Jambret Cantik

Jambret Cantik
Jetlag akut


__ADS_3

Tak membutuhkan waktu lama, hanya butuh waktu satu jam enam belas menit untuk menempuh perjalanan dari bandara Soetta menuju Yogjakarta International Airport (YIP).


Yogjakarta International Airport (YIP) adalah bandara baru yang di resmikan oleh bapak Presiden Tanah Air pada hari Jum'at lalu tanggal 28 Agustus 2020 bertempat di kulon Progo, Daerah Istimewa Yogjakarta.(Sekilas info dari author😎)


Setelah pesawat sudah parkir di halaman bandara, satu-persatu para penumpang turun dari pesawat termasuk Verrel dan Amelia. Namun hanya satu penumpang yang masih tersisa, enggan beranjak dari tempatnya.


“Nona...nona, apakah anda baik-baik saja?”


“Aku baik-baik saja, meski masih terasa mual.”


“Maksud saya, kita sudah sampai bandara Yogjakarta. Apakah nona ingin turun di sini? Karena teknisi dan mekanik kami akan melakukan perawat mesin setelah ini. Seluruh penumpang di harapkan untuk segera turun,” papar sang pramugari dengan nada sesopan mungkin.


“Oh, begitu. Baiklah aku akan segera turun. Dimana ranselku?” tanya Viana setengah ling lung karena merasakan jetlag selama perjalanan di pesawat.


“Anda bisa mengambilnya di bagian bagasi nona, nanti ikuti saja gate ini dan perhatikan nomer penerbangan asal dan nomor penerbangan pada layar informasi conveyor belt . Setelahnya anda bisa keluar melalui pintu Exit,” jelas pramugari tersebut dengan sabar.


Beruntung pramugari senior itu cukup ahli memahami dan menghadapi penumpang baru seperti Viana. Terlihat bagaimana gadis itu mabuk parah selama perjalanan satu jam tadi. Meski sebenarnya ia ingin tertawa tapi takut dosa.


Bagaimana tidak, Viana mabuk sambil menangis seperti anak kecil. Sampai pramugara laki-laki pun turun tangan untuk menenangkan gadis itu. Dan ketika pesawat akan landing, Viana pun tak henti-hentinya meracau sambil mencengkram kuat-kuat tangan pramugara itu hingga berdarah. Sungguh penumpang ajaib fikirnya.


“Oh, begitu. Terima kasih. Oiya...tolong sampaikan maafku untuk masnya tadi ya Bu. Maaf aku tidak sengaja, maklum baru pertama kali.”

__ADS_1


Viana pun menyengir kuda sambil memamerkan barisan giginya kelincinya yang rapi alami.


“Tidak apa-apa, nanti saya sampaikan. Terima kasih sudah menggunakan jasa pelayanan kami. Oiya.. Apa perlu saya temani?” tawar sang pramugari yang sebenarnya sedikit merasa khawatir. Karena Viana nampak seperti orang yang sakau kebanyakan makan bubur.


“Tidak perlu Bu, aku bisa sendiri.”


Sebenarnya sang pramugari agak keberatan di panggil Bu. Meski ia sudah berumur, namun nyatanya ia belum menikah. Jadi paramugari itu hanya tersenyum saja menanggapi ucapan Viana yang memanggilnya dengan sebutan ‘Bu’.


Setelah Viana berlalu, sang pramugari hanya menggeleng pelan sambil tersenyum.


“Nasib punya wajah terlalu dewasa jadi we di kira Ibu-ibu,” gerutu sang pramugari bernama Sulis itu.


*


*


Tak lama sopir penjemput yang di perintahkan Dany pun datang, Viana pun langsung masuk dan berbaring di dalam mobil.


Dany sudah menunggu di hotel yang akan Viana tempati selama di Yogja. Dimana Amelia dan Verrel juga menginap di tempat yang sama. Begitu pula dengan Dany. Hanya saja untuk seorang Ceo khusus berada di lantai atas dan untuk bawahan seperti Dany berada di lantai bawahnya.


Lalu mobil yang Viana tumpangi pun sampai, Dany sudah bersiap menyambut kedatangan Viana. Berhubung Verrel kini sedang beristirahat di iniruangannya.

__ADS_1


“Bagaimana keadaan nyonya pak?” tanya Dany yang sudah mengetahui keadaan Viana dari sang sopir.


“Sepertinya jetlag parah mas Dany. Setadi dari bandara nyonya tidur terus tanpa berkata apa pun. Mungkin nyonya dalam keadaan tidak sehat,” tutur sang sopir suruhan.


“Oh..baiklah, biarkan saja saya yang membangunkannya. Tolong bawakan barang-barang nyonya ke lantai atas ini saya akan menyusul.”


“Baiklah mas.”


Sopir suruhan Dany pun segera membawa seluruh bawaan Viana kecuali sligbag yang gadis itu kenakan.


Dany pun mulai membangunkan Viana, tak lama gadis itu pun bangun dan mulai sadar. Dan langsung melotot saat berhadapan dengan asisten Dany.


“Asisten Dany! I hate you! Kenapa kamu membiarkan aku satu pesawat dengan Verrel? Kan sudah ku bilang jangan sampai ketahuan, haduh...rohku hampir lepas tadi tauk!” omel Viana dengan gemasnya.


“Ma..maafkan saya nona Viana.”


“Ya, sudah antarkan aku ke kamar penginapanku. Kepalaku masih pusing,” ujar Viana sambil berjalan mendahului pemuda itu sambil sempoyongan.


Dari belakang, Dany hanya tersenyum mendapati tampang berantakan Viana. Sudah ia pastikan, gadis itu pasti habis membuat keonaran di pesawat.


Sebenarnya tadi Dany melihat, hanya saja ia membiarkannya karena tidak ingin ketahuan oleh Verrel. Karena letak duduknya bersama Verrel sejajar. Sudah pasti Verrel akan cepat mencurigainya, apalagi melihat wajah kesal pria itu karena sudah terlalu lama menunggu waktu penerbangan.

__ADS_1


Ia pun juga terpaksa membawa Viana satu pesawat dengannya, karena penerbangan tercepat hanya maskapai itu.


Bersambung...


__ADS_2