
Dandi masuk ke dalam kamar dengan dada berkecamuk. Prediksinya tentang pernyataan cintanya hari ini sama sekali benar. Mika yang keras kepala dan selalu berpikir negatif tentangnya akhirnya benar-benar menolak dirinya.
Ini pertama kali Dandi di tolak cewek. Sebelumnya Kimi bahkan langsung memeluk dan menyatakan bahagia dengan pernyataan suka Dandi. Tapi Mika sungguh sulit ditaklukkan. 15 mantan lain bahkan menyerahkan diri begitu saja dan menerima kesepakatan sebagai syarat menjadikan Dandi pacar. Sementara Mika, untuk mendekatinya saja Dandi selalu menggunakan ancaman dan sedikit paksaan.
Dandi sedang memikirkan cara lain untuk menjerat hati Mika tanpa membuat orang lain salah paham lagi. Kalau yang sudah ini masih dia teruskan bisa-bisa Mika malah menjauh pergi dari hidupnya. Apalagi dalam kasus ini Dandi malah seperti mempermainkan 2 gadis yang besahabat baik. Dan bisa ditebak endingnya pasti Mika akan membenci Dandi seumur hidup. Dandi bakal dibuang dari hidup Mika.
Kenapa sih Rania pakai salah paham segala. Membuat semua runyam saja. Besok aku harus jelaskan semua ke Rania. Tetapi jangan sampai penjelasan aku malah membuat Rania dan Mika bertengkar. Kalau sampai bertengkar pasti Mika yang akan disalahkan. Kasian dia.
Dandi berbaring sambil menatap langit-langit kamar. Dandi masih membayangkan raut wajah Mika. Dan merencanakan rancangan kalimat panjang sebagai penjelasan kesalahpahaman Rania selama ini. Tiba-tiba suara setengah berteriak terdengar dari pintu depan kos memanggil nama Dandi.
Tante Nay.
Dandi yang mendengar suara tante Nay mendekat langsung bangun dan menuju pintu.
"Dandi," Tante Nay tampak tergesa dan gelisah. Bahkan Tante Nay hampir menangis saat tiba di depan pintu kamar Dandi.
Dandi bingung. Apalagi saat tantenya memeluk erat Dandi sambil menangis sesenggukan.
"Dandi, Mama papa kamu terlibat kecelakaan." tante Nay menangis saat mengatakan itu.
Dandi seperti tersambar petir. Bunga air di pelupuk matanya hampir berguguran. Namun, ia masih bisa menahan supaya tidak jatuh.
"Apa tante? Tante enggak bercanda kan?" Dandi melepas pelukan Tante dan menggenggam tangan tantenya kuat.
"Dandi sebaiknya kita segera ke kota XX, kamu pergi sama tante ya. Om sudah ada di sana duluan." Tante menjelaskan dengan masih sesenggukan.
Dandi tanpa pikir panjang langsung mengambil jaket dan mengunci pintu kamar. Lalu bergeras pergi. Dandi terburu-buru mengikuti tante Nay ke dalam mobil yang sudah sedari tadi menunggu di depan gerbang.
Ada satu supir dan satu asisten rumah tangga di bangku depan. Sedangkan Dandi dan tante Nay duduk berdampingan di belakang.
Setelah mobil berjalan cukup jauh, Dandi ingat sedari dia pergi bersama Mika dia menonaktifkan ponsel. Sekarang dia mencari ponsel di saku jaket. Nihil. Dandi hampir ingin berkata kepada tante Nay untuk kembali ke kosan. Namun ingatan tentang benda yang jatuh saat pulang tadi membungkam mulut Dandi.
Yang paling penting untuk Dandi saat ini adalah mama dan papa. Dandi merasakan khawatir yang teramat sangat. Membuat Dandi gelisah di dalam mobil.
"Dan, tante hubungin kamu dari tadi kenapa tidak bisa, Dan?" Tante Nay bertanya pelan.
"Ponsel Dandi jatuh di jalan tan." Dandi menjawab dengan tidak bersemangat.
"Yang sabar ya, Dan. Mama papa pasti kuat." Tante Nay menepuk bahu Dandi pelan.
Perjalanan jauh ditempuh selama 4 jam non stop. Tante Nay sempat menelepon suaminya untuk memantau keadaan Kakak dan kakak ipar.
Lalu memberitahu Dandi kondisi mama papanya saat ini.
"Dan Mama papa kamu selamat. Hanya saja sopir yang membawa mereka meninggal dunia." Tante Nay menjawab air muka penasaran Dandi setelah mendengar percakapan Tante Nay di telepon.
Dandi syok mendengar berita itu. Sehingga sepanjang jalan Dandi hanya diam merapal doa untuk kedua orangtua yang sangat di sayanginya.
***
Mika barusaja masuk ke kosan. Pukul 15.15.
Dia langsung masuk dan mengunci diri di kamar. Saat melewati kamar Rania dia terlihat sedih dan merasa bersalah.
__ADS_1
Kak Rania pasti akan sangat sedih. Bagaimana cara aku menghiburnya nanti. Aku sendiri tak tahu cara menghibur patah hatiku terhadap Raka. Apa aku menunggu besok setelah kak Dandi menjelaskan sendiri semuanya ya baru menceritakan semua ke kak Rania.
Mika memikirkan Rania sampai jatuh tertidur.
Pukul 17.30.
Mika terbangun setelah mendengar suara berisik di pintunya.
"Mika... keluar!" Suara kak Rania sangat keras terdengar.
Mika yang masih mengantuk berjalan keluar.
Kriet, pintu terbuka.
"Oh, jadi benar wanita ini kamu, kan?" Rania melihat baju yang menempel di tubuh Mika lekat. Baju yang sama dengan yang Mika pakai saat jalan dengan Dandi tadi. Dia menunjukkan layar ponsel yang memperlihatkan gambar Dandi menggandeng tangan Mika.
"Kak, aku bisa jelasin." Mika yang masih belum sadar sepenuhnya kaget bukan main dengan poto di ponsel Rania.
"Bisa-bisanya ya kamu jalan sama cowok kakak. Dasar kamu penghianat. Menusuk orang dari belakang, nyesel aku baik sama kamu!" Rania berteriak kesal kepada Mika.
Penghuni kos lain yang sudah datang sedari sore keluar dari kamar masing-masing. Termasuk Nancy yang terlihat tersenyum puas kali ini. Nancy bahkan mengabadikan momen langka di hadapannya ini.
"Kak, bukan begitu. Kak Dandi bilang dia akan jelaskan semuanya besok ke kakak," Mika mengingat kata-kata Dandi tadi.
"Mau jelasin apa? Jelasin kalau dia suka sama kamu?" Rania semakin lantang.
"Iya, kak," Kepolosan Mika membuat Rania tertawa.
Hati Mika sakit sekali mendengar hinaan yang keluar dari mulut kakak yang ingin dilindunginya itu.
"Aku enggak akan pernah maafin penghianat seperti kamu. Ingat itu." Rania pergi dengan kesal. Rania membanting pintu kosan lalu pergi keluar entah kemana.
***
Pukul 9.15.
Rania barusaja turun dari bus. Dia berjalan cepat sambil berdendang nyaring menuju rumahnya.
Sekitar satu jam di rumah, Rania sedang santai di ruang depan membaca buku. Orangtuanya sedang di luar untuk kondangan. Rania menunggu rumah sambil ngemil keripik singkong kesukaannya.
Rania ingin bermalas-malasan di rumah seperti biasanya. Karena sesuai rencana dia baru akan pulang ke kosan besok pagi buta langsung ke kampus.
Namun, tiba-tiba notifikasi ponselnya berbunyi beberapa kali. Rania masih abai.
Kluntang. Klunting. Sekarang semakin sering bunyinya. Membuat Rania penasaran dan mengecek notifikasi apa gerangan yang berisik sekali.
Oh ternyata chat grup fakultas.
Rania masih malas membuka. Tapi setelah melihat postingan foto dari Siska teman satu fakultasnya Rania terbakar emosi.
Foto itu ada 6, dengan dibubuhi kalimat provokator dari nomor ponsel Siska.
[Lihat gaes... Gue kira Dandi bakalan pacaran sama anak dari fakultas kita lagi. Eh taunya sama anak kecil begitu. Sepertinya ada yang kegeeran akut nih anak fakultas kita. Yang sabar ya...(emotikon tertawa 4 kali)]
__ADS_1
[Siapa sih maksutnya] Lili
[Itu... si Ra**a] Mira
[Duh, makanya ya gaes. Jangan kegeeran dulu. Dan SOK KECANTIKAN. Rupa-rupanya kalah cantik tuh sama anak udik di poto itu wkwkwkkw] Siska
[Apaan sih kalian] Oci
[Emang itu poto siapa sis? Jadi Lo nih masih nguntit mantan pacar Lo?Kurang kerjaan banget (emotikon ketawa)] Weni
[Enak aja. Ya enggak lah... gua mah udah move on. Enggak sengaja ketemu tadi di mall] Siska
[Woi bubar-bubar] Oci
[Hahaha temen Lo kegeeran tuh ci. Hibur sana. Kasian banget. Ternyata kena PHP.] Siska
[Eh iya ya, kapan hari gua denger Rania jalan sama Dandi. Gua kira bakalan jadian mereka. Sudah bikin gua patah hati padahal (Emotikon broken heart 3 kali)] Olivia
[Bisa diem enggak Sis. Elu harusnya punya empati dikit. Oh apa karena Elu juga masih ngarepin si Dandi. Makanya patah hati lihat dia jalan sama orang lain?] Oci
[Bodo amat Ci...] Siska
[Duh, kasian si Rania...] Mira
[Iye, untung aja aku enggak ikutan kejebak sikap manis Dandi. Pinter dikit lah aku] Pipit
[Wehh... Lo ngatain Rania bego dong ekekek ] Siska
[Eh, enggak begitu kok. Maap ye @Rania] Pipit
[Makanya gaes, dingat-ingat. Cewek fakultas kita yang paling cantik cuma gue. Kalian enggak lupa kan, Dandi mantan gue. hahaha] Siska
[Idih, cuma jadi mantan aja kok bangga.] Lili
[Pasti dong. Terbukti kecantikan gue kan. Bisa jadi mantannya Dandi hahaha] Siska semakin menjadi.
[Mana si Rania?] Mira
[Ngumpet lah dia. Mana berani nongol di sini.] Siska
[Woi... bisa-bisanya ya kalian nyampah di grup. BUBAR-BUBAR] Oci
Rania membaca semua percakapan dengan dada berkecamuk.
Mika... kamu keterlaluan banget!
Rania marah sekali, karena semua orang membicarakannya. Ada yang bilang kasihan Rania, Rania kepedean, Rania bego dan kata menyakitkan lain.
Rania menimpakan semua kemarahannya pada sosok gadis di dalam foto.
Kamu rupanya benar-benar penghianat Mika. Muka kamu bahkan tak sepolos itu. Nancy bahkan benar untuk semua hal yang dia ucapkan kemarin.
Kriing. Telepon dari Oci.
__ADS_1