Jambret Cantik

Jambret Cantik
Kejujuran


__ADS_3

“ Tapi sus, saya ini...”


Belum sempat menjelaskan, perawat itu sudah menghilang dari hadapan Dany. Kini pemuda berambut klimis itu semakin bingung. Kenapa Viana mengatakan bahwa ia suaminya? Lalu kemana suami Viana sebenarnya berada?


Untuk menghilangkan rasa penasarannya, Dany segera masuk ke dalam ruangan itu untuk bertemu Viana langsung dan meminta penjelasan kepada wanita itu.


“Dany? Masuk!” ucap Viana saat menyadari ada seseorang yang membuka pintu ruangannya itu.


“Pasti kamu bertanya-tanya kenapa aku berkata bahwa kau suamiku?” pancing Viana yang sudah memahami mimik wajah Dany.


“Iya nona, tolong jelaskan. Karena saya tak mengerti dengan semua ini.”


Viana pun menghela nafas lelahnya karena barusaja melahirkan. Di sampingnya tertidur seorang bayi mungil yang tampan. Sebenarnya Viana ingin sekali beristirahat, namun ia belum tenang jika belum berbicara dengan Dany terlebih dahulu.


“Dany, duduklah.”


Dany pun duduk di samping brankar Viana. Matanya melirik ke arah bayi tampan itu. Sungguh ia terpana melihat ketampanan bayi itu. Membuat jiwa ayah dalam dirinya meronta-ronta. Ingin sekali menggendong bayi itu dan menimang-nimangnya. Namun ia tak yakin, jika Viana mengijinkanya.


“Nona, Dimana suami anda? Kenapa tidak ada yang mencari nona Via. Padahal bayi ini sungguh tampan,” ucap Dany sambil mengelus-elus pipi mulus bayi laki-laki itu.


“Dany, sebenarnya aku tidak memiliki suami. Aku belum menikah lagi.”

__ADS_1


“Lalu? Siapa ayah dari bayi ini nona?” tanya Dany yang semakin penasaran akan status Viana saat ini.


“Dia lebih memilih mantan kekasihnya daripada aku, kau pasti tahu siapa dia Dan,” terang Viana sambil terisak.


“Mak..maksud anda? Tuan Verrel kah?!” Dany setengah tak percaya Viana sudah mengandung bayi dari tuannya.


Viana pun mengangguk lemah. Sesekali menghapus buliran bening yang terus merembes keluar melalui celah matanya.


“Apa kau juga tak percaya denganku Dany? Pasti kau menganggapku pembual seperti mereka. Aku tak berharap kau untuk percaya dengan semua ucapanku ini,” Viana semakin terisak.


Ya semua orang menganggapnya hanya pembual yang terlalu bermimpi memiliki pasangan seperti Verrel. Pengusaha muda nan kaya di kota itu.


“Nona, maaf. Buka seperti itu maksudku, jika malam itu benar-benar terjadi? Kenapa anda harus pergi dan bersembunyi? Anda adalah istri tuan Verrel.”


“Pernikahan itu hanya sebuah status di atas kertas belaka Dany, tidak ada cinta di dalamnya. Lalu untuk apa aku bertahan demi laki-laki yang masih meneriakkan nama kekasihnya terus menerus!”


Deg!


Ternyata itulah penyebab Viana memilih pergi. Ya Dany akui, tuannya memang pandai dalam berbisnis tapi tak pandai dalam memilah pasangan. Padahal emas berlian nampak begitu berkilau, namun ia malah memilih perunggu yang sudah karatan.


“Untuk apa aku meminta pertanggung jawaban Verrel. Jika Verrel saja tidak mencintaiku Dany. Kamu tahu tidak, mencintai seseorang saat orang itu tidak sendirian itu rasanya sakit. Sakit Dan!” isak tangis Viana semakin menjadi-jadi.

__ADS_1


Dany tidak tahan lagi, lalu ia pun meringsek maju dan memeluk tubuh lemah Viana. Viana pun menenggelamkan diri dalam pelukan pemuda itu. Tidak ada pilihan lain, ia memang butuh seseorang yang bisa menenangkan guncangan jiwa dan hatinya.


Seperti apa yang aku rasakan padamu Viana...


Batin Dany dalam hati.


Selama berbulan-bulan, ia bertahan hidup dengan seadanya. Makan pun seadanya. Padahal sebagai ibu hamil ia harus mencukupi gizi dan nutrisi yang cukup untuk tumbuh kembang janinnya. Terkadang Aisyah adik asuhnya yang suka membelikan buah untuknya.


Bahkan pakaian hamil yang ia kenakan saat ini hasil memungutnya dari sampah. Semua yang Viana kenakan adalah hasil dari memulung. Selain menjajakan kue, Viana juga memulung barang-barang bekas yang bisa di daur ulang untuk di jualnya kembali. Meski perkilonya hanya di hargai Rp. 1500,- saja. Namun Viana tidak pernah mengeluh. Pekerjaan itu menurutnya lebih baik daripada menjambret. Tentu saja Viana tidak ingin anaknya memakan hasil dari kejahatan.


“Dany, tolong jangan beritahu Verrel tentang keberadaanku ini ya,” pinta Viana lagi usai Dany melerai pelukannya.


“Baik nona, tapi saya ingin nona ikut dengan saya. Bagaimana?” tawar Dany.


“Dany, bukannya aku menolak. Tapi aku hanya tak ingin merepotkanmu saja nantinya,” tolak Viana dengan halus.


“Kita kan berteman, aku tak merasa di repotkan. Ada sebuah kejutan yang selama ini ingin aku tunjukkan kepada nona Via. Pasti nona Viana akan suka,” bujuk Dany menyakinkan Viana.


“Dany, jangan panggil aku nona. Viana sajalah. Aku bukan nona besar lagi. Memangnya apa kejutan itu?” tanya balik Viana.


“Ada deh.”

__ADS_1


Bersambung...


Kira-kira apa ya kejutan Dany untuk Viana? Siapa disini yang timnya Viana-Verrel atau Dany-Viana ?


__ADS_2