Hey, My Sweet Window!

Hey, My Sweet Window!
Rania


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 9 pagi, Kampus yang tadi begitu ramai, kini nampak hanya beberapa mahasiswa berkeliaran di luar, sebagian sudah masuk ke ruang mata kuliah masing-masing.


Di Universitas Cendekia ada 7 Fakultas yang terletak tak saling berdekatan. Gedung Rektorat berada di barisan paling depan setelah memasuki gerbang utama kampus. Fakultas Bahasa dan sastra (FBS) ada di samping kiri barisan gedung Rektorat, sedangkan 50 meter sebelah kanan dari gedung Rektorat terdapat gedung 6 lantai dari Fakultas Ekonomi (FE).


Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Hukum (FH) terletak di area belakang kampus dekat dengan fasilitas olahraga dan gedung serbaguna kampus. Sementara Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) ada di area tengah kampus, sisi kiri, bersebrangan dengan gedung perpustakaan. Sisi kanan tengah berdiri gedung Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)


Sedangkan Fakultas terkahir yaitu Fakultas Seni dan Design (FSD), bersebelahan dengan Gedung perpustakaan dan taman kampus yang di tengahnya terdapat sebuah danau buatan.


Lokasi paling strategis di area kampus Cendekia. Selain berudara sejuk, pemandangan yang elok pun mampu memanjakan mata yang menandang. Kombinasi yang pas untuk sekedar menghabiskan waktu menunggu kegiatan kampus selanjutnya. Banyak mahasiswa/i fakultas lain yang sering bersliweran di area ini. Sekedar ikut menikmati hawa sejuk semilir angin pepohonan dan buncahan aroma segar air ataupun upaya tebar pesona terhadap lawan jenis.


Fakultas Seni dan Design sendiri merupakan tempat berkecambah beberapa model cover majalah kampus, jadi tak heran ada banyak daya tarik di sini. Karena rata-rata Mahasiswa Fakultas Seni dan Design memiliki gaya yang keren, baik penampilan maupun tampang. Banyak idola-idola kampus berwajah tampan dan cantik bermunculan dari fakultas ini. Tak heran area taman dekat Fakultas Seni dan Design jadi spot favorit mahasiswa maupun mahasiswi fakultas lain untuk cuci mata.


Di taman, pagi ini, hanya terlihat 2 sosok wanita sedang duduk di kursi yang menghadap danau. Sepoi angin menerpa wajah cantik gadis di kursi taman tersebut, ia terlihat sedang membaca buku. Di sebelah gadis berkulit putih mulus itu ada seorang gadis berkerudung yang juga sedang menikmati aliran udara sejuk di sela menunggu pergantian mata kuliah hari ini.


Kedua gadis ini sedang fokus dengan buku di hadapan mereka masing-masing, lalu bunyi notifikasi sebuah ponsel berbunyi.


Triiiing...


Gadis rambut panjang berponi itu memeriksa pesan masuk, sebuah notifikasi dari akun media sosial. Matanya sedikit terbelalak, lalu tersenyum.


"Ci, liat, Dandi ngefollow akun aku", memamerkan notifkasi yang baru ia terima. Siapa yang tak kenal Dandi Hilman, Mahasiswa semester 4 yang pamornya mampu mengalahkan para senior. Motor sport, baju branded, sepatu branded, anggota band kampus, anggota club panjat tebing, tampan, tinggi, berkulit putih bersih, anak BEM, lengkap sudah. Namun, dia terkenal sebagai playboy di kampus itu.

__ADS_1


"Ati-ati, lho, Ran, nti di mainin perasaanmu sama dia, nangis bombay, dah, kayak Tiwi", Oci menasihati Rania, dia mulai menutup buku, seakan ingin berbicara lebih serius.


"Tapi, Ci... dia ganteng banget, dia tipe aku banget tau", rengek Rania yang ikut menutup buku lalu memeluk buku itu erat.


"Ish, kamu mah gak tau aja kelakuan dia, Tiwi, teman kos aku, cerita semuanya dari dia masih pacaran sama Dandi sampe diputusin sepihak sama cowok sok ganteng itu", Oci terlihat mendengus kesal.


"Iya, kah?" Rania hanya menjawab sekenanya, karena perasaan bahagia yang ia rasakan sudah mengalahkan cerita miris Tiwi yang dikisahkan ulang oleh sahabatnya itu. Yang ia tahu, Dandi adalah lelaki yang ia suka, dan ia berharap bisa juga dekat dengan Dandi dengan resiko apapun.


****


Di kosan Alaka, jam menunjukkan pukul 3 sore. Rania sudah muncul di pintu utama rumah kos berpenghuni 7 orang itu. Karena kamar Mika berada di ujung dan menghadap ke pintu utama, jadilah dia menyadari kakak kos kesayangannya sudah tiba.


"Kak, Nia..." sapa Mika penuh senyum.


Mika yang sedang berbahagia pun bersemangat begitu melihat Rania menunjukkan rona bahagia di wajah cantiknya.


"Apasih, apasih, bikin penasaran banget", Mika menggeser duduk di depan pintu kamar memberi celah untuk Rania duduk.


"Lihat.... Dandi, Mik, ya ampuuun, dia mem-follow akun kakak, dia pasti tadi stalking kakak, deh," Rania menyodorkan ponsel ber casing ungu lilac sambil mengibaskan rambut hitam lurus miliknya.


"Idiiiiih, ge ernya kakakku inii, ya, kali aja dia gak sengaja mencet, kan, darimana kakak tau dia nge-stalk kakak?"

__ADS_1


"Ini....", menggeser jari di layar ponsel.


Rupanya ada dua notifikasi dari dua media sosial berbeda.


Rania memang memakai aplikasi stalker, yang difungsikan untuk mendeteksi akun-akun baru maupun akun teman yang mengunjungi sosial medianya. Jadi Aplikasi Stalker tersebut akan memberi notifikasi kepada pemilik akun, seandainya ada akun lain mengklik nama akun yang sudah di sambungkan dengan aplikasi stalker tersebut. Entah karena Rania yang kepoan banget, atau ge ernya gak ketulungan. Dia sampai nyambungin seluruh akun media sosialnya ke aplikasi stalker.


"Dandi Hil, baru saja mengunjungi akun anda, dan mengunjungi beberapa foto di galeri anda", Mika membaca notifikasi tersebut.


"Emang itu akun cowok yang kakak sukai itu, ya?" Mika bertanya polos.


"Iya, tadi kakak langsung kepoin akun itu, ya ampuuun rasanya mau pingsan, tapi..." raut wajah Rania berubah sedih.


Mika mengernyitkan dahi, seakan mengisyaratkan bahwa ia menunggu kelanjutan cerita Rania.


"Dandi itu playboy, Mik. Ceweknya itu gonta ganti terus. Tadi temen kakak cerita, teman kos dia itu mantannya Dandi, dan ditinggalin begitu aja, loh, tanpa alasan yang jelas."


"Kalau gitu jangan, deh, Kak". Mika menatap Rania lekat. "Kakak itu harus dapat cowok yang kayak Raka, gak playboy, walaupun dia ganteng", Mika tersipu malu saat mengucapkan kalimat tersebut, senyuman manis Raka berputar-putar di kepalanya.


"Ecieeee... yang lagi jatuh cinta sama Raka, udah ah, gak mau gangguin yang lagi bucin (butuh cinta, red), hahaha", Rania meledek Mika lalu bergegas pergi ke kamarnya sambil tersenyum.


"Yeeeeeeeeeeeee," Mika mencibir.

__ADS_1


"Udah ah, aku mau ke belakang dulu, kali aja Raka lagi main sepak bola di Lapangan kelapa hahah" Mika bebicara sedikit di kencangkan supaya Rania mendengarnya.


"Mika, jangan lupa bawa teropong, biar makin jelas ngintipnya hahaha," Rania menyahut dari dalam kamar.


__ADS_2