Jambret Cantik

Jambret Cantik
Ingat Viana


__ADS_3

Akibat mengalami jetlag parah, Viana pun tertidur hingga malam hari. Manik mata coklatnya mengerjap-ngerjap untuk memfokuskan penglihatannya.


Mendadak bola mata Viana menatap jalanan dengan tatapan berbinar. Viana melihat jalanan yang ramai di penuhi kelap kelip lampu hiburan yang terbentang sepanjang jalan. Sepertinya di bawah hotel tempatnya menginap, adalah tempat hiburan atau mungkin tongkrongan. Fikir gadis itu.


Ingin rasanya Viana menikmati jalan-jalan malam, namun tertahan karena seluruh badannya terasa pegal-pegal dan bagaikan mau rontok karena kebanyakan tidur. Tiba-tiba perutnya terasa lapar, bertepatan dengan itu pelayan hotel pun mengantar makanan. Tentu saja karena perintah dari Dany.


Dengan lahap Viana pun memakan seluruh makanan yang ada di troli makanan tanpa tersisa. Makanan itu tampak mewah dan terasa enak sekali terasa di lidahnya. Setelah habis, Viana pun bersendawa dengan keras.


“Aaakkh! Begini rasanya di layani seperti orang kaya ya. Ternyata tidak buruk juga menjadi istri kontrak, tapi kalau lihat doi lagi berduaan sama ojob-nya kesel juga sih,” gerutu Viana tidak jelas arah hatinya.


“Akh! Biarin...yang nikmati saja say, habis ini pakai masker lumpur terus tidur deh. Mandinya besok aja ye, daripada masuk angin kagak ada yang ngerokin kan berabe,” kelakar Viana sendirian sambil tertawa.


Viana pun mulai menata peralatan pribadi miliknya pada westafel kamar mandi. Meski di sana sudah tersedia alat-alat kebutuhannya, Viana tetap memakai miliknya yang memang sudah terpakai setengah.


“Odol sama sikatnya sayang kalau di pakai, mending bawa pulang aja. Terus habisi dulu yang ini, hehe.” gumam Viana seorang diri.


Viana pun menggosok giginya dahulu, lalu mencuci wajah lelahnya dengan cleaser yang baru saja ia beli beberapa hari lalu lewat akun tok-tok yang ia ikuti. Setelahnya ia memakai handuk wajah yang sudah tersedia di kamar mandi hotel. Handuknya masih baru dan segar.


Setelah mencuci wajahnya menggunakan cleanser, tak lupa gadis itu memakai masker lumpur yang juga ia beli di akun tok-tok miliknya. Yang mengatakan masker itu fenomenal bisa membuat wajah rakyat jelata menjadi secantik putri Kate Middleton.

__ADS_1


Usai menggunakan perawatan simpel ala Viana dan segala tetok bengeknya, Viana pun menyalakan televisi lalu menonton sambil nyemil setoples kue cookis yang kebetulan tersedia.


Tanpa terasa Viana pun mulai terlelap ke alam mimpinya. Membiarkan televisi menonton aksinya yang tidur sambil mendengkur keras akibat kelelahan.


*


*


Di tempat lain nampak Amelia mencoba merayu Verrel dengan mencium pria tampan itu.


“Come on babe! disini kita hanya berdua saja, kita bisa melewati malam-malam yang indah setelah ini. Aku jamin kamu pasti akan ketagihan,” ujar Amelia dengan sedikit gerakan menggodanya.


“Meli please! Aku akan melakukannya, namun nanti saat kita sudah menikah ya. Jadi tolong bersabarlah.”


“Tapi babe, aku sudah tidak sabar membelai dadamu yang bidang itu. Mencium harum tubuhmu yang aku suka, tidak apa-apa ya hanya pemanasan saja sebentar,” ucap Amelia sambil terus menggoda Verrel.


Jemari lentiknya sudah menjelajahi dada bidang Verrel, lalu melepas kancing kemeja itu satu persatu. Sambil memberikan sentuhan yang memabukkan untuk Verrel dan kecupan pada daun telinga pemuda itu. Sedangkan Verrel nampak terpejam menikmati setiap sentuhan maut Amelia. Amelia pun jadi tersenyum menyeringai.


Amelia memang cukup handal dalam pancing memancing birahi seorang pria. Itulah kenapa sampai Rexy anak tirinya sendiri sampai ketagihan oleh tubuhnya. Amelia sendiri tak menampik, ia juga menikmati hubungannya dengan Rexy meski pemuda itu selalu bermain sedikit kasar.

__ADS_1


Sesaat Verrel menikmati akan sentuhan memabukkan dari kekasihnya Amelia. Namun tiba-tiba saja bayanganya tengah berciuman bersama Viana pun terlintas begitu saja dalam ingatan pria tampan itu.


Viana.....


Verrel pun mendorong Amelia menjauh dari tubuhnya, nampak raut kesal dari wanita itu yang gagal lagi menggoda Verrel untuk bermain cinta dengannya.


“Kenapa babe?” tanya Amelia dengan tatapan kecewa luar biasa.


Entah kenapa, akhir-akhir ini Verrel sering sekali menolak sentuhannya. Padahal biasanya kissing menjadi kebiasaan mereka saat baru bertemu atau akan berpisah. Namun sekarang Verrel jarang melakukannya lagi. Bahkan pria tampan itu juga menghindar jika ia baru saja memajukan wajahnya ke arah pemuda itu.


“Aku masih lelah Amelia, lebih baik kita tidur di kamar masing-masing. Kamarmu terletak di samping kamarku kan? Kalau butuh apa-apa tinggal tekan tombol informan, okay?”


Tanpa menjawab, Amelia pun menghentak-hentakkan kakinya dengan kesal ke lantai marmer hotel tersebut. Padahal ia sebentar lagi yakin, bisa membuat gairah Verrel naik. Jika gairah pria itu sudah naik, maka kucing mana yang menolak di kasih empal gentong? 😁


Lantas wanita bermake up tebal itu pun melenggang keluar dari pintu kamar Verrel dengan kesal. Setelah kepergian Amelia dari kamarnya, Verrel pun mengusap wajah serta menyugar beberapa kali surai pendeknya.


Lalu pria tampan itu pun meraih tablet canggih miliknya untuk menghubungi Viana karena tiba-tiba saja ia jadi memikirkan Viana. Mana lagi kemarin ia tidak sempat menjelaskan mengenai perjalanan bisnisnya bersama Amelia.


Verrel masih mengingat betul wajah ketus Viana yang enggan menatap kearahnya. Membuat pria tampan itu hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala seraya menanti sambungannya terhubung. Namun sayang seribu sayang, ponsel Viana tidak aktif membuat Verrel berdecak sebal lalu memutuskan untuk tidur.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2