Hey, My Sweet Window!

Hey, My Sweet Window!
Perubahan


__ADS_3

Pukul 12.30.


Dandi tengah berada di kamar. Hari ini hanya ada kuliah pagi sampai jam 10. Dandipun tak ada rencana kegiatan di luar. Jadi dia bersegera kembali ke kosan setelah keluar dari kelas.


Kini Dandi hanya ingin di kamar saja bersembunyi dari masalah dengan para wanita yang mengejarnya di luar sana. Dandi jenuh, dan sangat jenuh. Belum selesai soal bagaimana nanti menjelaskan yang sebenarnya pada Rania, tiba-tiba sekarang harus bermasalah dengan putri Rektor yang semakin tidak tahu malu.


Mama Dandi kemarin sempat telpon, mengatakan segala hal menyebalkan soal Vanya dan betapa ibanya mama kepada anak sahabatnya itu.


Mama masih berusaha meminta Dandi bersikap baik kepada Vanya. Dan sesuai perkiraan Dandi, Mama telpon karena barusaja Vanya mengadukan sikapnya saat itu ke Vanya.


Dandi tak menjelaskan apapun pada mamanya, dia hanya mengatakan iya, dan tidak dalam pembicaraan jarak jauh tersebut.


Hhhhh... helaan napas panjang terhembus lembut dari hidung mancung Dandi. Menyesalkan sikap mama yang justru berpihak pada gadis tak tahu malu itu.


Sejak sampai di kosan Dandi sudah bergelut dengan laptopnya, di awal-awal dia mengerjakan tugas kampus. Namun semakin siang Dandi asik bermain sosial media.


Dandi membuat akun baru atas nama Hilmi, bergender perempuan dan memakai profil picture bunga mawar.


Akun itu Dandi gunakan untuk menjalin pertemanan dengan Mika. Lama sekali Dandi menunggu permintaan pertemanannya diterima. Sampai akhirnya Dandi jadi melamun.


Pikirannya kembali pada saat-saat pertama kali ia bertemu Mika. Sebenarnya apa yang istimewa dari Mika, kenapa aku segila ini mengejarnya.


Lalu Dandi teringat komik yang ia pesan. Kemudian Dandi melacak paket dari ponselnya, "Paket sedang menuju lokasi anda". Dandi tersenyum.


Sekarang tinggal nunggu Mika mencari aku. Dandi tersenyum senang. Meskipun Dandi tak tahu alasan dia menyukai Mika sedalam ini, tapi dia tak begitu perduli. Dandi akan terus berusaha mendapatkan hati Mika sepenuhnya, hanya untuknya. Tidak untuk Raka atau yang lain.


Beberapa ratus menit telah berlalu, Dandi bahkan sudah menyelesaikan tugas dan makan siangnya dengan baik. Meskipun sebenarnya waktu berjalan seperti biasanya. Namun bagi Dandi menunggu telpon dari Mika seperti memakan waktu setahun saja. Dandi sampai tak tahu harus bagaimana menghempaskan rasa bosan dan penasaran yang ia rasakan bersamaan.

__ADS_1


Saat ini Dandi sedang menatap ponsel yang di sandarkan pada sebuah tempat sandar khusus ponsel. Dagunya menempel sempurna pada bibir meja. Tangannya melingkar membentuk huruf O. Matanya fokus menatap layar ponsel yang masih gelap.


Gerakan selanjutnya, terdengar ketukan dari jari-jari Dandi. Kemudian dia mengangkat kepala, kembali duduk bersandar, melipat tangan di depan dada, dan tersenyum.


Sebuah panggilan telpon masuk. Suara nada dering ponsel nyaring terdengar. "Misayang memanggil".


Dandi saking gembiranya mengira panggilan itu masih di ranah halusinasi saja. Dia membiarkan begitu saja.


Baru setelah dering kedua bernyanyi, Dandi menyadari pujaan hati yang ditunggu-tunggu sudah datang. Dandi bersegera menerima panggilan dari Mika.


Namun, setelah Dandi menyapa kesayangannya, yang diujung telpon malah hanya diam. Tak ada suara. Akhirnya tingkat kewarasan Dandi yang sudah stabil memicu kemunculannl ide jahil di kepalanya.


Dandi sudah tahu jika Mika pasti akan protes dengan komik-komik itu, jadi dia memutuskan untuk membuat Mika lupa membahas komik-komik yang dikirimnya kemarin.


Dandi hanya ingin Mika menerima pemberiannya, itu saja. Selebihnya hanya menyoal ketidaksenangan melihat Mika menerima barang dari orang lain selain dia.


Tampan? Jadi kamu mengakui kalau aku tampan? Haha akhirnya perlahan kamu mulai memperhatikan aku.


Dandi semakin percaya, hati Mika yang sekeras batu itu kelak akan melunak dengan kegigihan Dandi. Hanya perlu menunggu. Dan Mika akan menjadi miliknya.


***


Setelah Miko dan Adi menyadari perlakuan khusus Raka pada Mika tempo hari. Raka akhirnya memutuskan untuk menceritakan semuanya pada Miko keesokan harinya pada saat mereka berdua di kosan. Dan meminta Miko menyimpan rahasia ini hanya untuk dirinya saja.


Miko akhirnya mengerti, dan berjanji akan membantu hubungan Raka dan Mika. Bagaimanapun Mika anaknya baik dan asik tidak seperti Rasti yang mulutnya pedas dan tajam. Jadi Miko akan berpihak pada Mika.


Setiap Raka ngobrol berdua dengan Mika, Miko selalu memperingatkan yang lain supaya tidak mengganggu mereka berdua. Sebagian yang lain mengerti kondisi itu, namun beberapa gadis yang menyukai Raka malah seperti di provokasi. Mereka malah jadi semakin ingin mengganggu dua sejoli tersebut.

__ADS_1


Mika dan Raka tidak jadian, mereka hanya nyaman satu sama lain. Meskipun Raka ingin lebih dekat lagi dengan Mika, tapi dia punya banyak pertimbangan untuk sampai ke hubungan pacaran.


Isu kedekatan Mika dan Raka semakin gencar terdengar, meskipun info tersebut tidak keluar dari mulut Miko ataupun Adi. Namun, sikap dukungan Miko dan gerak gerik Raka mengiyakan semua isu tersebut. Itu semua membuat Rasti dan beberapa siswi yang menaruh hati pada Raka semakin kesal pada Mika.


Bahkan Rasti terang-terangan memusuhi Mika di depan umum. Apapun yang Mika kerjakan selalu akan membuat Rasti bersemangat mengganggunya.


Apalagi jika berdebat, Rasti pasti akan langsung menggunakan kata-kata tajam dan pedas untuk menyakiti hati Mika.


Mika lelah dalam seminggu terakhir menghadapi Rasti yang semakin beringas. Apalagi dia juga harus mengurusi PENSI yang sudah semakin dekat. Raka melihat itu semua. Raka jadi merasa bersalah pada Mika.


Raka merenung seharian. Kemudian Raka memutuskan untuk melindungi Mika dengan cara yang justru menyakiti hati Mika. Sikap Raka berubah jadi dingin dan cuek seperti saat pertama dia pindah ke mari. Raka bersikap dingin hanya jika bertemu Mika. Itu semua demi menghapus isu yang membuat Mika bersedih.


Padahal susah payah Mika selama ini mengubah sikap dingin Raka menjadi lebih bersahabat. Tapi sekarang justru demi menyelamatkan Mika, usaha Mika jadi sia-sia.


Mika yang menyadari itu jadi bertanya-tanya.


Raka, kenapa tatapan kamu tak sehangat kemarin? Ada apa? Apa kamu kesal karena digosipin sama aku? Mika putus asa.


Mika sangat sedih melihat perubahan drastis Raka terhadapnya. Hari-hari dilalui Mika dengan mendung menggantung di wajahnya. Bahkan saat Mika berencana mengembalikan komik pada Raka, Raka hanya bilang 'berikan saja pada Miko' lalu pergi meninggalkan Mika.


Baiklah, aku tidak akan mengganggumu lagi. Ucap Mika saat itu. Sebenarnya Mika belum selesai membaca komik itu, namun karena hanya komik itu alasan Mika bisa ngobrol dengan Raka lagi saat ini. Maka Mika memberanikan diri menyapa Raka dan mengatakan jika sudah akan mengembalikan komik-komik itu.


Sialnya, Raka bahkan tetap cuek dan dingin. Membuat hati Mika teriris perih.


Pada hari itu juga saat pulang sekolah dia membersamai Miko dan mengatakan akan mengantar komik ke kosan Miko setelah ini. Mimik wajah Mika terlihat sangat sedih. Miko yang tahu tentang perasaan sebenarnya milik Raka pun menaruh iba pada gadis manis ini.


Namun, seperti yang Raka bilang pada Miko, ini satu-satunya cara menghapus gosip itu dan bisa mengembalikan keakraban dua pasangan ini. Akhirnya Miko hanya mengatakan iya dan tidak membahas apapun dengan Mika.

__ADS_1


***


__ADS_2