Hey, My Sweet Window!

Hey, My Sweet Window!
Itu, Dia!


__ADS_3

Dandi menggeliat di atas kasur. Dia tertidur sekejap setelah menghabiskan makan siang. Tubuh dengan tinggi hampir 2 meter itu masih nampak malas. Dandi melihat jam digital di atas meja, pukul 15.05 WIB.


Dandi tersenyum, taruhan iseng tadi siang berlarian di kepala. Seharusnya wajah gadis itu tak bisa ia temukan di kerumunan siswa sebanyak itu, tapi takdir memintaku mengejar gadis pohon jam....Eh, Mika, iya, Mika adalah nama gadis itu. Dandi mengingat nama akun yang tadi dia temukan dengan senyum kemenangan.


Bisa-bisanya wajah gadis itu begitu jelas dibanding wajah lain. Apa mungkin karena Dandi sangat fokus, sampai-sampai tak ada wajah lain yang nampak menarik lagi di mata indah Dandi.


Tiba-tiba cinta datang kepadaku


Di saat kumulai mencari cinta


Tiba-tiba cinta datang kepadaku


Kuharap dia rasakan yang sama


Terdengar lagu cinta samar di telinga Dandi. Dia bergegas berdiri. Benar saja, Dandi melihat sosok Mika sedang duduk di bawah pohon.


Gadis itu menyanyi, earphone terlihat menempel di kedua telinga. Rona bahagia nampak jelas di garis wajah Mika.


Mata Dandi bersitatap dengan mata Mika, namun hanya Dandi yang bisa menikmati tatapan wajah tersenyum itu. Sedang Mika hanya melihat kaca jendela gelap di depannya, membayangkan sosok Raka datang dari arah jendela kaca tersebut sembari bernyanyi.

__ADS_1


Saat ku sendiri kubayangkan dia


Datang padaku dengan cinta


Dikeramaian kumerasa sepi


Saat tak ada dirinya...


***


Mika pernah bertanya pada Andi yang juga ngekos di Asrama Cepek perihal ruangan pojokan tempat kaca itu berada. Dan Andi menjawab jika ruangan itu hanyalah gudang yang terkunci, hanya dibuka jika pemilik kos datang. Sepanjang yang Andi tahu ruangan itu adalah tempat penyimpanan kasur, bantal, lemari pakaian tak terpakai.


Dandi sendiri tahu penampakan jendela model ini jika dari luar, hanya akan menyajikan warna hitam pekat, tanpa memberi celah sedikitpun orang mengertahui isi dalam sebuah ruangan. Sedang dari dalam terlihat seperti kaca biasa. Jadi dia bisa melihat santai dari dalam tanpa ada yang menyadari kehadirannya.


***


Mika terus menatap lekat jendela itu, melihat senyum Raka terpancar di sana. Tanpa sadar Mika memegang pipinya gemas, sembari menggoyangkan kepala ke kiri dan ke kanan. Entah apa yang Mika bayangkan, sepertinya dia sedang membayangkan hal romantis bersama Raka.


Dandi yang melihat Mika tanpa berkedip semakin gemas dengan tingkah Mika.

__ADS_1


Sekitar 20 menit Mika fokus memandang jendela kamar Dandi dengan senyum menghiasi wajah mungilnya. Lalu, ia terlihat berlari ke arah tembok pagar bata belakang kebun, bersamaan dengan suara segerombolan remaja lelaki memasuki lapangan kelapa.


Di balik tembok bata Mika mengintip, nampaknya ada lubang atau semacam celah di sisi tembok tempat Mika berjongkok sekarang. Dandi melihat pergerakan Mika dengan jelas. Bahkan saking penasaran, Dandi ikut melihat melalui jendela kamarnya sendiri, rupanya segerombolan anak seusia Mika bersiap main sepak bola.


Dandi mengamati satu persatu wajah remaja di lapangan kelapa itu.


"Masih gantengan aku jauh ketimbang mereka, si Mika itu pasti gak akan nolak aku", Dandi menyeringai dengan pedenya.


Ia kembali mengamati jendela di mana jelas terlihat gerak-gerik Mika dari sana.


Mika yang sedang sendirian mengintip, menampilkan banyak perubahan ekspresi wajah, Dandi sudah sedari tadi memegang handycam, merekam segala aktifitas Mika sore ini.


Sebenarnya jika di lihat dengan mata waras, Mika lebih mirip orang gila, karena dia ketawa tanpa suara, menggumam sendiri, ngoceh sendiri, dan tersenyum sendirian aja, di balik tembok pula.


Hhhh... sebahagia itu, ya, liat orang main sepak bola


Tunggu, apa gadis itu sudah punya pacar?


Tapi, jika yang main pacarnya, ngapain dia ngintip-ngintip begitu. Pasti si Mika ini belum punya pacar. Oke Mika, tunggu calon pacarmu ini, tunggu...hahaha

__ADS_1


Dandi tergelak dengan pikirannya sendiri.


__ADS_2