Hey, My Sweet Window!

Hey, My Sweet Window!
Isi hati Raka


__ADS_3

Raka sudah memperhatikan Mika sejak keluar dari kosan Miko.


Kenapa lagi Mika, wajahnya nampak sedih lagi. Apa dia sedang ada masalah?


Mika seperti sedang memikirkan sesuatu yang berat. Dia bahkan berjalan dengan lunglai tak bersemangat.


Raka yang sedang menunggu Miko sebenarnya sudah tak tahan ingin memanggil Mika, namun urung dia lakukan. Dia tetiba mengingat sosok lelaki tampan yang ia temui di rumah Maura kecil.


Lelaki yang mengantar Mika tempo hari sepertinya orang baik, aku harus membiarkan mereka bahagia. Aku sudah kalah langkah. Jadi aku tak boleh dekat-dekat Mika lagi.


Lamunan Raka buyar saat Miko menepuk bahunya lalu melangkah lebih dulu.


Miko yang baru keluar dari kosan menyadari sosok yang ada di depannya saat ini adalah teman sekelasnya, Mika. Tanpa basa basi Miko menepuk keras bahu wanita yang sedang melamun itu.


Reaksi Mika hanya terkejut dan kembali lunglai. Raka akhirnya tak bisa menahan untuk tidak bertanya keadaan Mika.


Seperti dugaan Raka, Mika menjawab pertanyaan Raka dengan semangat. Gundah yang tadi menggantung di wajahnya seakan terbang. Terlebih saat Raka melihat Mika dengan bahagia berlari mengejar Miko dan sempat berbalik penuh senyum memanggil namanya. Raka yakin, dia adalah alasan Mika merubah moodnya.


Mika, apa sesungguhnya kamu punya perasaan padaku? Lalu bagaimana dengan lelaki tampan itu? Jika diijinkan aku ingin sekali selalu jadi alasan dari tawa dan senyum manismu. Apa boleh?


Raka tersenyum. Dia melihat Mika terengah dari kejauhan.


Apa sekarang sudah terlambat untuk jadi lelaki di sampingmu?


Raka yang saat itu berada di depan toko merespon gestur Mika saat ini. Dia pasti haus.


Secepat kilat Raka berbelok dan membeli sebotol air mineral. Raka mempercepat langkah menghampiri Mika. Lalu memberikan botol kepeduliannya pada Mika.


Mika nampak sangat senang. Raka pun sangat bahagia.


Beberapa hari lalu, Raka menyadari perasaannya pada Mika. Meskipun tertahan dalam hati saja, namun gejolaknya terasa setiap Raka berada di dekat Mika.


Raka sadar, saat melihat Mika berjalan berdua dengan lelaki lain, ada perasaan kesal pada hatinya. Terlebih lelaki itu lebih tampan darinya. Raka masih bersikap biasa saja, hanya menunjukkan sedikit kejutekan pada Mika. Tujuannya supaya Mika peka.

__ADS_1


Namun akhir-akhir ini, Mika malah terlihat berbeda dari biasanya. Suka bengong, tak bersemangat bahkan sering menampakkan wajah kusut.


Dan hal ini benar-benar mengusik kepedulian Raka. Maka jika Raka adalah alasan Mika bisa tersenyum lagi, Raka berjanji akan jadi pemantik senyum untuk Mika.


Sebenarnya laki-laki tampan itu siapa? Raka penasaran.


Saat berjalan berdua menuju sekolah, Raka sempat menanyakan perihal siapa lelaki yang pernah mengantar Mika ke sekolah. Namun, Mika hanya menjawab jika lelaki itu tidak penting, tidak usah dibahas. Membuat Raka makin penasaran saja. Karena menurut pandangan mata Raka, sorot mata lelaki itu dipenuhi cinta saat melihat Mika. Jadi seperti bukan penjabaran dari frasa "orang tidak penting".


Tapi kenapa Mika menganggap lelaki itu tidak penting? Apa sebebarnya hubungan mereka? Mereka terlihat akrab. Lelaki itu bahkan tak memperdulikan imagenya saat mengantar Mika sekolah. Tidak seperti dirinya yang di awal-awal selalu menjaga image, walaupun saat itu sedang asik mengobrol dengan Mika.


Semua sungguh membuat aku bimbang. Apa aku nyatakan perasaanku saja pada Mika? Tapi, nanti jika kami bertengkar, apa akan mudah menjalani hari-hari sekolah bersama setiap hari? Dan apa akan mudah untuk Mika, aku berjalan berdua dengannya saja sudah banyak pandangan mata tidak suka dari teman-teman wanitanya. Huft.


Raka terlalu banyak berpikir pagi ini, sampai-sampai Raka tak menyadari saat Mika memperhatikan mimik wajahnya dengan cermat.


"Raka..." satu panggilan tak ada jawaban.


"Raka...Hei, Mika melambaikan tangan di depan wajah Raka.


"Kamu lagi ada masalah? Nampaknya akhir-akhir ini kamu banyak berpikir serius deh aku perhatikan" Mika mulai khawatir. Sebab setelah masuk ke gang SMA 1 dan setelah Mika menjawab pertanyaan tentang Dandi. Raka jadi diam.


"Enggak, kok. Cuma lagi inget tugas Bu Nur, tadi apa sudah aku masukkan tas belum ya", Raka berpura-pura mengecek tasnya.


"Oh. Kirain apaan? Gimana, ada?" Mika sedikit kecewa, karena tadi Mika sempat mengira jika Raka diam karena cemburu.


"Ada...ada...." Raka menyahut. "Mika, kamu suka baca komik?" Raka tiba-tiba memikirkan hal lain untuk dekat dengan Mika.


"Suka...Kenapa emangnya?" Mika bertanya balik.


"Eh, ini...." Raka menyodorkan sebuah buku tebal dari ranselnya. "Itu komik terbaru, coba deh baca, seru loh", Raka menimpali.


"Wah beneran boleh dipinjam? Sini biar aku baca nanti," Mika tersenyum sumringah, membuat hati Raka bergetar.


"Ya beneranlah, nanti sore aku ke kosan kamu ya, aku kasih seri ke 2,3,4 nya," Raka menyatakan keinginannya main ke kosan Mika.

__ADS_1


Mika cukup kaget mendengarnya. Ini kali pertama ada cowok mau datang ke kosannya. Apalagi ini Raka. Ya ampun. Mimpi apa aku semalam?


"Gimana Mika, boleh aku main ke kosan kamu?", Raka kembali bertanya karena Mika masih bengong.


"Boleh, boleh, mampir aja nanti. Tapi by the way emang kamu tahu kosan aku di mana?" Mika penasaran.


"Tahu." Raka mengangguk.


What? Raka tahu rumah kos aku? Ini aku lagi mimpi gak sih? Sejak kapan dia tahu kosan aku, perasaan kami gak pernah pulang bareng.


"Oh, iya, nanti sore aku tunggu ya," Mika mengabaikan rasa keponya. Yang Mika tahu hanya dia sangat sangat sangat senang mendengarnya.


"Siap. Nanti aku ambil duli di rumah," Raka menambahkan.


"Kenapa gak besok aja Raka, timbang bolak-balik," Mika kasihan jika Raka harus pulang dulu ke rumahnya yang cukup jauh.


"Oh, jadi gak boleh nih main ke kosan?" Raka salah paham.


"Bukan begitu Raka, aku kasihan aja kamu jadi harus bolak balik dari sekolah ke rumah terus ke sini lagi," Mika menjelaskan.


"Haahaha ya gak apa-apa kali, nanti mau sekalian main bola sama Miko." Raka mencari alasan. Padahal sesungguhnya dia ingin pulang dan berbersih dulu, ganti baju rapi baru main ke tempat Mika.


"Oh..." Mika sedikit lega. "Oke deh, nanti aku tunggu ya," Mika kembali melempar senyum.


Mereka berdua berjalan santai sampai di depan kelas X1. IPS 1. Lalu, saat melihat Miko sedang berbincang dengan teman di depan kelas. Mika menghampiri dengan menepuk keras bahu Miko.


"Rasain... hahahaha" Mika tertawa.


Miko yang kesakitan meringis. "Huuu dasar Mikado"


Mika hanya mencibir dan menjulurkan lidahnya mengejek, "Weeek...".


Raka terkekeh melihat 2 teman dekatnya bertingkah seperti anjing dan kucing saja.

__ADS_1


__ADS_2