
“Astaga! Tuan Verrel!”
“Hah? Apa?”
“Tuan tidak pakai baju!”
“Apa?!”
Kini Verrel dan Dany tengah duduk di kamar hotelnya sendiri. Seluruh wajah Verrel masih nampak memerah menahan malu yang tak terelakan. Bagaimana tidak? Seorang pelayan hotel wanita sampai pingsan saat melihat belalainya tanpa pengaman.
Sedangkan Dany memilih diam, karena menganggap Verrel sudah dewasa dan wajar saja jika pria itu menghabiskan malam bersama seorang wanita. Namun yang jadi pertanyaannya, apakah wanita itu Viana? Lalu kini dimana gadis itu berada?
Karena semalam ia berusaha membuka kamar itu namun terkunci dari dalam, saat pagi harinya pintu itu sudah terbuka. Dan ia mendapati atasannya tanpa busana di kamar gadis itu. Sungguh Dany benar-benar mengkhawatirkan gadis itu.
Kini di hadapan mereka telah duduk dua orang, ada seorang operator cctv hotel dan petugas lain bagian IT. Dimana mereka di minta untuk mengawasi seluruh lantai, termasuk ballroom yang di gunakan untuk pesta topeng semalam.
“Semua ini sungguh tidak masuk akal! Bersihkan semua yang terekam tentangku! Dany di mana Amelia?” perintah Verrel dengan tegas setelah melihat detik-detik dimana ia masuk ke dalam kamar wanita bermasker yang sudah menolongnya itu.
Sebenarnya tidak ada yang aneh, hanya di sana terekam jelas detik-detik Verrel melepas pakaiannya satu persatu hingga seorang wanita datang menolongnya begitu Amelia pergi meninggalkan sendirian yang hampir saja menelanjangi dirinya sendiri.
Tidak mungkin semalam ia melakukan dengan seorang wanita. Yang semalam ia rasakan seperti tengah mimpi terbang di atas awan, pantas saja setelah bangun tidur tubuhnya terasa ringan namun tetap saja merasa malu karena orang lain sudah melihat tubuhnya yang polos.
“Nona Amelia sedang di rawat di klinik kesehatan di hotel ini tuan.”
“Kok bisa?”
“Beliau kehabisan cairan karena sakit perut.”
__ADS_1
“Begitu, Dany bisakah aku minta tolong? Tolong selidiki orang yang menginap di kamar depan sana. Karena aku sudah membuat kesalahan besar kepadanya. Dan aku ingin segera meminta maaf,” tutur Verrel setelah memikirkan semua kesalahan yang ia perbuat.
Kini mereka hanya bicara berdua di balkon kamar Verrel.
Apalagi melihat bekas sprei yang bernodakan darah, Verrel yakin, semalam ia baru saja merenggut mahkota seorang gadis. Dan kini ia pun sangat menyesali perbuatannya.
“Tuan, sebenarnya...orang yang menginap di depan kamar Tuan Verrel adalah..... Nyonya muda Tuan,” ungkap Dany terbata.
“Maksudmu apa? Katakan yang jelas Dany! Jangan bertele-tele!”
“Maksud saya, nona Viana Tuan.”
“Apa?! Apa kamu gila? Untuk apa Viana datang ke sini? Itu tidak mungkin Dany! Mustahil Viana bisa bepergian jauh apalagi tanpa seijinku!”
Verrel berusaha mengelak dan tidak menyakini ucapan Dany. Viana tidak mungkin melakukan hal nekat seperti itu. Lagian untuk apa gadis itu mengikutinya? Bahkan terakhir bertemu, menatap kearahnya pun tak mau.
Namun Verrel akhirnya percaya setelah Dany memberikan hasil transaksi kartu unlimited yang Verrel berikan kepada Viana. Transaksi terakhir berada di kota Jogja dan tempatnya tak jauh dari hotel tempatnya menginap.
“Apa?! Jadi ini semua ulah Amelia? Tidak mungkin!”
Verrel berusaha mengelak atas tuduhan yang Dany layangkan kepada Amelia. Namun akal sehat Verrel mulai bekerja, pria itu masih ingat sehari sebelumnya Amelia memang sempat menggodanya. Namun yang tak habis fikir, bagaimana bisa wanita itu melakukan hal sekotor itu?
Verrel termasuk orang yang mempunyai pola fikir rasional. Yaitu suatu pola pikir dimana seseorang cenderung bersikap dan bertindak berdasarkan logika dan nalar manusia. Jadi Verrel tidak akan mudah percaya tanpa adanya bukti.
“Saya juga sebenarnya agak ragu tuan, hanya saja kemungkinan ini penyebab nona Viana kukuh ingin ikut kemari. Untuk memastikan benar atau tidaknya, kita bisa memastikannya setelah nona Amelia sudah sembuh.”
“Kamu benar Dany, kamu tahu sendiri aku orangnya seperti apakan.”
__ADS_1
“Benar tuan.”
“Baiklah, Lalu dimana Viana sekarang Dany? Apakah benar wanita yang tidur di kamar depanku itu Viana? Berarti selama ini ia melihatku bersama Amelia?”
“Benar Tuan karena saya sendiri yang memilihkan kamar untuk nona Viana, dan saya sudah berusaha menghubungi nomor ponsel nona Viana tapi tidak aktif.”
Verrel jadi teringat saat gadis bermasker hitam itu menolongnya dari kecoa terbang. Pantas saja tidak ada rasa jijik dan dengan mudah menangkapnya. Memang hanya Viana yang bisa seperti itu.
Verrel pun meraup air wajahnya kasar. Semalam ia sudah menodai gadis itu, dan kini ia semakin merasa bersalah karena sudah melanggar janji yang sudah mereka buat. Sudah ia bisa pastikan, gadis itu pasti akan marah besar kepadanya.
“Maafkan saya tuan, karena saya membawa Viana tanpa ijin dahulu kepada Tuan Verrel,” ucap Dany dengan wajah menyesal.
“Dany sebenarnya aku kecewa, tapi untuk saat ini aku lebih mengkhawatirkan Viana karena wanita yang tidur denganku semalam dia. Tolong siapkan tiket pulang segera, terserah mau siang apa sore atau malam. Yang jelas hari ini aku ingin segera pulang! Apa kamu mengerti?!”
“Tapi.. Bagaimana....”
“Tidak ada tapi-tapian Dany! Ini perintah! Dan sebagai hukumanmu kamu urus semua sisanya di sini,” seru Verrel dengan tegas.
“Ba..baik Tuan.”
Setelah itu Verrel menyuruh seluruh orang yang ada di kamarnya untuk keluar. Bahkan sarapan pagi pun sudah terlewatkan, namun tetap saja Verrel tidak merasakan lapar.
Lalu pria tampan itu mengeluarkan nikotin yang jarang sekali ia sentuh. Menyulut sebuah pematik dan membakarnya. Verrel memilih keluar kamarnya dan duduk di balkon kembali. Dimana ia bisa merasakan hembusan angin yang kini bisa mendinginkan tubuh serta fikirannya yang mendadak buntu.
Masih tersirat jelas dalam ingatannya, bagaimana rasa sentuhan itu. Perasaan yang juga baru pertama kali ia rasakan di penghujung usianya yang sudah tidak lagi muda. Namun dalam hati Verrel sedikit beruntung, ternyata ia melepas status perjakanya bersama Viana istrinya sendiri. Bukan wanita penghibur atau pun istri orang lain.
Karena itu Verrel ingin cepat-cepat pulang dan meminta maaf kepada Viana. Jika perlu ia akan mempertanggung jawabkan semua perbuatannya. Masalah Amelia akan ia fikirkan nanti.
__ADS_1
Bersambung...
Tinggalkan jejak support kalian ya besti 😘😘 Biar otor cemungudd meski skarang sibuk bingit..