Jambret Cantik

Jambret Cantik
Kesal


__ADS_3

Mobil yang Viana dan Dany tumpangi meluncur dengan mulus di jalanan yang ramai. Viana melempar pandangan keluar jendela guna mengurangi rasa bosan, serta memikirkan bagaimana nasibnya ke depan. Ia ingin pernikahan kontraknya bersama Verrel segera berakhir.


Tak lama mobil yang Dany kemudikan sampai di pelataran basemant apartemen Verrel. Dan benar saja mobil Amelia sudah terparkir cantik di sana.


“Sudah sampai nona, apa perlu saya antar sampai ke dalam ?”


“Tidak asisten Dany, gue bisa sendiri.”


Viana pun memasuki gedung apartemen Verrel. Gadis itu mengambil nafas dalam-dalam lalu menghembuskannya kasar. Sungguh ia muak jika harus melihat kebucinan Verrel kepada Amelia.


Tanpa Viana sadari, Dany mengikutinya dari belakang. Takut bila ada peperangan yang tidak di inginkan terjadi antara Viana dan juga Amelia. Mengingat keduanya sama-sama mempunyai peranan penting bagi atasannya Verrel.


Viana masuk ke apartemen Verrel seperti biasa karena ia sudah mengetahui kata sandinya. Dan benar saja, baru masuk sudah di suguhi pemandangan yang menjijikan dimana Verrel tengah berciuman bersama Amelia.


“Ishh..menjijikan!” umpat Viana pelan namun mampu menyadarkan kedua manusia tak punya urat malu itu.


“Viana! Dari mana saja kamu?! Jangan pernah pergi lagi tanpa seijinku!” hardik Verrel yang menyadari kedatangan Viana.


Viana pun mengabaikan hardikan Verrel. Gadis itu melengos masuk ke dalam apartemen untuk mengerjakan apa yang harus ia kerjakan.


“Viana! Kamu berani mengabaikanku?!” teriak Verrel lagi dengan geram.


Verrel merasa mempunyai kendali penuh akan Viana. Namun Verrel melupakan sesuatu, bahwa dirinya tanpa sadar mengabaikan keberadaan Viana. Dengan membawa Amelia ke apartemennya. Apalagi berbagi rahasia pernikahan kontraknya bersama Viana.

__ADS_1


Tentu saja Amelia merasa di atas angin sekarang karena Verrel begitu memprioritaskan dirinya daripada wanita yang sudah menyandang gelar istri sah daripada Verrel.


“Sudah Verrel! Biarkan saja, lebih baik kita segera berangkat ke acara fashionshow. Karena kurang dari satu jam lagi acara akan segera di mulai. Yukk..Verrel.”


Amelia pun menggaet erat lengan kokoh milik Verrel dan menarik tubuh pemuda itu untuk keluar apartemen. Sebenarnya hati Amelia merasa dongkol karena kesenangannya bersama Verrel terganggu akan kehadiran Viana.


“Baiklah sayang, hayu kita berangkat.”


Verrel pun mengulas senyum terbaiknya kearah Amelia. Wanita bermake up tebal itu pun membalas hal yang sama kerah Verrel. Dan akhirnya mereka pergi dengan menggunakan mobil Verrel karena akan ada acara yang akan mereka datangi.


Sedangkan Viana yang berada di dalam kamar berdecak sebal serta uring-uringan.


“Dasar ulat bulu sama tokek belang! Kalian mencemari pandangan gue yang masih ting ting ini! iih..sebel! Sebel!” gerutu Viana dengan kesal.


Viana pun berusaha menghapus adegan Verrel bersama Amelia tadi. Namun sia-sia. Sungguh matanya sudah terkontaminasi. Adegan Verrel bersama Amelia seakan menari-nari di pelupuk matanya.


Untuk menghilangkan rasa kesalnya kepada Verrel, Viana memilih membereskan apartemen pria tersebut.


Namun saat membereskan meja kerja Verrel, tanpa sengaja Viana melihat sebuah surat undangan acara berada di atas file yang menumpuk. Dalam undangan tersebut tertulis “Mr. Verrel dan wife”. Dan Viana pun membuka isi dalam surat undangan tersebut.


“Sabtu, 15 april 2023 itu artinya hari ini kan?! Jadi barusan Verrel pergi bersama ulat bulu itu untuk ini? Dan Verrel akan memperkenalkan Amelia kepada para kolega bisnisnya sebagai istri? Ini tidak bisa dibiarkan! Gue harus turun tangan! Cckk!”


Viana pun mencoba menghubungi asisten Dany. Semenjak pertemuannya kemarin, Viana mulai bertukar kontak dengan pemuda dingin itu. Menurut Viana, Dany juga tidak sedingin tampangnya. Pemuda itu hanya perlu sedikit di glitiki agar mau membuka mulutnya.

__ADS_1


“Halo, asisten Dany. Gue butuh bantuanmu sekarang!”


*


*


Viana tengah menunggu kabar dari Dany yang tengah mencarikan tempat duduk untuknya dengan resah. Karena ini adalah acara VVIP dan jumlah kursi yang di sediakan pun terbatas sesuai undangan yang di sebarkan.


“Maaf nona Viana, di dalam sudah penuh. Semua kursi sudah terisi,” lapor Dany dengan wajah menyesalnya.


Viana pun hanya menghela nafas pasrahnya.


Tak lama, seorang panitia wardrobe datang menghampiri sambil celingak celinguk seperti orang mencari bekicot di antara semak-semak belukar.


“Aa Dany! Ihh...untung ada lu ya say, ini gaswat a..gaswat si Siti tau-tau sakit jadi hari ini ia absen nggak bisa jadi model. Kumaha atuh 15 menit lagi acara mulai, mince pusiang deh,” adu seorang pria gemulai ke arah asisten Dany.


“Lalu gue harus bagaimana? Mencarikan penggantinya? Itu tidak mungkin! Mana ada seorang model yang mau di beri job dadakan seperti ini? Belum lagi customnya sesuai, karena gaunnya kan sudah di rancang khusus untuk setiap model,” tutur Dany yang ikutan pusing karena acara ini juga melibatkan perusahaan Verrel yang bergerak di bidang aksesoris.


Undangan itu sebenarnya dari relasi bisnis Verrel. Karena Verrel memiliki sedikit saham di perusahaan perancang busana tersebut, oleh karena itu ia mendapat undangan khusus untuk menghadiri launcing perdana busana karya desainer terkenal tanah air.


Mince pun beralih pandangan dari Dany kearah Viana yang sedari tadi terdiam mengamati interaksi keduanya pria di hadapannya. Pria gemulai itu mulai memindai Viana dari atas hingga ke bawah. Lalu tak lama ia berujar dengan mata berbinar.


“Aha!! Gue punya ide say, yuk ikut gue!”

__ADS_1


**Bersambung...


Jngan lupa givenya y say..😘😘**


__ADS_2