Hey, My Sweet Window!

Hey, My Sweet Window!
Pamit


__ADS_3

Di rumah tante Nayla, pukul 11.00.


Astaga lupa banget ngabarin Robi sama anak-anak. Secepat kilat Dandi mengetik pesan untuk Robi.


[Rob, gua nanti absen latihan, ya, bonyok (bokap, nyokap, red) lagi di sini]


Tring balasan dari Robi masuk.


[Dan, hari ini sama minggu depan latihan terakhir kita sebelum perform di SMA 1, telat gapapa deh, nanti kita tunggu.]


SMA 1? Oh, jadi yang kata anak UKM musik Little One suruh ngisi pensi SMA itu pensi di sekolahnya Mika. Dandi tersenyum menyeringai.


[Ok, tunggu gua nanti gak akan telat, tapi balik duluan gak papa, ya]


[Nah, gitu dong. Nanti gue gak nebeng Lo, Dan. Santai-santai aja dulu Lo sama bonyok, salam buat bonyok, yak]


[Siap]


Saat ini Dandi sedang bergurau bersama Mama, Maura, Kayla dan tante Nay di taman belakang.


"Ma, Dandi nanti gak ikutan makan malam ya Ma. Ada latihan band Ma, 2 minggu lagi disuruh ngisi pensi SMA," Dandi sudah menyusun alasan untuk menghindari pertemuan yang mungkin akan merepotkan setelahnya.


"Yaudah, nanti mama kasih tau papa, tapi kemarin papa sempet bilang pak Vander mau ketemu sama kamu, katanya mau kenalan langsung sama kamu," mama menjelaskan.


"Kan kami di kampus yang sama hampir setiap hari, jadi nanti biar Dandi aja yang buat janji ketemu sama pak Vander ya Ma. 30 menit lagi Dandi pamit," Dandi merayu mamanya.


"Yaaah, Kakak Dandi mau kemana lagi, Kayla kan masih kangen." Kayla memasang wajah cemberut.

__ADS_1


Dandi memainkan hidung keponakannya, "Kakak janji deh, minggu depan kakak main lagi sama Kay dan Maumau..." Dandi menatap 2 keponakannya bergantian.


"Beneran ya," Maura kecil menjawab girang.


Tante Nay hanya melempar senyum melihat tingkah dua gadis kecilnya.


"Ya gitu mbak, kalo kakaknya ke sini maunya gak boleh pulang. Harus di sini terus nememin main."


Mama Dandi mengusap kepala putra semata wayangnya. "Padahal mama masih kangen banget sama kamu, Dan."


Dandi menatap mata mamanya sendu, "Dandi juga Ma, bulan depan kampus sudah ada libur. Dandi akan pulang ma, mama gak ada jadwal ke luar kota kan?"


"Bulan depan, ya, ah gampang. nanti tinggal mama bilang ke papa, mama mau di rumah aja nungguin putra kesayangan mama. Beres!" Mama memeluk putranya penuh kasih. Dandi membalas dengan penuh kerinduan. Maura dan Kayla ikut menghambur dalam pelukan hangat tersebut.


Setitik air mata menetes dari mata Nayla, Tante Nayla memang melow sekali orangnya, Dia tipikal manusia yang bisa nangis sampai sembab hanya karena melihat serial drama, sinetron maupun video menyentuh hati.


***


Namun kali ini Dandi minta latihannya hanya dua setengah jam saja.


Tepat pukul 14.30 Dandi sudah keluar dari studio, anak-anak lain masih di dalam, karena masih ada 30 menit sisa waktu sewa studio.


Mereka latihan tanpa Dandi. Dandi sang vokalis bersuara merdu.


Dandi segera meluncur pergi. Saat ini Dandi sudah berada di dekat perempatan bypass, menunggu di bawah pohon rindang di pinggir jalan. Dandi melirik jam 14.40, tapi sosok yang Dandi tunggu belum nampak batang hidungnya.


Suara bising kendaraan yang lalu lalang sama sekali tak mengganggu Dandi. Ia masih tetap di atas motor tanpa membuka helm. Kemudian suara menderu klakson bus terdengar dari kejauhan, Dandi menengok ke arah belakang, lalu tersenyum. Bus itu berpapan nama percis dengan yang pernah Dandi naiki saat menguntit Mika. Bus besar berwarna silver kombinasi putih dan biru melewati Dandi, menyisakan bau asap yang cukup pekat.

__ADS_1


Terlihat bus berhenti di halte bypass tak jauh dari tempat Dandi saat ini, menurunkan beberapa penumpang, wajah Mika adalah satu diantaranya.


Dandi langsung menghidupkan motor dan menghampiri Mika. Dandi berhenti tepat di hadapan Mika tepat sebelum gadis itu melangkah menyebrang jalan. Mimik wajah Mika nampak waspada, membuat Dandi langsung membuka kaca helm, lalu tersenyum secerah mentari.


Wajah kesal Mika langsung tertangkap mata coklat Dandi. Pertanyaan jutek bernada sadis yang kemudian muncul dari mulut mungil Mikapun kali ini sukses membuat Dandi semakin gemas.


Lihat, kau begitu kesal bahkan hanya dengan melihat aku saja. Tapi, kenapa aku semakin suka melihat kamu begini Mika.


Dandi kemudian memprofokatori Mika dengan mengungkit masalah hutang kemarin. Gerakan Mika terbaca oleh Dandi saat mengembalikan helm dan mengambil dompet. Tak mau hilang kesempatan Dandi langsung memakaikan helm di kepala Mika tanpa melihat pandangan wanita-wanita di halte yang sedari tadi mengamati wajah tampan di dalam helm.


Saking gemasnya, Dandi sampai dengan berani memberi tambahan 'sayang' saat memanggil Mika.


Namun, karena Mika hanya diam tak bergeming, Dandi mengira bahwa Mika tak memperhatikan atau bahkan tak mendengar. Karena biasanya Mika akan langsung protes dan semakin jutek.


Dandi dengan senang hati melajukan motor menuju tempat romantis di bukit matahari terbenam setelah Mika duduk menempel di belakang punggung. Dandi melajukan motor melewati jalanan berbelok, menanjak, semakin jauh, semakin memasuki area di penuhi pepohonan hijau. Udara sejuk membelai tubuh kedua muda-mudi itu, pemandangan epik, nuansa syahdu, angin sepoi dan sepi. Cocok menjadi tempat Dandi mengukir kenangan manis dengan incaran hati.


Sepanjang perjalanan, Dandi tersenyum senang. Hatinya begitu bahagia. Mika adalah satu-satunya gadis yang tak memeluknya saat di bonceng. Wanita lain akan mengambil kesempatan untuk menggoda Dandi saat berada di balik punggung. Dandi berpikir jika Mika benar-benar polos dan tulus. Itu malah membuat Dandi makin bersemangat menggoda Mika dengan permainan gas dan rem. Tak seperti pada wanita-wanita lain yang menimbulkan rasa risih saat mendekap punggung Dandi, kali ini Dandi malah ingin Mika memeluknya. Lagi dan lagi.


Beberapa pukulan sukses mendarat di punggung Dandi, walaupun menyisa rasa sakit, tapi sakit yang ini berbeda. Sakit yang ini diliputi rasa senang dan bahagia. Suara nyaring Mika pun terdengar jelas di telinga Dandi saat Mika baru menyadari keberadaan mereka sekarang.


Namun, sesampainya di bukit matahari terbenam, wajah kagum dan bahagia Mika terpancar cerah. Dandi sampai meleleh dibuatnya.


Wanita dihadapan Dandi saat ini sungguh bukan sekelas Kimi kecantikannya. Mika bahkan berkulit sawo matang, rambutpun sangat berbeda dengan Kimi, jika Kimi selalu suka style rambut jatuh terurai maka Mika sebaliknya ia lebih sering terlihat mengucir tinggi rambut dan kadang terlihat berantakan.


Entah apa yang membuat Dandi jatuh hati pada Mika. Gadis biasa saja yang selalu jutek padanya.


***

__ADS_1


Mungkin lelaki yang selalu dikejar akan merasa bosan jika terus dikejar, sehingga membuat naluri lelaki untuk mengejar menjadi kelaparan. Dan Mika beruntung berada di saat pria tampan ini kelaparan.


__ADS_2