Hey, My Sweet Window!

Hey, My Sweet Window!
Kesal


__ADS_3

Mika dan Leni ada di ruangan yang sama dengan anggota band the little one. Sebelumnya air mineral, makanan ringan dan keperluan lain sudah diletakkan di samping para personil.


Meski di ruangan yang sama, Mika dan Leni memilih melipir di bangku dekat pintu. Sedang para personil the little one memilih duduk membentuk huruf Q, itu karena Dandi memiringkan duduknya demi mencuri pandang ke arah Mika. Dandi kali ini sedang sibuk mencari bando-bando lucu di marketplace dan langsung membayangkan bando itu di kepala Mika.


Meski ada 1 kursi kosong di dekat Dandi dan Robi. Mika ataupun Leni tak berani mendekat untuk membaur. Iya kali jika diterima, kalau tidak nanti malah dikira over PD (percaya Diri). Bisa malu.


Menurut jadwal, The little one akan mengisi acara pada pukul 9.00 jadi masih ada waktu 30 menit menunggu dan bersiap.


Triiing.


Mika mendapat chat dari panitia acara.


[Mik, the little one 15 menit lagi bawa ke sini, ya. Bilangin ada wawancara sedikit.]


[oke] balasan secepat kilat.


Sebelum Mika melangkah pergi. Leni yang juga mendapat chat dari panitia yang lain berbisik pada Mika. Leni ditegur karena tugasnya menjaga tamu SMP diabaikan. Lenipun pamit untuk kembali ke halaman tengah mengurusi anak-anak SMP itu.


Mika menghampiri Robi dan kawan-kawan yang sedang asik menatap ponsel masing-masing.


"Kak, 15 menit lagi ke lokasi, ya. Mau ada wawancara sedikit." Ucap Mika sopan.


Para personil mengangguk. Saat Mika hendak melangkah pergi. Dandi meraih tangannya.


"Mau kemana? Duduk sini aja sama kita-kita. Temen kamu sudah pergi juga, kan." Dandi menatap Mika dan satu tangannya menepuk kursi kosong di sampingnya.


"Iya, dek. Ajakin kita ngobrol geh," Revan tersenyum menunjukkan lesung pipit di pipinya.


"Masak kita jauh-jauh datang ke sini dicuekin saja," Robi menimpali.


Sementara Satria dan Koko hanya terkekeh dengan sikap teman-temannya.


"Eh, iya kak." Mika menjawab dengan malu. Lalu terpaksa duduk mengikuti arahaan tangan Dandi.


Mau ngobrol apaan coba, kemarin sih sudah aku pikirkan mau ngomong ini itu karena aku pikir pasti gak kenal dan gak akan ketemu lagi. Bodo amat mau dibilang sok asik. Lah, tapi ternyata ada kak Dandi. Gimana mau sok asik. Malu yang ada. Aku kan sering jutek sama dia. Hiks.


"Kamu kelas berapa, dek?" Revan bertanya pada Mika.


"Kelas sebelas kak," Mika menjawab singkat.


"Jawabnya singkat amat, jadi kamu sedang grogi atau memang pemalu?" Robi menimpali sambil tersenyum. Robi kini sudah memiringkan sedikit tubuhnya untuk ikut menatap Mika mengikuti tatapan kawan-kawannya.

__ADS_1


Mika hanya meringis.


"Tapi kemarin yang ngehubungi kita kamu kan, dek?"


Mika mengangguk.


"Di telepon kamu cerewet loh padahal, nyambung lagi ngobrol sama kakak. Jadi grogi ya sekarang?" Robi terkekeh menggoda Mika.


Mika bingung mau menjawab apa. Mika melihat ke arah Dandi memohon bantuan. Setidaknya membantu membuat temannya berhenti berbicara aneh-aneh.


Dandi merespon permohonan Mika. "Sudah-sudah Rob, kasian tuh sudah pucat wajahnya."


Aih kak Dandi ini, nolongin apa malah jerumusin, sih. Mika mentatap Dandi kesal.


Koko memperhatikan Mika yang terlihat akrab dengan Dandi sejak dari gerbang tadi.


"Dek, awas hati-hati sama Dandi dek, Playboy tuh dia. Mending sama kakak aja." Koko gantian meledek Mika.


"Sembarangan," Dandi berkata sambil tersenyum.


Mika hanya ikut tertawa kecil. Malu.


Mika... lagi-lagi kamu seberuntung ini. huft. Lihat saja setelah ini kamu pasti menderita. Aku harus segera pergi.


Dandi tiba-tiba mengangkat ponsel untuk ber swafoto. Dia mengangkat ponsel tinggi-tinggi. Mika sebenarnya ingin menghindar tapi ditahan oleh tangan Dandi. Dan clap... clap... clap... clap beberapa poto tertangkap layar ponsel Dandi.


Mika hanya pasrah di permalukan kali ini, Leni seandainya tadi kita tukaran peran aja. Hiks hiks. Pasti aku masih bisa jutek ke kak Dandi seperti biasanya.


Mika melihat jam.


"Kak, ayo saya antar ke lokasi. Ruangan ini nanti saya kunci dan akan diawasi panitia lain. Jadi kakak bisa meninggalkan tas kakak dengan tenang dan aman di sini."


"Oke, oke..." Revan kembali tersenyum.


Dandi tak merespon karena sedang asik memainkan ponsel.


"Yup. Terupload. Selesai," gumam Dandi lirih.


Semua personilpun beranjak berdiri lalu mengikuti langkah Mika setelah memastikan ruangan terkunci rapat.


***

__ADS_1


Nancy sedang bersama Karin dan Rasti di tengah kerumunan. Nancy pamit kepada ke dua teman beda kelas itu untuk kembali ke arah gerbang utama untuk mencari Tirta yang bertugas sebagai panitia.


Namun, saat Nancy celingukan mencari Tiirta, Nancy malah melihat Mika sedang bersama 5 pria tampan di depan gerbang. Nancy kesal bukan main. Saat hendak menghampiri Mika, seorang gadis berbando merah memanggil Nancy dari sebuah ruangan tak jauh dari gerbang utama.


"Nan, di sini," Tirta memanggil Nancy dengan lambaian tangan. Nancy akhirnya mendatangi Tirta.


Nancy duduk di dalam kelas di dekat jendela kaca. Tak berselamg lama 4 pria tampan melewatinya. Nancy dan Tirta sempat memotret beberapa gambar.


"Ganteng-ganteng banget kakak band itu, Mika sama Leni beruntung banget," Tirta memeluk ponselnya sembari tersenyum tak jelas.


Nancy jelas langsung mengubah mimik mukanya jadi kesal setelah mendengar nama Mika disebut.


Nancy membuang muka ke arah jendela bertepatan dengan kedatangan dua sosok yang cukup membuatnya semakin kesal saja.


Mika, lihat saja. Kamu boleh tertawa-tawa kali ini. Tapi lihat saja nanti kamu pasti akan nangis-nangis setelah ini. Nancy menyeringai.


Nancy segera pamit pada Tirta dan membuntuti Mika juga sosok pacar kak Rania.


Kita lihat saja nanti jika kak Rania lihat ini akan semarah apa dia sama kamu, Mika.


Nancy mengarahkan ponsel memotret Mika dan Dandi yang sedang berjalan beriringan.


Sesampainya di depan kelas seni. Nancy membalikkan badan menuju belakang gedung. Nancy mengintai dari kaca sisi belakang.


Kebetulan semua orang sedang fokus dengan ponsel jadi tak ada yang menyadari kehadiran Nancy di ujung jendela belakang.


Lama sekali Nancy mengamati momen yang mungkin akan bisa pas untuk memancing amarah Rania.


Beberapa kali Nancy mengarahkan ponsel untuk mengambil tangkapan video. Dan beberapa kali memotret mengambil poto yang akan menguntungkannya nanti.


Akhirnya saat Dandi menggenggam tangan Mika dan Mika bahkan duduk di sebelah Dandi. Nancy tak melewatkan momen itu. Nancy membidik dengan sangat cantik. Hasilnya pun tak mengecewakan. Dalam poto tersebut Mika terlihat sedang tertawa bersama Dandi berdua saja. Padahal dalam kelas ada 4 personil lain yang duduk berdekatan dengan mereka berdua.


Hihihi... kak Rania pasti marah banget sama kamu. hahaha


Nancy lalu pergi dari tempatnya sembunyi. Dia kembali menemui Tirta dengan riang gembira.


***


Inilah yang disebut sifat iri dengki, ketidaksukaan dengan keberuntungan, kebahagiaan, kesuksesan orang lain. Sebenarnya sifat seperti ini hanya akan merugikan Nancy sendiri. Dia jadi sibuk mencari kesalahan Mika. Karena sifat irinya sudah merusak akal sehatnya.


Salam dari author. Tetap semangat ya semua.

__ADS_1


__ADS_2