
Jam sudah menunjukkan puluk 21.00 WIB, suasana kosan pun mulai sunyi. Mika baru saja kembali dari kamar mandi, mengecek kompor di dapur dan mematikan beberapa lampu ruangan yang barusaja dia lewati.
Memang kegiatan anak kos di Alaka ini biasanya akan berakhir di jam-jam ini, semua sudah mulai berangkat tidur, mengistirahatkan badan setelah seharian beraktifitas.
Mika pun segera masuk ke dalam selimut setelah mengunci pintu kamar.
Mika kemudian teringat sesuatu, sepulang dari toko pojok tadi, dia langsung ngrumpi di kamar Rania, mendengarkan kebahagiaan Rania, yang semakin yakin jika Dandi men-stalking dia. Karena Rania tahu Dandi itu tidak tinggal di area sini otomatis kemunculan pria tampan itu tadi mempertegas kecurigaan Rania. Apalagi tadi pagi Dandi sempat mem-follow dan mengunjungi akun media sosial Rania. Tidak mungkin kebetulan, kan. Rania terus mengulang-ulang. Sampai-sampai Mika tak sempat memeriksa belanjaan.
Kemudian Mika menatap kantong plastik di atas meja. Dia bangkit, membuka kantong plastik, lalu mengambil 2 barang, sebuah lolipop dan satu struk.
Dalam struk bagian depan Mika menemukan namanya tertera di bagian nama barang, ini memang benar struk pembelian kakak ganteng tadi. Dia lalu membalik kertas di tangannya, ada tulisan tangan berbunyi:
"Lolipop manis, untuk adik kecil yang suka bengong"
Apa...!!
Nyebelin banget tu orang, adik kecil? lolipop? hhhhh dikira aku anak TK apa. Mika menggerutu.
__ADS_1
Awas aja ketemu lagi! Entah kenapa dia sangat kesal dikatain anak kecil, dia merasa direndahkan, huft mentang-mentang dia gak cantik, dan pendek di banding pria tadi.
Apa si Dandi Dandi itu bener-bener seperti yang temen kak Nia bilang? Playboy?
Ya ampun, kalau benar si Dandi itu Playboy, maka Mika harus jadi garda terdepan melindungi kakak kos kesayangannya itu.
Playboy cap apaan coba, cuma ganteng doang gak sopan mah no no no, mending Raka kemana-mana, deh. Mika kembali tersenyum saat menyebut nama Raka.
Oh jadi gitu, ya, cara dia tebar pesona, nunjukin kalo dia ganteng ke semua cewek. Mika masih tenggelam dalam monolog pikirannya sendiri.
Heh, jangan kira aku akan kena jebakan playboy kayak kamu, Bang. Sok sok an ngasih permen segala. Mau cari gara-gara, ya. Tadi meledek namaku, lalu ini apa? lolipop dan hinaan ini. hiiiiiiiiih... awas ya.
Kak Rania harus tahu kejadian di toko tadi, supaya kak Rania bisa berpikir ulang untuk suka sama cowok nyebelin itu. Tadi Mika tak sempat bilang ke Rania perihal Dandi yang mengajak kenalan Mika, karena Rania menguasai pembicaraan tanpa sela.
Mika akan menunjukkan sisi ke-playboy-an si Dandi ke Rania besok pagi. Termasuk Lolipop dan kertas yang masih ia genggam.
***
__ADS_1
Di detik yang sama Dandi masi melihat dua video yang berhasil dia rekam, satu video saat Mika jatuh dan satu lagi saat Mika ngintip orang main sepak bola.
Dia tergelak sesekali, lalu bergumam, "ternyata dia imut juga, ya, kalau dilihat dari dekat".
Sore tadi Dandi barusaja pulang dari restoran padang favorit, lalu mampir sebentar ke kosan teman di sebelah Toko Pojok, Dia sudah pamit dan sedang berdiri di area parkir dekat motor sport miliknya. Tapi dia teringat mau membeli pasta gigi yang habis. Dandi masuk ke dalam toko, masih membaca beberapa keterangan produk pasta gigi.
Lalu, dia melihat dua sosok gadis yang ia kenal masuk ke Toko pojok, Rania dan Mika. Rupanya takdir bebar-benar ingin aku mengejarmu, Mika. Dandi membatin. Dia masih mengamati diam-diam 2 gadis itu.
Setelah Rania mendekat ke arahnya, Dandi berjalan ke sisi sebelah rak lalu diam, beberapa menit kemudian Dandi berjalan pelan nenuju ruang alat tulis.
Dia terpikir ingin berkenalan langsung dengan Mika, tapi pasti aneh jika berkenalan di tempat seperti ini, disangka cowok murahan dia nanti. Akhirnya tercetus ide cara elegan berkenalan dengan gadis incarannya kali ini. Berhasil.
Seharusnya tadi aku rekam wajah kesal dia. Apalagi pas bengong, kayak orang bodoh. Gemesin banget. Baru kali ini ada gadis sepolos dia, Gak pernah liat cowok ganteng sampek bengong lama begitu. Kalau gadis lain pasti sudah langsung tersenyum kegirangan bahkan sampai minta nomor Hp.
Mika... Mika...
Dandi menutup malam dengan mengejar bayangan wajah Mika yang terus berlarian di pikirannya.
__ADS_1