
“Verrel.”
Lirih Viana yang hampir saja tak terdengar. Namun Dany yang duduk di sampingnya mampu mendengar, ia telah mengucapkan sesuatu.
“Apa yang kau katakan barusan Vi?” tanya Dany memastikan.
“Akh! Tidak, tidak ada apa-apa kok,” sahut Viana mencoba bersikap biasa saja. Meski kaca pintu mobilnya tertutup rapat, namun dari dalam Viana mampu melihat dengan jelas kearah Verrel yang masih menunduk di hadapan Amelia. Karena kaca pintu mobil Verrel terbuka seluruhnya.
Dasar pasangan tidak tahu malu Berbuat mesum di mana-mana, emang dia fikir jalanan ini milik kakek buyutnya apa!
Viana memgumpat-ngumpat dalam hati. Viana fikir selepas kepergiannya, Verrel semakin lengket dengan Amelia. Bahkan pasangan itu berbuat mesum dimana saja seperti dulu.
Viana menatap sayu putra kecilnya. Memandang bingkai wajah yang teduh, hanya melihat putranya saja luka hati Viana sedikit luruh. Namun sialnya, kenapa wajah putranya malah mirip pria mesum itu? Tanya Viana dalam hati.
Setelah menempuh perjalanan yang sangat lumayan jauh, akhirnya Viana sampai di sebuah mansion yang sangat besar. Mansion itu terletak agak jauh dari keramaian. Dan ukurannya pun tak jauh berbeda dengan besarnya mansion mama Venna ibunya Verrel.
“Rumah siapa ini Dany? Jangan bilang kau ingin menjualku ke tengkulak wanita!” tanya Viana dengan waspada.
Viana sampai memeluk putranya erat, hingga bayi itu sedikit terusik dari tidurnya.
“Kamu jangan suudzon seperti itu Vi, aku bukan pria jahat seperti yang ada di fikiranmu. Ayo lekas kita masuk, akan ku jelaskan semuanya di dalam,” ajak Dany.
__ADS_1
Dany pun membawa tas bayi yang berisi perlengkapan baby V, sedangkan Viana nampak mengekor di belakang Dany.
Sampainya di dalam mansion itu, Viana dibuat takjub oleh desain interior yang begitu klasik namun terkesan megah dan mewah. Seluruh ruangan itu nampak bersinar karena banyaknya pajangan yang terbuat dari kaca dan akrilik. Bahkan beberapa pajangan itu berwarna emas. Entah emas sungguhan atau hanya hiasan semata.
“Mau istirahat dulu Vi? kamarmu ada di lantai atas. Kamarku ada di sebelahnya. Dan kamar yang paling ujung itu kamar kakek dan juga adikku,” tutur Dany menjelaskan letak kamar Viana.
“Bentar! Bentar! Apa yang barusan kamu bilang? Kakek? adik? Siapa mereka Dany? Aku tak paham dengan semua ini! Tolong jelaskan lebih rinci, atau aku akan pergi!” desak Viana meminta penjelasan kepada Dany.
Karena saat ini Viana tidak tahu ada dan sedang berada di daerah mana. Bahkan sepertinya ia tidak akan tinggal sendirian di tempat yang megah itu. Viana merasa aneh dengan sikap Dany, terakhir pemuda itu membawanya ke apartemen mewahnya dan sekarang pemuda itu membawanya ke rumah yang begitu besar dan mewah. Viana semakin sulit memahami siapa sebenarnya Dany itu?
“Duduklah dulu, dan baringkan baby V di stroller itu,” tunjuk Dany kearah stroller yang tak begitu jauh dari Viana.
“Aku semakin tak paham dengan semua ini Dany, atau aku bisa gila nantinya,” ucap Viana sambil menurunkan baby V dari gendongannya.
“Terserahmu sajalah.”
Viana pun merebahkan tubuh lelahnya di atas sofa yang sangat empuk sambil memejamkan kedua kelopak matanya. Menyalurkan rasa lelah yang sedari kemarin ia tahan usai melahirkan, ke sofa yang empuknya bagaikan kasur itu. Seumur hidup Viana belum pernah merasakan tempat tidur yang nyaman, selain di apartemen Verrel dan juga mansion Dany ini.
Viana semakin tak memahami, siapa sebenarnya Dany ini? Jika Dany bisa mempunyai apartemen mewah dan juga sebuah mansion yang tak kalah megahnya dari Verrel. Kenapa pria itu malah menjadi asisten Verrel? Pasti untuk mendirikan perusahaannya sendiri, bukanlah hal yang sulit. Jika Dany sendiri bisa memiliki apartemen mewah dan juga sebuah mansion megah.
Tak lama terdengar sebuah gelas kaca yang baru saja di letakkan di atas meja kaca di samping Viana. Viana pun membuka kedua kelopak matanya, lalu mendelik ke arah Dany untuk meminta penjelasan dengan isyarat.
__ADS_1
“Baiklah, akan ku jelaskan. Tapi jangan memelototiku seperti itu. Sebenarnya aku adalah putra dari Rajasa. Nama lengkapku Dany Aji Rajasa,” tutur Dany menjelaskan.
Byuuuurrr!
Viana pun menyemburkan minuman yang sempat ia minum hingga mengenai jas yang di kenakan oleh pemuda itu.
“Ja..jadi, kau ini putra si Raja emas itu?!! Serius?” ucap Viana tanpa dosa.
Dany pun mengeluarkan kartu identitas pribadi dirinya yang selama ini ia sembunyikan dari siapa pun untuk menyakinkan Viana. Lalu Viana pun merebut kartu identitas itu untuk melihat dengan mata kepalanya sendiri.
“Dany, ini nggak asli kan?” tanya Viana dengan polosnya.
Pasalnya Viana tahu, Rajasa adalah seorang pengusaha kaya raya jauh lebih tersohor daripada Verrel. Rajasa memiliki tambang emas, serta tambang batubara di berbagai kota. Memiliki toko emas hampir di seluruh tanah air.
Namun tiba-tiba saja sebuah insiden naas menewaskan Rajasa dan istrinya. Setelah itu, Viana tidak pernah mendengar lagi kisah tentang Rajasa si raja emas. Siapa sangka, putranya justru bekerja menjadi asisten pribadi Verrel. Viana semakin tak memahami kehidupan Dany yang sangat misterius itu.
Masih dengan rasa keterkejutannya, Viana semakin dibuat terkejut dengan orang yang memanggil namanya.
“Kak Viana!”
Bersambung...
__ADS_1
Kira-kira siapa yang memanggil Viana ya? Yuk..koment, yang berhasil menebak dapat pulsa 5k dari author..😊