Jambret Cantik

Jambret Cantik
Amarah Verrel


__ADS_3

“Viana,” desis Verrel dengan suara lirih bahkan hampir tak terdengar oleh siapa pun. Namun ternyata dugaan author salah, nyatanya Amelia mampu mendengar desisan dari bibir Verrel.


“Apa Viana? Di mana gadis itu?” seru Amelia menimpali.


Tentu saja Amelia celingak celinguk kesana kemari mencari gadis yang menjadi istri kontrak kekasihnya itu.


Namun setelahnya, Amelia sadar saat tak mendapati Viana di sekelilingnya. Namun ia tersentak saat mendapati Verrel tak bisa lepas pandangan dari wanita yang memeragakan busana terakhir itu.


Amelia pun memincingkan sebelah matanya. Serta menajamkan indra penglihatannya, kenapa Verrel seperti tersihir oleh wanita model yang memeragakan busana sexy itu?


Dan tak butuh sampai dua menit, Amelia pun mulai bisa mengenali siapa model yang memeragakan busana itu.


“Vi...Viana?”



Amelia pun nampak tercekat saat melihat penampilan Viana di atas catwalk.


Ba..bagaimana bisa gadis itu bisa menjadi model di acara ini? Setahuku, yang menjadi model di sini itu tidak bisa sembarang orang. Harus model yang sudah ahli . Lalu Viana?...



Apalagi Viana nampak terlihat sangat cantik dengan balutan longdress full brukat berwarna putih dengan bahu terbukanya. Menampilkan bahu putih mulusnya yang bebas di pandang oleh siapa saja.


Bahkan gaun itu pun berbelahan rendah menampilkan belahan buah melon milik gadis itu yang nampak menggiurkan. Dan belahan belakang gaun itu tak kalah rendahnya dari yang ada di depan. Bahkan bahu serta pinggul gadis itu hampir terekpos seluruhnya.


Amelia pun melirik kearah Verrel yang mamasang wajah terkejut tidak berbeda jauh darinya. Amelia yakin sepertinya ini ulah Verrel, Padahal ia sudah berusaha untuk membujuk Verrel untuk menggantikan Viana dengan dirinya dalam acara tersebut.


Meski dalam surat undangan, tertuliskan nama Verrel beserta istri. Dalam artian, biar publik mengira bahwa Amelia itu adalah istri Verrel. Meski sebenarnya hanya lah seorang kekasih.

__ADS_1


Amelia semakin kesal karena Verrel tak kunjung mengalihkan pandangan dari Viana. Apalagi Viana nampak terlihat cantik dengan busana yang ia kenakan. Bahkan dirinya saja tak mampu mengenalinya di awal.


Karena rambut hitam milik Viana yang biasa gadis itu cepol, kini jatuh teruai indah begitu saja. Membuat penampilan gadis itu terlihat mempesona di mata pria yang melihatnya, bahkan mereka meneguk salivanya beberapa kali termasuk Verrel sendiri.


Melihat beberapa pria menatap lapar kearah Viana, mendadak membuat hati Verrel merasa kesal. Pria tampan itu pun nampak menggeram di tempat sambil mengumpat.


“Brengs*k!”


Amelia pun mendengar umpatan Verrel yang terdengar jelas di gendang telinganya.


“Apa brengs*k?” ulang Amelia lagi seraya bertanya kearah Verrel.


“Eh..sayang, bukan apa-apa. Bukan buatmu itu.”


“Rel, model itu Viana kan? Bagaimana bisa gadis itu menjadi model di sini?” tanya Amelia bertubi-tubi.


“Kamu benar Meli, dan aku tidak tahu kenapa Viana bisa ada di sini?” Verrel pun balik bertanya membuat Amelia geram.


Melihat itu Verrel pun berniat untuk mengajak wanita itu pergi. Mendadak ia juga merasa sebal saat beberapa pasang mata mulai membidikan kamera canggih milik mereka ke arah Viana yang masih berlenggak lenggok di atas catwalk.


Awas saja kamu Viana! Aku akan menghukummu nanti sampai di apartemen... Batin Verrel geram.


“Meli, mendadak mood ku tidak baik. Lebih baik kita pulang saja yuk?”


“Tapi acaranya sebentar lagi akan berakhir Verrel.”


“Aku mulai bosan, dan aku lupa ada beberapa berkas yang belum sempat aku tanda tangani di rumah,” alibi Verrel.


“Oh..begitu, baiklah ayo kita pulang.”

__ADS_1


Akhirnya Verrel dan Amelia pun memilih pulang. Verrel pun mengantar Amelia sampai apartemen wanita itu. Lalu tanpa beristirahat, Verrel pun melajukan roda empatnya kembali menuju apartemennya sendiri.


*


*


Pintu apartemen Verrel terbuka menampilkan Viana yang baru saja pulang menghadiri acara fashionshow. Gadis itu bersiul-siul riang sambil bergoyang-goyang kecil.


Hatinya tengah gembira, karena baru saja mendapatkan uang hasil jerih payahnya sendiri. Seumur hidup itu pendapat terbesar Viana yang ia peroleh tanpa suatu ikatan. Meski nafkah yang Verrel berikan tidak sedikit, tetap saja memperoleh penghasilan hasil keringat sendiri adalah suatu kebanggaan yang tak ternilai harganya.


Viana tak menyangka, sepertinya ia memiliki bakat lain yang terpendam dalam dirinya selain menjadi spesialis jambret. Viana pun tersenyum puas sambil memandang isi amplop coklat yang gadis itu genggam.


“Ekhem!”


Mendengar suara deheman dari sebelah pintu membuat Viana terperajat seketika menghentikan langkah kecilnya.


Viana pun menengok kearah sumber suara itu dengan perlahan. Dan tentu saja ia tahu suara siapa itu. Viana pun menengok sekilas, lalu memalingkan wajahnya kembali bersikap acuh akan sapaan Verrel yang sudah menunggunya dengan raut wajah mengeras.


“Hei! Beraninya kamu mengacuhkan aku? Siapa suruh kamu keluar tanpa seijinku? Dan apa tadi yang kamu lakukan di luar sana itu?!” sentak Verrel yang mulai kesal akan acuhan Viana.


Verrel pun mencekal pergelangan tangan Viana lalu menarik gadis itu hingga menempel ke tembok di belakangnya.


“Lepaskan Verrel! Kau menyakitiku!” rengek Viana kemudian. Viana sudah berani memanggil Verrel dengan nama tanpa embel-embel “Pak” di belakangnya.


“Aku tidak akan melepaskan sebelum kamu meminta maaf padaku dan berjanji tidak akan mengulangi hal yang seperti tadi!” ungkap Verrel yang semakin kesal karena Viana tak kunjung mengakui kesalahannya.


“Hal apa? Apa aku salah?! Kenapa kamu jadi posesif seperti ini? Kamu Cemburu?” sarkas Viana.


Deg!

__ADS_1


Jngan lupa tinggalkan jejak kalian, dan dkung author biar rajin up ya readers, kritik saran kalian otor trima dgn snang hati..😍😘


__ADS_2