Jambret Cantik

Jambret Cantik
Pesta Topeng


__ADS_3

“Masa belum? Tapi itu lipstikmu bisa belepotan gitu kamu habis makan apa?”


Deg!


Amelia pun nampak meraba-raba area bibirnya, lalu seperti ingat sesuatu, dengan terburu-buru wanita sexy itu berlari lalu masuk begitu saja ke dalam kamarnya.


Verrel pun mendadak cengo di tempat, kenapa wanita-wanita yang ia temui pagi ini pada bersikap aneh saat bertemu dengannya? Verrel memilih tak ambil pusing, lebih baik iya segera bergegas untuk bersiap karena meeting dengan klien akan di mulai sekitar pukul 10 pagi.


*


Di kamarnya Amelia nampak gelisah sembari membersihkan diri dari sisa pergulatanya dengan seorang pria yang sengaja ia sewa. Itu semua karena Verrel menolak ajakannya, padahal gairahnya sedang berada di ubun-ubun. Dan akhirnya Amelia menyewa seorang berondong untuk menyalurkan hasratnya.


Namun karena ceroboh, ia hampir membuat dirinya sendiri ketahuan. Wanita itu lupa, akibat ciuman panas dengan lawan mainnya itu. Make up pagi-pagi yang sudah ia aplikasikan ke wajah jadi berantakan.


Karena ia tidak mengulanginya hanya sekali, namun berkali-kali dalam semalam hingga pagi datang.

__ADS_1


Bahkan tadi pagi di saat Amelia sudah bersiap hendak menemui Verrel, teman kencan wanita itu meminta kembali. Sebagai wanita yang memang terbiasa dengan belaian, Amelia tak mampu menolak karena pria tampan itu selalu berhasil membuatnya melayang.


Pantas saja Verrel mengira kalau Amelia sehabis makan, padahal ia sehabis menyelami samudra kenikmatan dengan pria lain.


Amelia hanya bisa berharap, semoga saja Verrel tidak mengetahui kebiasaannya yang suka jajan berondong semenjak ia mempunyai hubungan affair dengan Rexi anak tirinya. Amelia yang sekarang sangat haus akan sentuhan seorang pria. Bagi wanita sexy itu, S*x adalah kebutuhan pokok yang harus ia penuhi setiap hari.


*


“Hash! Sudah 2 hari ini aku belum menemukan apa-apa tentang Amelia dan maksud ucapannya tempo hari? Apa aku kebanyakan tidur sampai kecolongan padahal kamar kami berdekatan, dan aku selalu mengawasinya setiap terjaga,” gerutu Viana sambil berjalan gontai.


Viana berjalan gontai menelusuri hotel di mana ia tengah menginap. Gadis itu sudah sangat lelah menunggu Dany yang tak kunjung datang, padahal ia ingin komplen perihal kamarnya yang terletak berhadapan langsung dengan Verrel. Namun baru saja Dany memberi tahu bahwa pria itu sedang meeting bersama Verrel dan beberapa relasi bisnis lainnya termasuk Amelia.


“Pesta topeng dalam rangka merayakan ulang tahun hotel xxx , di adakan besok malam pukul 20.00 WIB. Wahhh...seru nih? Kira-kira pesta topeng itu gimana ya?” gumam Viana merasa penasaran.


Viana pun memutuskan untuk ikut pesta topeng tersebut. Ia merasa penasaran karena seumur hidupnya belum pernah menghadiri sebuah pesta atau semacamnya. Akhirnya Viana pun memilih belanja gaun di sebuah butik untuk ia kenakan besok dan oleh-oleh untuk adik asuhnya yang berada di panti asuhan saat ia pulang nanti.

__ADS_1


Besok malamnya..


Nampak seorang gadis sibuk sendiri mematut dirinya di depan cermin yang tersedia di kamar tersebut. Gadis itu adalah Viana. Viana sudah mencoba gaun hasil rekomendasi pemilik butik yang kebetulan melayaninya langsung. Tanpa fikir panjang, Viana langsung membeli begitu gaun itu melekat melekat sempurna pada tubuhnya.


Semua gaun yang ia beli memang bagus, namun hanya satu yang membuatnya jatuh cinta. Gaun berwarna hitam. Sedikit terbuka bagian bahunya namun hanya sebagian. Tidak ada yang berlebihan pada gaun itu, namun nampak cantik saat di kenakan oleh Viana.


Bahkan riasan rambut panjangnya pun hanya sederhana, Viana hanya mengepang kedua sisinya lalu mengumpulkannya jadi satu agar nampak rapi. Tak lupa poni tail andalannya ia gunakan untuk mempercantik diri.



Viana mulai keluar kamarnya saat lantai kamar yang ia tempati terasa sepi. Setengah jam yang lalu ia melihat dari lubang pintu, bahwa Verrel dan Amelia sudah keluar duluan menuju ballroom acara.


Tak lupa Viana pun mengenakan topeng yang berwarna senada dengan gaun yang ia kenakan. Saat sudah memasuki ruangan itu, Viana nampak ragu karena tidak ada satu pun yang ia kenal di acara itu. Dan Viana pun baru mengingat, jika Dany juga mengikuti acara tersebut. Nampak pemuda itu tengah berbincang-bincang tanpa topeng.


Viana hendak menghampiri pemuda itu, namun tertahan karena terlihat Verrel nampak berbincang dengannya. Meski memakai topeng, namun Viana masih mengingat betul seperti apa pakaian yang Verrel kenakan.

__ADS_1


Akhirnya Viana memutuskan untuk duduk saja sambil menikmati acara yang sedang berjalan. Tanpa Viana sadari, seseorang tengah mengawasinya dari jauh.


Bersambung..


__ADS_2