mika yang masih bergulat dengan pikirannya sendiri hanya fokus menatap ke depan tanpa menoleh. Lamunannya baru terusik ketika suara Nancy dan ke dua teman wanita di sampingnya berisik. Mereka bertiga berhenti sehingga jarak Mika dan Nancy makin dekat.
"Ya ampuun, ganteng banget kakak itu, fix, inceran gue!", Nancy bersemangat.
"Huuu...", dua teman di sampingnya menyahut.
Mika yang masih berjalan akhirnya melewati mereka, karena penasaran akhirnya Mika menoleh mencari sosok yang sedang Nancy bicarakan.
Yang terlintas di benak Mika saat mendengar kata ganteng, adalah sosok Raka. Makanya respon badan Mika langsung saja spontan celingak celinguk, sampai mata Mika bersitatap langsung dengan mata pria di atas motor sport yang sedang tersenyum sembari melambaikan tangan ke arah Mika, Mika menelan ludah, lalu segera membuang muka ke arah lain. Wajahnya menegang.
Otak Mika merespon, untung saja aku gak langsung refleks senyum atau ikut ngelambain tangan. Kalo itu terjadi, ya ampuuun mau ditaro mana ini muka, Kak Dandi pasti tadi lagi senyum dan ngelambai ke Nancy dan temannya yang cantik-cantik itu. Untung aja gak sampai keulang lagi kejadian memalukan salah sangka di Toko pojok malam itu.
Mika, tanpa menoleh sedikitpun mempercepat jalan.
Setelah masuk ke area SMA 1, Mika mulai melemaskan kaki, kakinya begitu tegang tadi. Dia menoleh ke belakang, melihat tempat di mana Dandi berada. Mika menemukan sosok Dandi masih di sana dan kini berdiri menatap Mika, masih dengan senyum dan lambaian tangan. Mika panik dan segera berlari seperti dikejar hantu. Dandi tergelak di tempat ia berdiri saat ini. tanpa memedulikan sorot mata penasaran dari siswi-siswi yang melewatinya, termasuk Nancy.
***
__ADS_1
Mika terengah-engah di depan pintu kelas. Tangan kiri Mika terulur memegang daun pintu, sedang tangan kanan memegangi perut. Napas pendek ia atur ulang dengan gerakan menghela napas panjang lalu menghembuskannya pelan. Setelah lumayan lama, dia mulai merilekskan tubuh. Berdiri tegap dan siap melangkah.
Baru mau melangkahkan kaki masuk kelas, Mika menyadari ada seseorang di belakang tubuhnya, Mika bersiaga, Raka yang berdiri tepat di belakang Mika tak bersiap sedikitpun, sehingga saat Mika berbalik, Tubuh Mika dan Raka bertabrakan. Karena Tubuh Raka lebih besar dari Mika, otomatis Mika yang terpental ke belakang terjerembab di lantai.
"Aduuuh..." Mika merintih memegangi bagian tubuh belakang.
"Mik, kamu gak papa, kan?" Nada suara Raka nampak khawatir. Raka mendekati tubuh Mika yang masih terduduk.
"Eh, Raka, maaf, ya, aku tadi lagi panik, gak sengaja nabrak kamu, maaf, ya", Mika mengucapkan rentetan kata sembari menampakkan wajah memelas.
"Aku gak papa kok, ayo berdiri," Tangan Raka memegang pundak belakang Mika memapahnya berdiri. Beberapa Teman wanita yang memeperhatikan terlihat sangat kesal.
"Mau ke UKS? Aku antar." Raka menawarkan bantuan ramah.
"Ah, enggak, enggak, aku gak papa, kok, beneran". Mika enggan menerima tawaran Raka, meskipun ia merasakan sakit di punggungnya.
Kenapa jadi sakit begini, apa karena jatuh dari pohon kemarin lusa, ya. Nanti sampai rumah minta urut ibu aja. Semoga gak sakit buat senam. hiks.
__ADS_1
"Oke, ayo masuk", Raka mendahului langkah Mika menuju bangkunya.
Teeeeeeet
Teeeeeeeeet
Teeeeeeeeeeeet
Bel berbunyi 3 kali, menandakan jam pelajaran akan di mulai, karena sabtu ini semua siswa akan senam rutin, beberapa guru sudah mulai memasuki kelas-kelas menggiring para siswa ke lapangan.
Suara speaker menggema, seorang guru laki-laki naik ke podium mengingatkan para siswa yang masih di kelas untuk segera keluar, pun kepada siswa yang masih belum menggunakan kaos olahraga tak luput dari suara khas guru olahraga itu.
Semua siswa sudah berbaris rapi siap memulai senam pagi. Mika memilih berada di baris paling belakang, karena punggungnya terasa sakit. Sedang Raka berada tidak jauh dari Mika, dia berada di depan, namun sesekali menoleh ke belakang memperhatikan Mika.
Mika yang terlihat panik pagi ini membuat Raka semakin khawatir. Dia penasaran apa gerangan yang membuat Mika lari sampai tak menyadari keberadaan Raka yang sedang berjalan tadi, bahkan Mika melewatinya begitu saja.
Sebenarnya Mika kenapa? Kenapa sepanik itu. Raka
__ADS_1
Ini kenapa lama banget, sih, senamnya, gak kelar-kelar. Punggungku... bersabarlah. Mika