Jambret Cantik

Jambret Cantik
Tamu Spesial


__ADS_3

Senyum Viana luntur seketika ketika mendapati Verrel tengah bersama seorang wanita cantik. Apalagi posisi mereka nampak begitu ambigu, dengan Amelia yang terduduk di atas pangkuan Verrel.


“Ah! Maaf mengganggu, saya permisi ke dapur,” ucap Viana seraya mengalihkan pandangannya, dan pura-pura tidak melihat apa pun.


Begitu Viana berlalu, Amelia baru mengeluarkan suaranya.


“Siapa dia Verrel? Pacarmu?” tanya Amelia yang berusaha bangun dari pangkuan Verrel.


“Bukan, dia hanya asistenku."


Jika orang lain melihat pasti banyak yang akan salah sangka termasuk Viana. Padahal tadi Amelia tergelincir saat hendak ke toilet. Dan tanpa sengaja terduduk di atas pangkuan Verrel.


Sedangkan Viana merutuki kebodohannya berulang kali karena hadir di saat yang tidak tepat. Dan kini mata sucinya harus ternodai akibat adegan dewasa yang baru saja ia lihat.


“Astaga! Dasar bujang lapuk karatan! Jika ia sudah mempunyai pacar kenapa pula ia harus menikahiku. Mataku yang suci sudah ternodai,” gerutu Viana dengan kesal sembari meletakkan bahan-bahan belanjaan di atas meja dapur hendak memasaknya.


Di ruang tamu, Verrel dan Amelia masih betah saling memangku. Bahkan mereka pun kini saling bertukar pandang, seolah saling menyalurkan ingatan yang pernah terjadi di antara mereka dulu.


“Akh, kamu tidak apa Meli? Apa kamu bisa bangun?” tanya Verrel penuh perhatian. Meski Amelia penuh melukai hati dan perasaannya, namun senyum dan sikap manja Amelia seakan membuatnya lupa seketika.

__ADS_1


“Aku baik-baik saja Verrel, ya sudah aku ke toilet dulu ya.”


Verrel pun mengangguk seraya tersenyum membiarkan Amelia masuk lebih dalam di ruangan dalam apartemennya. Lalu Verrel pun menyusul Viana di dapur, untuk meminta gadis itu membuatkan minuman untuk tamu spesialnya yaitu Amelia.


“Via, tolong buatkan minuman spesial untuk tamu spesialku. Ingat, jangan terlalu manis dan buatkan pula salad buah. Amelia sangat menyukai makanan itu,” pinta Verrel dengan nada memerintah.


“Iya.” Jawab Viana dengan ketus.


Mendengar nada bicara Viana yang berubah ketus, Verrel tak pedulikan. Baginya saat ini, ada tamu spesial yang harus ia jamu dengan baik. Dan Verrel berniat untuk menjadi teman bagi Amelia di saat wanita itu tengah mengalami masalah rumah tangganya.


“Via, tolong buatkan minuman spesial untuk tamu spesialku ya, dia fikir aku ini pembantunya! Seenaknya memerintahku. Sesuai kontrak, aku kan hanya melayaninya tidak untuk wanita itu,” gerutu Viana sambil menirukan nada bicara Verrel barusan.


Meski Viana belum tahu betul ada hubungan apa wanita itu dengan suami kontraknya. Jika pacar, rasanya tidak mungkin. Selama ini Viana tidak pernah di kenalkan dengan pacar Verrel. Bahkan melihat Verrel bersama wanita seintim tadi pun tidak.


Dengan perasaan dongkol, Viana tetap membuatkan apa yang di minta oleh Verrel. Berkat resep dari internit, Viana akhirnya mampu menyelesaikan tugasnya membuat salad buah yang sering ia jumpai di mini maret.


Setelah semuanya selesai, Viana pun mengantarkan ke ruang tamu dimana Verrel dan Amelia tengah bersenda gurau membuat Viana semakin jengkel.


“Pak Verrel, ini pesanannya. Permisi!” ucap Viana dengan ketus sambil meletakkan minuman dan makanan itu di hadapan Verrel.

__ADS_1


“Sebentar, apa benar kamu itu asistennya Verrel?” tanya Amelia ingin memastikan apa yang di ucapkan Verrel benar.


Pasalnya sikap Viana tidak begitu menaruh hormat kepada Verrel. Tidak seperti asisten pada umumnya.


“Saya ini adalah..is...mmph....”


Belum sempat Viana menyelesaikan kalimatnya, buru-buru Verrel membekam mulut gadis itu agar tidak mengatakan yang sebenarnya kepada Amelia. Karena menurut Verrel ini belum waktunya.


“Viana, nafasmu bau kamu belom gosok giginya!” potong Verrel asal membuat Viana hanya bisa memelototkan kedua matanya.


“Udah sana! Ke kamar mandi! Jangan lupa gosok gigi sampai bersih!”


Verrel pun mendorong Viana untuk memasuki kamar mandi. Lalu menutupnya kembali. Sedangkan Viana semakin jengkel, masa nafasnya yang harum mint di bilang tidak gosok gigi. Namun lagi-lagi Viana menuruti ucapan Verrel untuk menggosok giginya kembali.


Di tempatnya Amelia hanya menatap tingkah Verrel yang menurutnya aneh. Hubungan Verrel dan asistennya itu nampak tak biasa. Meski Amelia sudah percaya jika Viana itu adalah asistennya, terbukti gadis itu tidak marah melihat Verrel bersamanya.


Verrel pun kembali menghampiri Amelia dengan tersenyum. Wanita itu memang nampak selalu menawan di mata Verrel. Wajar jika Verrel susah move on darinya, bahkan dalam hati Verrel berniat untuk mendekati Amelia kembali. Tidak peduli wanita itu sudah bersuami atau tidak, baginya tidak ada yang bisa menggantikan posisi Amelia dari hatinya.


“Verrel, kalau boleh tahu apakah kamu sudah memiliki pacar lagi?”

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2