Jambret Cantik

Jambret Cantik
Noda Merah di Sudut Bibir


__ADS_3

Cup!


Sebuah sentuhan dingin dan terasa kenyal tanpa aba-aba menyentuh permukaan bibir ranum milik Viana. Membuat gadis itu tersentak dan terpaku saat gelanyar aneh mulai merambat ke seluruh tubuhnya.


Bahkan kakinya pun terasa seperti jeli yang tak bertulang. Tubuhnya hampir merosok ke bawah, jika saja Verrel tak sigap menopangnya.


Sentuhan dari Verrel semakin intens saat menyadari tak mendapat perlawanan dari sang empunya. Bukannya Viana tak ingin menolak, namun entah mengapa otak dan tubuhnya serasa tak sinkron. Otaknya ingin menolak, namun tubuhnya bertindak sebaliknya. Bahkan Verrel sudah berani meremas bongkahan kenyal miliknya membuat Viana melenguh samar-samar.


Ini pertama kalinya Viana merasakan sebuah ciuman. Apalagi kemarin-kemarin ia hanya melihat di adegan film drama asia yang sering ia tonton. Dan juga saat Verrel melakukannya bersama Amelia.


Deg!


Mengingat nama Amelia, membuat Viana seakan mendapat kekuatan super power. Bola mata Viana melotot sempurna saat menyadari kekasih dari wanita bernama Amelia itu kini nampak begitu intim bersamanya. Tidak ada penyekat di antara mereka. Apalagi pria itu begitu menikmati kegiatannya dengan kedua mata yang terpenjam.


Dengan sekuat tenaga, Viana pun mendorong dada bidang milik Verrel. Membuat pria itu merasa bingung seperti bayi yang kehilangan mainan dot karetnya.


Plaakk!

__ADS_1


Sebuah tamparan mendarat sempurna di rahang Verrel. Sensasi panas dan nyeri seakan memaksanya untuk sadar akan apa yang sudah ia lakukan. Verrel hanya diam tak membalas. Mungkin saja Verrel merasa salah telah melakukannya kepada Viana yang jelas-jelas bukan kekasihnya.


“Lancang sekali kamu! Inget aku bukan pacar apa istrimu sungguhanmu tapi aku hanya istri kontrakmu pak Verrel yang terhormat!” sarkas Viana.


Setelah berucap itu Viana melenggang pergi meninggalkan Verrel yang masih termangu di tempat.


Mendengar kata-kata sarkas dari Viana membuat Verrel tercenung dan menyesali perbuatannya. Bukan hanya wajahnya yang merasa tertampar, tetapi juga hatinya. Verrel pun meraup wajahnya dengan kasar. Air wajahnya nampak gugup dan merasa bingung.


“Astaga! Apa yang baru saja kamu lakukan Verrel! Pasti Viana akan semakin membenciku!”


Dan sesuai dalam khayalannya, rasanya begitu manis. Seperti lip gloss yang gadis itu pakai di area bibir mungilnya yang beraroma perpaduan chery dan melon yang terasa manis.


“Tapi tunggu dulu! Aku tidak salah kan? Aku kan suaminya, hubungan kita juga sah di mata Tuhan dan negara. Jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan,” gumam Verrel sambil menarik sudut bibirnya hingga melengkung sempurna.


Verrel bisa menduga, sepertinya itu yang pertama bagi Viana. Terlihat jelas bagaimana reaksi gadis itu yang hanya diam terpaku. Bahkan gadis itu mengantupkan bibirnya rapat-rapat saat ia mencoba berekplorasi lebih dalam.


Verrel pun mulai membenarkan blazer dan kemejanya. Setelah merasa tindakannya tidak salah, dengan santai ia kembali menuju meja makannya bersama Amelia.

__ADS_1


Dari jauh nampak wanita itu tengah menerima telepon seseorang. Mungkin saja rekan bisnis wanita itu, karena nampak jelas air muka Amelia yang begitu serius menanggapi telepon dari seseorang itu.


Namun saat Verrel semakin mendekat, terlihat jelas raut muka Amelia yang terkejut lalu buru-buru menutup sambungan teleponnya bertepatan dengan Verrel yang mulai duduk di kursi tepat di hadapannya.


“Dari siapa? Rekan bisnis?” tanya Verrel penuh perhatian seperti biasa. Agar Amelia tak menyadari bahwa ia baru saja berciuman dengan seorang gadis.


“I...iya,, biasa ada konsumen rewel yang komplen ini itu jadi ya gitu deh,” jawab Amelia dengan gugup.


“Oh..begitu, kenapa tidak di lanjutkan? Takutnya nanti semakin rewel kalau tidak di tanggapin,” sahut Verrel lagi.


Amelia mulai kehabisan kata-kata untuk memberi alasannya kepada Verrel. Verrel memang sedetail itu jika bertanya mengenai pekerjaan, namun tentang hubungan pribadi Verrel memilih menghargai privasi.


“Tenang saja, asistenku yang akan menghandel semuanya...bentar beb, ada sesuatu di sudut bibirmu?” tanya balik Amelia mencoba mengalihkan saat menyadari ada sesuatu di sudut bibir kekasihnya.


Deg!


Jangan lupa giftnya readers, biar author smakin smngat update. Sperti biasa tinggalkan jejak petualang kalian..😘😘

__ADS_1


__ADS_2