
Seorang gadis berkulit sawo matang berjalan pelan menuju kelas XI IPS 1. Ia terlihat sedang memegangi punggung, seperti merasakan rasa sakit di bagian yang ia pegang.
Perasaan kemarin enggak sakit begini pas jatuh, kenapa baru berasa sekarang, ya. Hiks. punggungku...gumam-gumam kecil yang hanya bisa ia dengar sendiri.
Tepukan lembut di bahu membuat gadis itu menoleh, seorang pria tampan menyejajari langkahnya, ia adalah Raka, sang pujaan hati.
"Kamu sakit, Mik? Wajahmu kok kusut enggak kayak biasanya", Raka bertanya dengan mimik wajah khawatir.
__ADS_1
Raka memang ada di belakang dan memperhatikan Mika sejak ia berada di depan gerbang utama SMA 1. Melihat Mika beberapa kali memegangi punggung dan menampakkan gelagat lesu dari gerakan tubuh Mika. Kekhawatiran itu membuat Raka memutuskan untuk mendekat, tanpa peduli tatapan kesal siswi-siswi SMA fans berat Raka.
"Iyakah?" Mika memegangi wajah, memeriksa, lalu tertawa, "Lupa nyetrika kemarin, makanya kusut", celoteh Mika dengan sengaja memantik humor di antara mereka. Sakit di pinggang Mika seakan lenyap diganti tawa riang di sepanjang koridor menuju ruang kelas XI IPS 1 yang terletak di gedung pojok sekolah. Pancingannya kali ini sukses lagi membuat suasana mencair bersama Raka.
Mika bertukar banya kata, humor dan mimik wajah dengan Raka. Setelah sampai di kelas Mika bahkan melihat teman-teman wanita menatap iri, seperti berkata, "Raka, kenapa Mika? zzzzzz. Aku, aku, tatap aku Rakaaaaaa".
Sebelum duduk di bangku masing-masing mereka bersitatap sambil tersenyum.
__ADS_1
Pagi ini begitu membahagiakan, membuat hati Mika berbunga-bunga. Sepanjang umur Mika di kelas X1. IPS 1 Raka tak pernah terlihat akrab banget sama cewek, Raka terkenal jaim (jaga image.red). Walaupun banyak yang suka sama Raka. Raka lebih banyak terlihat barengan teman-teman cowok. Dan cuek dengan teman-teman cewek.
Sepertinya baru kali ini Raka bahkan seakrab itu di depan umum sama seorang cewek, dan cewek itu adalah Mika, cewek standar yang bahkan tak pernah dilirik cowok lain di sekolah Favorit itu. Mikapun tersenyum sepanjang jam pembelajaran.
Raka sendiri adalah siswa pindahan dari sekolah favorit di Kota terkenal pulau XX. Tersebar kabar bahwa Raka pindah karena ayahnya dipindah tugaskan ke kota ini. Dari awal kedatangan Raka di sekolah ini, dia sudah pasang wajah jaim, hanya berteman dengan beberapa teman laki-laki sekelas dan beberapa teman laki-laki dari kelas lain. Dan jarang terlihat bersama cewek.
Tanpa sadar kedua anak sekolahan ini sering saling melempar senyum. Beberapa teman sempat memperhatikan. Rasti yang duduk di pojok depan baris pertama pun menatap tak suka ketika menangkap senyum Raka terlempar kepada Mika. Rasti adalah gadis cantik berambut panjang lurus. Walaupun dia bukan yang tercantik di kelas ini, tapi Rasti selalu menganggap dirinya yang paling pantas mendapat senyum manis Raka.
__ADS_1
Raka sebenarnya khawatir dengan Mika, Raka menyadari saat ia berada di belakang Mika tadi ada yang tak beres dengan punggung Mika. Raka ingin bertanya tentang kesehatan Mika, tapi urung menyapa Mika lagi. Raka tak ingin membuat salah paham yang pada akhirnya akan menyakiti Gadis ceria itu suatu hari nanti.