Hey, My Sweet Window!

Hey, My Sweet Window!
Kepo


__ADS_3

Kriiiing!!!!


Ponsel Dandi berdering. Dandi merogoh saku celana dan mengusap sebentar,


"Dan, Lo kemana, sih, katanya sebentar tapi gak balik-balik", Suara diseberang menyerang.


Ya, ampuun... gua sampe lupa. Dandi.


"Eh, iya Rob, bentar lagi gua ke sana".


Ya, ampun, Mika ini bener-bener bisa mengalihkan duniaku. Dandi masih menatap Mika yang tak kunjung enyah dari penglihatan.


Mika sedang asik duduk membaca buku. Dandi berpikir, sepertinya pohon jambu itu spot favorit Mika, dia bahkan tidak pergi ke kamar setelah pulang kampung. Padahal alasan Mika tidak ke kamar tadi, karena kamar Mika ada di ujung lorong tepat menghadap ke jalan gang Dahlia. Mika tak mau sampai Dandi melihat Mika sibuk membuka kunci pintu, jadi dia memutuskan langsung pergi ke kebun samping, dan mengintai pria aneh itu dari pohon jambu. Setelah aman baru dia akan pergi ke kamarnya, begitu yang Mika pikirkan.


Dandi masih mematung memeperhatikan Mika. Mengambil beberapa poto lalu tersenyum kembali. Sepertinya Dandi benar-benar jatuh cinta pada Mika. Gadis yang bahkan memanggil pria tampan itu, 'om'.


***


Minggu 13.00, Dandi, Robi dan teman band-nya sedang latihan di studio Geordani music. 2 jam berlalu, beberapa lagu telah dimainkan. Pukul 15.00 mereka keluar dari studio menuju tempat kembali masing-masing.


Setiap minggu memang Dandi dan anggota grup band "Little one" selalu latihan dan kumpul-kumpul.

__ADS_1


Agenda rutin ini yang membuat Dandi sangat jarang pulang ke rumah menemui orangtuanya. Dia lebih suka menghabiskan waktu dengan teman-teman bandnya.


Robi, Satria, Koko dan Revan adalah anak rantau. Kampung halamannya nun jauh di pulau seberang. Jadi merekapun jarang mudik. Selain satu Fakultas, mereka berlima merupakan cowok idola di kampus Cendekia. Bertampang menawan dan pandai bermain musik. Tak heran "Little One" segera dikenal dan tenar di area kampus cendekia.


Dandi sendiri memang sudah dekat dengan Robi sejak Ospek. Hari minggu ataupun hari biasa Dandi lebih sering bersama Robi dibanding yang lain.


Biasanya Dandi akan menjemput Robi di kosan, lalu berangkat bersama menuju studio musik. Jika hari kuliah, Dandi akan membiarkan Robi menaiki motor bebek matic, namun jika akan latihan Dandi selalu menjemput Robi dengan motor sportnya.


Hari inipun sama seperti biasanya, hanya saja setelah keluar dari studio musik, Dandi tak sengaja melihat sosok Mika sedang duduk di kursi belakang angkot. Dandi tanpa pikir panjang segera melajukan motor ke arah komplek, hanya butuh hitungan menit saja Dandi dan Robi sudah sampai di bibir gapura komplek SMA 1.


Dandi menghentikan motor sport tepat di depan toko. Lalu berkata pada Robi, "Rob, nih, Lu bawa motor gua balik, nanti gua nyusul. Gua ada perlu dikit," turun, menyerahkan helm dan kemudi ke lelaki di tumpangan belakang.


"Hei, Lo mau ngapain emang, yaudah, si, gue tunggu sini aja", Robi menanyakan alasan Dandi.


"Hhh... oke, oke..." Robi menuruti permintaan Dandi walaupun penasaran apa hal yang akan diperbuat Dandi. Karena ini pertama kalinya Dandi menyuruh Robi pergi dengan motor sport Dandi, yang artinya Dandi nanti akan jalan kaki ke kosan Robi. Sungguh diluar kebiasaan Dandi.


Ini anak kesambet apaan, tumben mau jalan kaki, biasanya dengan alasan mencegah mata para wanita terpesona walaupun dekat dia akan berkendara. Apa dia sedang menargetkan pacar selanjutnya, ah, apa dia kehabisan stok cewek yang nembak dia duluan? Kenapa juga dia mengejar cewek, bukankah dia belum bisa move on dari Kimi , bahkan setelah gonta-ganti pacar berkali-kali, hatinya masih saja untuk Kimi. Pikiran Robi menjalar kemana-mana.


Cukup lama Robi menunggu Dandi. Batang hidungnya tak juga nongol, jam dinding menunjukkan pukul 16.30.


"Dandi, kemana, sih?" Robi bertanya kepada angin.

__ADS_1


Robi mengambil ponsel lalu jemarinya mulai menari, baru sebentar jemari itu sudah memindahkan ponsel ke dekat telinga Robi. Tuut, tuut, lalu tersambung.


"Dan, Lo kemana, sih, katanya sebentar tapi gak balik-balik", Robi bertanya langsung.


Jawaban Dandi membuat Robi penasaran, sebenarnya apa yang Dandi lakukan dan dimana anak itu sekarang, bukankah Dandi tak bisa jauh dari motor sportnya. Lagipula bagaimana cara Dandi balik ke tempat tinggalnya saat ini, eh, Robi jadi penasaran tempat tinggal Dandi saat ini dimana.


Kemana Dandi pindah? Nanti Robi akan mencoba bertanya lagi.


Mega merah semakin menyala di atas langit, senja menutup hari ini dengan damai. Robi melirik jam, 17.45. Dandi belum juga muncul. Robi pergi ke toilet di dalam kamar, 3 menit berlalu, dia mendengar suara knok pintu berdecit.


Setelah selesai dengan hajatnya, Robi keluar. Sosok Dandi sudah tiduran di kasur Robi. Dandi hanya memperhatikan Ponsel di tangan, tak sedikitpun ia menoleh ke arah toilet.


"Darimana, Lo? Lama banget, abis ngapain sih?", Robi nyerocos kaya perempuan.


Dandi tak menghiraukan pertanyaan Robi, jarinya menunjuk ke arah bungkusan plastik di atas meja.


Robi berjalan menuju meja dan mendapati 2 porsi nasi goreng lengkap dengan ayam kentucky di wadah berbeda.


"Pas banget, laper gue", Robi lupa dengan rentetan pertanyaan hasil dari penasaran yang bertumpuk sedari sore. Robi langsung mengambil seporsi lalu makan dengan lahap.


Dandi tersenyum melihat ponsel. Untung aja tadi dia sempat online food sebelum kemari. Dandi bahkan sudah hapal, cara membungkam kekepoan Robi adalah dengan mentraktir dia makan.

__ADS_1


Senja sudah pergi berganti malam. Dandi baru meninggalkan kosan Robi sekitar pukul 20.00.


__ADS_2