Hey, My Sweet Window!

Hey, My Sweet Window!
Ide jahil


__ADS_3

Dandi sudah berada di depan kos sarajevo de homme pagi-pagi sekali. Ia ingin mengisi paginya dengan mengerjai sosok Mika. Entah kenapa wajah kesal, panik campur bengong Mika di Toko pojok membuat Dandi kecanduan. Terlebih pagi ini Dandi tak menemukan sosok Mika di kebun samping kos seperti kemarin pagi. Jadi dia memutuskan untuk melihat Mika langsung.


Aku akan kasih kejutan buat kamu calon pacarku. Dandi membatin.


Dandi masih asik memainkan ponsel, dia sedang mengamati wajah Mika di dalam beberapa foto. Beberapa suara memuji dari siswi yang lewat tak dihiraukan Dandi. Sembari memperhatikan ponsel Dandi menoleh beberapa kali ke arah jalan. Pandangan Dandi sama sekali tak terhalang untuk memperhatikan siapapun yang lewat di jalan satu-satunya menuju gedung SMA 1.


Mika belum menampakkan batang hidung. Hanya beberapa wajah asing yang lewat.


Suara berisik mulai jelas terdengar, Dandi menoleh sebentar, ada 3 siswi SMA yang lumayan modis dan terlihat cantik berhenti tegak lurus dengan posisi keberadaan Dandi saat ini, mereka dengan keras tanpa malu membicarakan orang yang sedang duduk di atas motor sport. Ngerumpi di depan orangnya langsung pasti akan menarik perhatian, pikir ke 3 gadis tersebut.


Dandi yang sekilas melihat ke arah mereka, membuat ke 3 gadis itu makin histeris. Tak berapa lama Dandi terlihat tersenyum. Rupanya dia sudah melihat sosok yang ia tunggu sedari tadi. Senyumnya memancarkan candu kebahagiaan untuk sesiapa yang memandang. Pesona kegantengan hakiki membius mata ke 3 gadis yang masih fokus melontarkan puji-pujian. Masing-masing dari mereka sudah ke-ge-er-ran, mengangap senyum cowok ganteng itu ditujukan untuk diri mereka sendiri.


Wajah pagi Mika terlihat sedang berpikir keras. Mimik wajahnya serius. Tatapan mata Mika mengisyaratkan jika sedang ada rapat penting di dalam diri Mika. Tangan Mika dimasukkan ke kantung jaket abu-abu yang ia kenakan. Langkah kaki Mika sangat santai dan hanya fokus berjalan ke depan.


Mata Dandi tak lepas dari gerak-gerik Mika. Dandi merapal mantra di mulutnya.


Lihat aku di sini Manis, ayo, Lihat aku...


Blasssst... Ajaib. Mata mika mulai mengedarkan pandangan. Dan... Hap. tertangkap.


Dandi menangkap tatapan kaget dari Mika, muncul ide jahil di kepala Dandi. Dandi tersenyum cerah sambil melambaikan tangan. Perubahan wajah Mika membuatnya makin ingin memproklamirkan kehadiran Dandi di hidup Mika.


Mika tampak membuang muka dan berjalan cepat tanpa menoleh sedikitpun.


Mata dan tubuh Dandi reflek mengikuti gerakan tubuh Mika yang semakin jauh dari pandangan matanya. Dandi kini berdiri dan menghadap ke gerbang SMA 1. Dandi melihat jelas Gerakan Mika yang berhenti dan menoleh ke arahnya. Dandi pun mengulang gerakan lambaian tangan dan tersenyum secerah mentari pagi.

__ADS_1


Respon Mika kali ini sungguh berhasil membuat Dandi tergelak. Mika berlari sangat cepat ke arah gedung yang lebih dalam.


Sepanik itu, ya, sampai berlari kencang. Dandi tertawa sampai menampakkan jajaran gigi putih dan rapi.


Dandi yang sedang senang pun membagikan senyuman terbaiknya pada 3 gadis yang masih menatapnya lekat. Membuat ke 3 gadis itu bergumam bersamaan, ya ampun mimpi apa gue semalem, fix, inceran gue...Kemudian Dandi masuk ke dalam Kosan Robi.


***


Dandi barusaja keluar dari kelas. Dia bersama Robi keluar bersamaan.


"Dan, sering-sering aja traktir gue sarapan," Robi membuka pembicaraan. Memang seusai menguntit Mika, Dandi memesan makanan dari ojek online cukup banyak, lalu memakan sarapan paginya di kosan Robi. Baru kemudian berangkat ke kampus bersama Robi dengan kendaraan masing-masing.


"Santai, asal Lo gak ember ke mantan-mantan gue lagi, lo tau sebaik apa gue, kan," Dandi menjawab Robi dengan sok cool.


"Belum, tapi akan," Dandi tersenyum menyeringai.


"Oh, jadi benar, ya, Lo suka sama anak Ekonomi itu," Robi mengutarakan apa yang membuatnya penasaran.


"Siapa? Siska? Dia udah gua putusin seminggu yang lalu," Dandi menjawab.


"Yee, itumah gue tau, bukan Siska tapi si Rania. Itu lho, cewek yang pernah satu kelompok sama kita pas OSPEK". Robi menjabarkan.


"Kapan hari gue ketemu di warung makan, kita ngobrol banyak, kebanyakan semua pertanyaan tentang elu, sih," Robi masih melanjutkan.


"Oh, Rania... ya, ya, ya... emang dia tanya apa aja?", Dandi penasaran.

__ADS_1


"Tanya kosan Lo dimana, Lo itu makanan favoritnya apa, banyaklah...anyway emang lu ngekos dimana, sih, sekarang?".


"Ogah gua ngasih tau Lo, Rob, ntar Lo ember lagi ke mantan gue yang centil-centil itu", Dandi menyatakan fakta bahwa sahabatnya itu beberapa kali keceplosan membeberkan keberadaan Dandi setelah kena rayuan mulut manis mantan Dandi. Langsung deh bocor informasi privasi Dandi. Lagipula Dandi mulai betah tinggal di kosan tante Nay, dan masih ingin bermain-main sama calon pacar ke-17 nya, Mika. Jadi dia gak mau lokasi tempat tinggalnya kali ini bocor sampai ke mantan-mantan Dandi yang masih saja mengejar.


Sesampainya di parkiran, Robi dan Dandi meluncur dengan motor masing-masing. Robi dengan motor bebek maticndan Dandi dengan motor sport. Mereka berdua menuju tukang rujak yang di sebut Robi tadi. Benar saja di sana sudah ada beberapa mahasiswa dari beberapa fakultas lain nongkrong.


Dandi dan Robi nimbrung dan mereka tanpa canggung mengikuti alur pembicaraan yang sudah di mulai. Entah apa yang di bahas, sekumpulan mahasiswa itu terdengar sangat nyaman mengobrol meskipun bukan dari fakultas yang sama.


Sampai pada detik kedatangan sebuah angkot biru bergaris kuning yang berhenti di depan jalan kampus. Semua masih fokus dengan pembicaraan dan minuman yang dipegang masing-masing. Dandipun masih sesekali tertawa dan melontarkan kata. Dandi yang menghadap ke sebrang jalan tiba-tiba menyadari ada wajah yang ia kenal di kaca jendela belakang angkot. Mata Mika menatap ke arah dimana Dandi dan gerobak rujak yang penuh dengan buah segar berada.


Mika, mau kemana dia naik angkot?


Namun nampaknya Mika tak menyadari keberadaan Dandi di antara sekumpulan anak nongkrong di samping penjual rujak. Dandi yang melihat angkot mulai berjalanpun segera menyambar helm dan mengusir Robi dari motor bebeknya. Tanpa permisi dia menyalakan Motor dengan kunci yang masih tertancap di sana.


"Woi, mau kemana, Lo?", Robi berteriak.


"Pinjem bentar..." Dandi kembali menghadap ke depan setelah mengucapkan 2 kata.


Setelah berada tepat di belakang angkot, Dandi memacu motor bebek seirama dengan kecepatan angkot. Untung Dandi berpikir cepat menyambar motor Robi tadi. Jadi dia bisa membuntuti Mika tanpa mencolok sedikitpun.


Kini Dandi bisa melihat jelas wajah Mika dari kaca belakang. Wajah yang di mata Dandi begitu manis dan menawan. Sepertinya Mika benar-benar membuat Dandi suka padanya.


Setelah menapaki aspal sekitar 2 kilo meter angkot berhenti, Dandi memperhatikan Mika dari tempatnya saat ini, "Dia, mau kemana? Kok di halte bus".


Tak berselang lama sebuah bus Patas Ac berhenti, Mika dan seorang temannya naik bersamaan. Saat ini Mika sudah pergi bersama bus yang ditumpanginya. Dandipun bergegas berbalik arah menuju kampus.

__ADS_1


__ADS_2