Jambret Cantik

Jambret Cantik
Kontraksi


__ADS_3

“Hentikan! Apa-apaan kalian ini!” hardik seorang pria kepada kawanan ibu-ibu pembully Viana itu.


Viana yang di dorong kuat oleh Saras pun tiba-tiba terjatuh dalam pelukan pria tersebut.


“Siapa kau berani-beraninya menghardik kami? Jangan jangan kau itu salah satu ayah dari anak yang pez*na ini kandung ya?” cemooh Saras sambil terus memojokkan Viana.


“Tutup mulutmu hei janda pirang, nona ini bukanlah seorang pez*na seperti yang sudah kau lontarkan. Ucapanmu hanyalah fitnah yang tidak ada bukti apa pun,” sanggah pria itu.


“Kurang ajar! Asal kau tahu Aku ini bukanlah janda ya,” sanggah Saras tak terima.


“Akan ku pastikan setelah ini kau akan menjadi janda seumur hidupmu!”


“Sudahlah, biarkan saja,” ucap Viana sambil terisak.


“Hei! Berani-beraninya kau ini ya! Pergi saja dari sini dasar pasangan kumpul kebo!" usir Saras dengan murka.


“Iya pergi sana! jangan z*na di kampung ini! Bawa-bawa dosa saja!” maki ibu-ibu yang lain.


Akhirnya pria itu pun membawa Viana pergi dari kawanan ibu-ibu pembully itu. Sungguh miris, selama mengandung Viana selalu menerima makian itu setiap hari. Tidak di tempat lama, di tempat barunya pun juga sama seperti itu. Hati Viana teriris sembilu. Mengandung janin tanpa suami adalah hal yang berat dan teramat menyakitkan.


Viana tak memperhatikan wajah pria yang menolongnya, sedari tadi ia tengah menahan kontraksi dari dalam perutnya. Otot perutnya nampak mengencang, hingga ia tak sadar siapa yang sudah menolongnya.


“Haduh! Perutku!” keluh Viana seraya memegangi perutnya yang nampak sudah membuncit sempurna.

__ADS_1


“Nona, nona Viana apa yang terjadi?”


Mendengar namanya di sebut oleh pria itu membuat darah Viana sedikit berdesir. Feeling Viana mengatakan, kalau itu orang suruhan Verrel. Dan benar saja, saat Viana menengadahkan wajahnya ke arah pria itu. Rasa kontraksi pada perut Viana semakin menjadi-jadi.


“Dan...Dany!”


“Iya nona Via, ini saya Dany. Akhirnya saya bisa menemukan anda nona. Tapi apakah anda sudah menikah? Karena anda sudah hamil?” tanya Dany hati-hati.


Ternyata pria yang sudah menolong Viana adalah Dany sang asisten suaminya Verrel.


“Dan..akh! Dany! Aku sudah tidak kuat la..gi. Sepertinya a..aku akan melahirkan. Nanti akan ku jelaskan. Jangan beritahu Verrel ju...ga! Akh!" ucap Viana terbata karena nafasnya mulai terengah-engah menahan sakit yang mulai mendera.


“Ba..baik nona! Maaf!”


Viana tak menyahuti ucapan maaf Dany. Viana masih fokus dengan rasa kontraksi yang datang semakin *******-***** perutnya. Karena panik, Dany pun tidak ada pilihan lain langsung membopong tubuh berisi Viana ala bridal style untuk segera di bawa ke rumah sakit terdekat.


“Dany! Cepat rasanya sakit sekali!” rintih Viana lagi.


“Baik nona.”


Dany pun semakin mempercepat laju roda empatnya membelah jalan raya. Berulang kali Dany membunyikan klakson mobilnya, untuk menghalau pengguna jalan yang hilir mudik. Beruntung rumah sakit itu sudah dekat. Dany langsung memarkirkan roda empatnya, dan memanggil petugas darurat.


Ada 3 orang perawat yang membantu Viana dengan brankar dorongnya. Dan membawa Viana ke dalam ruang UGD (Unit Gawat Darurat) untuk segera di tangani oleh dokter.

__ADS_1


“Bapak silahkan menunggu saja di luar ya, dokter akan berusaha menyelamatkan bayi dan juga ibunya.”


“Baiklah.”


Dany menurut saja apa yang di katakan oleh perawat itu. Sebenarnya Dany tengah merasa bingung, jika Viana sudah menikah. Tapi kenapa suaminya tidak merasa khawatir? Dan lagi, Viana tidak ingin majikannya Verrel tahu keberadaannya. Dany semakin khawatir saat mendengar jeritan beserta erangan akan kesakitan dari Viana.


Dalam hati Dany sangat menyayangkan. Orang secantik Viana harus hamil dan melahirkan seorang diri di ruang persalinan. Karena Dany tahu, Viana sudah tidak memiliki keluarga lagi. Ingin menghubungi suami Viana, tapi tidak tahu siapa suaminya itu.


“Jika saja aku yang menjadi laki-laki beruntung itu, aku tidak akan membiarkanmu kesakitan sendirian seperti ini Viana,” lirih Dany sambil terus menatap pintu ruangan darurat itu.


Dari awal bertemu Dany sudah terpaku akan kecantikan Viana. Apalagi sikap Viana yang begitu humble tidak menganggapnya seperti bawahan membuat Dany semakin suka.


Rasa itu semakin mendera, berawal saat ia menolong gadis penjambret itu dari kawanan pemabuk. Ya Dany tahu, Viana adalah mantan spesialis tukang jambret. Dan sepertinya Viana juga sudah berhasil menjambret hatinya.


Tapi sayang seribu sayang, kemarin Viana adalah istri kontrak majikannya, dan kini wanita itu sudah menjadi istri orang lain. Bahkan Viana sudah hamil dari pria tersebut. Rasa-rasanya tidak harapan lagi untuknya bisa dekat dengan Viana seperti dulu.


“Bapak Dany ya? Silahkan masuk, syukur ya persalinannya berjalan dengan lancar. Ibu dan bayinya selamat. Bapak sudah bisa bertemu dengan istrinya sekarang,” tutur perawat yang mengurus persalinan Viana.


“Eh...Sudah ya? Kok saya tidak dengar ada suara tangis bayi?”


“Sepertinya bapak melamun dari tadi, saya sudah memanggil bapak sampai 5 kali loh. Ya sudah, silahkan masuk istri dan anak bapak sudah menunggu di dalam,” desak sang perawat sebelum berlalu.


“ Tapi sus, saya ini...”

__ADS_1


Belum sempat menjelaskan, perawat itu sudah menghilang dari hadapan Dany. Kini pemuda berambut klimis itu semakin bingung. Kenapa Viana mengatakan bahwa ia suaminya? Lalu kemana suami Viana sebenarnya berada?


Bersambung....


__ADS_2