Hey, My Sweet Window!

Hey, My Sweet Window!
Cek belanjaan


__ADS_3

Mika sudah kembali dari membersihkan diri. Dia saat ini sedang duduk di karpet menatap seluruh belanjaan yang berjajar di atas kasur.


Gila... ini belanjaannya banyak banget. Hutang aku jadi sebanyak apa ini ke om pedofil itu. Ya ampun. gara-gara terdesak aku main terima aja dibodohi begini. Ini gimana cara ngembalikannya? Kasih balik semua ke dia? Nanti kak Rania bisa curiga. Kalau nyicil. Bisa gak jajan berapa minggu ini. hiks.


Mika mengetuk-ngetuk dahinya tanda penyesalan yang amat dalam.


Dia mengambil ponsel.


[Malem kak. Kak, mengenai belanjaan tadi. Bukan hutang yang akan ditagih lagi, kan?] Mika mengirim pesan.


[Kalau kamu menganggap hutang juga gak apa apa, nanti pasti kakak tagih] balasan secepat kilat.


Aduh kenapa pakai tanya sih, Mika.... bodoh, bodoh, bodoh! Bales apa ya. Ini seperti aku lagi tawar menawar jual diri saja. Bodo amat. Aku harus membuang rasa malu kali ini. Jari mika kembali mengetik.


[Tapi, Aku kan gak minta kak. Kakak yang kasih pakai ngancem segala. Jadi terpaksa aku terima. Jadi bukan hutang ya. Titik]


[Nah, itu tahu. Sudah pintar sekarang, ya, adik cantik]

__ADS_1


Mika tersenyum melihat balasan Dandi. Lalu Mika memukul-mukul pipinya supaya sadar diri.


[Gak usah gombal, Kak. Gak akan mempan!] Mika membalas sadis untuk menutupi perasaannya yang mulai goyah.


Dandi mengirim sebuah foto.


Ish. Apaan, sih. Mika tersenyum melihat foto Dandi sedang tersenyum di samping gantungan kunci kura-kura. Tampan sekali.


Bunga-bunga bermekaran di hati Mika. Seandainya kak Dandi datang ke hidupnya hanya untuk Mika, bukan untuk Rania pasti Mika akan sangat bahagia. Bagaimanapun mata Mika tak dapat berbohong. Dandi adalah sosok wajah yang selalu ia impikan. Tampan dan mempesona.


[Hei... siapa yang mau lihat wajah kamu wahai om pedofil hahaha] Mika membalas foto Dandi dengan tertawa bahagia.


[Amit-amit gak minta. Weeeek] Mika tak kalah kilat mengetik pesan.


[Sudah-sudah, cepetan bobo Mika sayang (emot love) Makasih ya buat hari ini] Dandi semakin berani.


[Wait. Siapa yang ngijinin panggil sayang? Enak aja. Jangan ketemu aku lagi besok-besok kalau masih panggil seperti itu.] Mika marah. Mika hanya tak terima dipermainkan. Bagaimana bisa pria yang sudah mulai akrab dengannya itu mendekati kak Rania dan juga dirinya sekaligus.

__ADS_1


[Eh. Jangan marah. Maaf. Maaf. Kakak cuma lagi kebawa perasaan aja. Jangan marah ya Mika] Dandi membalas chat Mika.


Namun, Mika yang terlalu mengantuk tak lagi memperhatikan ponselnya. Mika bahkan tertidur pulas setelah mematikan nada dering ponselnya dengan posisi belanjaan masih berserak di kasur tempat tidur.


Sementara Dandi merasa bersalah dengan chat nya tadi. Dandi pikir Mika benar-benar marah dan melarang Dandi bertemu Mika lagi. Mika bahkan tak membalas chat-nya lagi. Dandi berusaha menelepon berkali-kali tapi juga tak diangkat. Dandi gusar sendiri. Dandi lalu melirik jam. sudah pukul 10 malam. Mika pasti sudah tertidur.


Dandi mengakhiri berondongan chatnya tadi dengan ucapan selamat tidur pada Mika.


***


Parfum, susu tumbuh tinggi, coklat, liptint, camilan, lolipop, keju, roti, selai, wafer, kucir rambut dan jepit rambut.


"Apa lagi, ya"... Dandi berpikir.


Gantungan kunci itu lucu juga. Dandi melihat Mika yang sudah berdiri di dekat pintu toko. Mika sudah keluar membawa belanjaan untuk Rania dan dirinya sendiri. Dandi bilang masih ada perlu di dalam. Dan menyuruh Mika menunggu sebentar. Tak berselang lama Dandi sudah keluar dengan 1 kantung kecil.


Dandi sangat bahagia malam ini. Dia bahkan bisa membuat Mika menurut saja tanpa protes.

__ADS_1


Dengan belanjaan sebanyak itu, Dandi sudah seperti membelikan keperluan 2 istrinya saja. Namun, Dandi merasa itu sebagai ucapan terimakasih karena Mika benar-benar sudah mampu menghilangkan bayangan Kimi dalam hidupnya. Dan Dandi berjanji akan selalu membuat Mika bahagia. Dandi berharap besar pada perasaan Mika.


Biarlah Dandi dulu yang merasakan bahagia ini, dan nanti giliran Mika yang akan merasa bahagia di sampingnya.


__ADS_2