Hey, My Sweet Window!

Hey, My Sweet Window!
Awal mula


__ADS_3

"Dan, ini kamar kamu sesuai yang Mbak Ranti minta." Berjalan lurus menyejajari langkah Dandi menuju pojokan hunian yang sedikit terpencil jaraknya dari kamar-kamar lain.


Kamar ini lumayan besar, karena merupakan bekas gudang kasur dan almari kos-kosan yang direnovasi sedemikian rupa sesuai permintaan kakaknya. Supaya putra semata wayangnya ini mudah dicari dan bisa diawasi.


"Mama kamu itu ingin kamu enggak pindah-pindah kosan lagi, mama kamu khawatir, Dan. Tante harap kamu betah, ya, tinggal di sini", sembari membuka kamar setelah memutar kunci dan handel pintu.


Kamarnya sudah rapi, nampak ada tempat tidur ukuran 120x200 berseprai hitam polos, beberapa bantal dan guling, 1 almari besar, satu set meja kursi yang dilengkapi 1 komputer besar, printer dan beberapa tumpukan kertas HVS. Ada karpet di bawah tempat tidur dan dispenser air minum di pojokan kamar.


Dandi hanya menjawab tante Nay dengan anggukan.


"Oya Dan, karena kemarin enggak memungkinkan bikin kamar mandi di dalam, tante buatkan kamar mandi khusus buat kamu di samping kamar ini". Sembari menunjuk ke arah sebelah kamar Dandi.

__ADS_1


"Iya, tan" jawab Dandi singkat.


"Nanti kalau butuh apa-apa bilang tante, ya, Dan, tante sangat berharap usaha tante ini(renovasi kamar, red), bisa bikin kamu betah di sini sampai lulus", menepuk bahu Dandi, lalu berpamit pergi mengecek kamar kosan lain yang berjumlah 11 kamar di satu lokasi ini. Termasuk kamar baru milik Dandi.


Dandi melepas sepatu, masuk, lalu meletakkan Tas Ransel besar di samping ranjang. Setelah melihat sekeliling, dia tersenyum, 'sesuai keinginan' batinnya, terdapat 3 jendela di kamar ini. Satu jendela permanen tepat ada di depannya berdiri. Sepertinya berfungsi untuk pencahayaan alami dari cahaya matahari yang terbit dari arah yang sama. Bersebelahan dengan kebun dan pintu samping belakang sebuah rumah. Satu lagi ada di samping kanannya dengan pemandangan sebuah lapangan kecil dengan beberapa pohon kelapa berjajar rapi mengelilingi. Kawasan itu biasa disebut "Lapangan kelapa" oleh anak-anak kos. Dan satu lagi ada di sebelah pintu masuk.


Dandi mendekati almari kayu klasik yang terletak di dekat jendela, hendak membukanya, namun mata Dandi menemukan bayangan sekelebat di luar jendela yang membuatnya kembali menoleh dan berfokus pada jendela kamar.


Pemandangan di depan mata Dandi adalah hal langka di hidupnya, bagaimana bisa cewek tidur di atas pohon, gumam Dandi sembari mengambil HP dengan mode video on diarahkan ke pohon jambu tersebut.


Sebelumnya dia sudah menjepret beberapa gambar absurd sebelum pindah ke mode video. Tiba-tiba cewek itu menggeliat, dan gedebuk, tubuh gadis ramping itu meluncur bebas ke tanah yang berjarak 1 meteran dari dahan rindang tersebut.

__ADS_1


Terlihat dia meringis sembari memegangi punggung, tetapi sedetik kemudian dia menguap sambil menggerakkan kedua tangan ke atas, seperti gerakan bangun tidur yang begitu rileks.


Dandi tergelak, dan terus fokus mengarahkan HP pada makhluk dengan rambut panjang sebahu tersebut. Imut juga anak ini, gumamnya pelan.


Gadis itu masih duduk di rerumputan tempat dia jatuh, dan menguap lagi, kali ini mulut gadis itu menganga sangat lebar.


Jadi, cewek juga bisa, ya, nguap selebar itu. Senyum manis terukir di wajah Dandi.


Kali ini Dandi segera menyudahi mode video HP di genggamannya setelah gadis tersebut menghilang dari balik pintu.


"Sepertinya aku akan betah di sini", meletakkan HP di meja yang menghadap lapangan bola lalu membuka jendela supaya udara segar segera masuk.

__ADS_1


__ADS_2