Hey, My Sweet Window!

Hey, My Sweet Window!
Telepon Oci


__ADS_3

Kring. Telepon dari Oci.


"Hallo... Ci", Rania menyapa Oci.


"Ran. Kamu enggak usah baca chat grup. Langsung hapus aja ya." Oci langsung pada inti pembicaraan.


"Oh... udah aku baca semua Ci. Thanks ya masih ngebelain aku." Rania berkata pelan.


"Mulut Siska emang gitu. Jangan diambil hati ya," Oci mencoba menenangkan Rania.


"It's Okay. Bener kata kamu Ci. Aku enggak berhati-hati sama perasaan aku. Dan mengabaikan nasehat kamu selama ini. Hiks." Rania mulai menangis. Bagaimanapun rasa patah hatinya sudah terkontaminasi mulut tajam netizen yang membuat itu semakin sakit.


"Hei hei... sudahlah. Masih mending kamu belum jadian kan. Sudah lupakan aja playboy macam Dandi itu. Move on, ya," Oci menghibur.


"Iya. Terimakasih banyak ya ci." Rania berusaha tenang kembali. "Oya Ci. Kosan yang dekat kamu itu kapan bisa ditempati?" Rania teringat kos tempat ia akan pindah bulan depan.


"Kayaknya udah bisa ditempatin deh Ran. Besok senin katanya sudah ada yang pindah kok," Oci menjelaskan.


"Oke, aku pindah senin juga deh." Rania tiba-tiba memutuskan sesuatu.


"Kenapa buru-buru. Bukankah sewa kos kamu masih ada sampai akhir bulan ini?" Oci penasaran.


"Enggak apa-apa, udah engap aja di kosan lama. Lagipula ibu kos kemarin sudah telepon lagi buat mastiin. Soalnya keponakan beliau mau segera pindahin barang." Rania berbohong.

__ADS_1


Rania dan 4 mahasiswi lain di kos Alaka memang pernah di telepon ibu kos perihal perpanjangan sewa/pemutusan sewa sepihak. Karena keponakan ibu kos yang masih SMA akan pindah ke kosan pada semester depan. Ibu kos menawarkan pada ke 5 mahasiswa pengghuni kos, siapa yang mau pindah dan tetap ingin di sini. Rania sempat bilang jika akan mempertimbangkannya dulu.


Tadinya Rania berpikir akan terus di kosan sini saja. selain sudah akrab dengan Mika di sini juga dekat dengan warung, toko juga angkot. Namun, suatu hari Oci mengajaknya pulang ke kosan di belakang kampus, Rania merasa tertarik dengan kos yang sedang direnovasi.


Raniapun pernah mengatakan pada Oci keinginannya pindah ke sana. Karena selain dekat dengan kampus, suasana di sana sepi dan damai, tidak bising seperti di sekitar kos Alaka. Jadi nanti saat mengerjakan tugas-tugas kampus dan Skripsi Rania bisa lebih tenang mengerjakannya.


Terlebih dengan biaya yang hampir sama dengan Alaka, Rania bisa dapat fasilitas kamar mandi di dalam, sehingga tak perlu antri seperti di kosan lama. Itu sudah cukup jadi alasan pindah untuk Rania.


Kebetulan masih ada 3 kamar kos belum berpenghuni. Rania sudah sempat bertemu pemilik kos yang kebetulan ada saat renovasi berlangsung. Dan sudah sempat menyimpan kontak personnya jika diperlukan sewaktu-waktu.


Rania sebenarnya gadis yang baik, dari awal sampai akhirpun dia tak pernah membuat masalah dengan orang lain. Rania cukup terlatih untuk menjaga sikap supaya tidak menyakiti orang lain. Dan kepindahannya kali ini memang sudah dia rencanakan beberapa minggu lalu, hanya saja Rania belum cerita ke Mika. Dan kebetulan masalah Dandi membuat Mika dan Rania bertengkar. Jadi Rania merasa tak perlu lagi bilang ke Mika soal kepindahannya.


Kemarin memang Rania memutuskan akan memilih mengalah pada Mika soal Dandi. Akan tetapi karena terkontaminasi mulut pedas Netizen Rania kini malah tersulut amarah. Ia jadi merasa terhianati, ditusuk dari belakang, rendah diri dan merasa Mika jahat padanya. Rania bahkan berpikir jika ia tak terima jika harga dirinya diinjak-injak begini.


***


***


Kali ini Rania mantap ingin pindah dari kos Alaka. Setelah panggilan Oci berakhir Rania menelepon pemilik kos untuk memastikan masih tersedia kamar kosong atau tidak. Setelah memastikan 1 kamar siap untuknya, Rania menelepon ibu kos Alaka bahwa ia akan pindah besok.


Pindahnya Rania sesungguhnya disayangkan Ibu kos, itu karena Rania termasuk anak kos yang baik dan tidak pernah membuat masalah. Namun, ibu kos memahami keputusan Rania karena memang ibu kos sendiri tempo hari menawarkan kepada salah satu dari 5 penghuni yang berstatus mahasiswa untuk pindah lebih awal. Kebetulan Ranialah yang setuju untuk pindah. Tadinya Rania bilang jika ia akan pindah di akhir bulan. Namun, tiba-tiba dia menelepon karena akan pindah besok.


Ibu kos lega setelah mendengar keputusan Rania di telepon barusan karena beliau bisa segera mengabari adik iparnya di kota sebelah.

__ADS_1


Beliaupun berjanji akan mengembalikan sejumlah uang seharga 6 bulan sewa yang telah terbayarkan di awal. Ini semua karena keponakan kesayangan beliau yang masih SMA semester depan akan pindah bersekolah ke SMA 1. Dan mustahil menemukan kosan di sekitar SMA 1 di tengah tahun pelajaran seperti ini. Sampai akhirnya ibu kos membuat keputusan seperti itu.


***


Apa yang Mika dan Dandi lakukan pada Rania memang tidak sepenuhnya keliru. Bagaimanapun hak Dandi untuk menyukai Mika. Hanya saja kesalahan Dandi adalah menggunakan orang lain sebagai alasan untuk dekat dengan orang yang ia sukai. Dan sukses membuat batu loncatannya dalam menggapai Mika merasa terinjak dan tersakiti oleh sikap yang memicu salah paham.


Sedangkan Mika, kepolosan dalam urusan cinta dan lelaki justru membuatnya terkesan seperti membohongi orang dekatnya. Mika bahkan belum mengerti jika saat dia bersama dengan orang yang sahabatnya sukai maka itu akan jadi suatu masalah. Apalagi menyukai orang yang sama. Dan kebodohannya dalam setiap kebersamaan dengan Dandi malah jadi bumerang untuk dirinya sendiri.


Rania saat ini hanya merasa terhianati. Perasaan yang muncul saat orang yang sangat kita percaya ternyata berbohong kepada kita. Itu tentu sangat menyakitkan. Apalagi saat Mika berkata jika Dandi yang menjelaskan sendiri alasannya, itu akan semakin menyakitkan. Bagaimanapun, orang yang menyukaimu akan membelamu dan aku akan terlihat bodoh di sana. Rania berpikir dalam.


Setelah melabrak Mika sore ini, Rania berjalan keluar kosan dengan emosi. Di kepala Rania memutar adegan-adegan di mana ada Mika dan Dandi. Rania semakin kesal setelah merangkai kejadian-kejadian di kepalanya. Jadi rupanya dia cuma korban PHP (pemberi harapan palsu). Memalukan sekali.


Langkah Rania yang menjauh dari kos Alaka di senja ini beriring perih dan dada berkecamuk penuh kecewa. Rania sedang menunggu angkot di bawah temaram lampu jalan yang mulai menyala.


Mega merah sudah membuncah luas di langit. Suasana terasa sepi sore ini. Rania yang sedang kesal berniat ingin jalan kaki menuju kosan Oci di belakang kampus. Namun urung dia lakukan karena Rania sedikit merinding melihat sekeliling yang mulai gelap.


Tiba-tiba sebuah motor mendekat. Motor itu berhenti tepat di depan Rania.


"Robi..." Rania terkejut saat mengetahui sosok yang berada di atas motor.


"Hai, Ran..." Robi menyapa hangat. "Butuh tumpangan?" Robi menawarkan Rania bantuan.


Rania celingukan melihat keberadaan angkot. Nihil. Akhirnya Rania setuju dan naik di belakang Robi.

__ADS_1


Senja sudah berganti malam saat Rania dan Robi sampai di kosan Oci. Rania kini tersenyum. Entah apa yang mereka bicarakan saat di perjalanan. Sepertinya sudah menghibur hati Rania yang sempat kecewa.


Rania melambaikan tangan dan mengucapkan terimakasih pada Robi. Robipun bergegas pergi dengan wajah amat sangat bahagia.


__ADS_2