Jambret Cantik

Jambret Cantik
Misi Berhasil


__ADS_3

Amelia meminta seorang pelayan untuk membawa tubuh Verrel ke arah lift. Wanita itu beralibi kepada semua kolega bisnis Verrel, bahwa Verrel ijin tidak bisa mengikuti acara selanjutnya karena kurang enak badan.


Amelia juga meminta Dany untuk mengurus seluruh acara sampai selesai. Sebagai asisten, tentu saja Dany harus siaga jika hal seperti ini terjadi.


“Masnya di letakkan di mana nyonya?” tanya pelayan pria itu.


“Sudah, di sini saja mas. Terima kasih ya. Ini tips buatmu,” ucap Amelia sambil menyodor dua lembar uang pecahan seratus ribuan.


“Wahh!..ini banyak sekali nyonya, nyonya baik sekali dan juga sexy,” puji pelayan pria yang ternyata genit itu.


“Kamu bisa aja, nih aku tambahin.”


Pelayan pria itu pun terlonjak kegirangan, karena hanya mengantar saja sudah dapat tips yang lumayan banyak. Lalu pria itu pun berucap terima kasih sambil mengerlingkan sebelah matanya.


“Terima kasih nyonya sexy.”


Amelia pun tersipu malu saat pelayan tampan dan masih muda itu menggoda dirinya. Namun setelahnya Amelia pun tersadar, ia tidak boleh terlalu membuang waktu dengan percuma.


Lalu dengan gesit Amelia membawa Verrel yang sudah nampak tidak berdaya masuk ke dalam lift.


Ting!


Lift yang mereka tumpangi pun sudah sampai di lantai di mana kamar Verrel dan Amelia berada. Beruntung Verrel masih dalam keadaan sadar, jadi tidak sulit bagi Amelia untuk memapah tubuh tegap milik Verrel.


“Meli! Tubuhku terasa panasss,” keluh Verrel yang sudah membuang jasnya sembarang arah. Dan kini mulai membuka kancing-kancing kemejanya.


“Sebentar yank, aku cari kuncinya dulu.”


Amelia pun nampak merogoh-rogoh pouch miliknya yang ia yakini, baik kunci kamar Verrel mau pun kunci miliknya tersimpan jadi satu dalam pouch yang sedari tadi ia bawa.


“Loh! Kok tidak ada!” pekik Amelia histeris.

__ADS_1


“Meli! Buruan aku sudah tidak tahan!” racau Verrel sambil kini membuka pengait celana panjangnya.


“Tunggu sebentar sayang! Duh..kemana ini kunci ya ampun!” Amelia nampak gusar saat tidak menemukan kunci dalam pouch miliknya.


Tanpa Amelia sadari, di balik dinding ada seorang gadis yang cekikikan sambil menatap kunci-kunci yang ia genggam.


“Dasar ondel-ondel, ku pikir sulit ngerjain dia ternyata mudah. Hahaa..ups!”


#Flasback


“Mas! Mas ! Kesini ?” panggil gadis bergaun hitam dengan topeng senada.


Pelayan itu pun juga menggunakan topeng sederhana khusus bagian karyawan hotel tersebut.


“Iya mbak, ada yang bisa saya bantu?” tanya pelayan itu dengan sopan.


“Mas, bisa bantu saya tidak? Ini penting, saya sedang mengawasi suami saya dengan selingkuhannya. Itu dia orangnya, mas tahu kan?” tunjuk gadis itu kearah Verrel dan juga Amelia.


“Tahu mbak, itu kan pak Verrel pemilik baru hotel ini. Berarti mbak ini??....”


Entah mengapa, Viana menjadikan pernikahan palsunya untuk menyelamatkan rumah tangga yang sebenarnya tidak ada. Bahkan ia memberikan foto pernikahannya bersama Verrel agar pelayan itu percaya akan ucapannya.


“Eng..memangnya apa yang bisa saya bantu mbak eh nyonya?” pemuda itu langsung mengubah aksen bicaranya begitu tahu siapa sebenarnya lawan bicaranya.


Viana pun mulai membisikkan sesuatu kepada pelayan muda itu. Dan pemuda itu tampak mengangguk-ngangguk tanda mengerti. Lalu ia memberikan sebuah cek dengan nominal yang sungguh lumayan besar bagi pelayan itu.


Awalnya Viana tak mengerti arti pemberian cek seperti itu, lama semakin lama ia mengerti bahwa cek itu bisa di cairkan di sebuah lembaga perbankan.


“Banyak sekali nyonya?”


“Tidak apa-apa, asal pekerjaanmu rapi dan bersih. Hati-hati dengan kamera pengawasnya,” pesan Viana.

__ADS_1


“Baik nyonya, anda meminta tolong kepada orang yang tepat.”


#Flasbackoff


Viana pun tersadar dari lamunannya saat Amelia tiba-tiba mengeluarkan suara merdunya. Bahkan kali ini suara merdu itu membawa bau yang begitu dasyat.


“Gila! Habis makan apa sih si ondel-ondel itu? Bauk banget, ngalahin bau petey sama jengki !”


Reflek gadis itu mengecilkan suaranya agar tidak terdengar oleh Amelia yang masih kebingungan mencari kunci kamarnya.


Preeettt!


Amelia pun menghentikan aksinya mencari kunci-kunci kamar. Lalu wanita itu nampak terdiam sejenak, karena tiba-tiba sesuatu yang aneh terjadi pada tubuhnya. Tak lama bunyi merdu itu kembali terdengar bahkan sampai dua kali.


*Preeeet!


Preeeet*


“Astaga! Apalagi ini?! Di saat semua rencanaku berjalan dengan lancar malah hal seperti ini terjadi!”


Amelia pun kembali kelimpungan untuk mencari toilet. Sedangkan kamarnya masih terkunci, membuat wanita sexy itu seperti orang gila lalu memutuskan turun lantai melalui anak tangga darurat untuk mencari toilet umum. Karena seluruh kamar dalam lantai itu terkunci dan lift pun sedang dalam penggunaan penghuni lain.


Di saat Amelia pergi, kesempatan ini tidak Viana sia-siakan. Gadis itu pun berlari menghampiri Verrel yang terkapar dengan pakaian berantakannya.


“Astaga! Apa yang kamu lakukan bujang lapuk? Kenapa penampilanmu begitu mengenaskan?” Viana pun berusaha membangunkan tubuh Verrel namun pemuda itu sudah dalam pengaruh obat dan alkohol.


“Aku harus buru-buru menyembunyikan Verrel sebelum ondel-ondel itu balik. Biarin saja dia kebingungan, salah siapa jadi cewek caper, genit kegatelan!” sungut Viana kesal ketika mengingat Amelia selalu menempel kepada Verrel dimana pun dan kapan pun.


Viana pun membuka pintu kamarnya, lalu menyeret tubuh besar Verrel dengan kepayahan karena pemuda itu juga sudah tidak berdaya.


Setelah berhasil membawa tubuh Verrel masuk ke dalam kamarnya, Viana pun berjalan kearah lemari pakaian untuk berganti pakaian. Verrel yang Viana sangka sedang tertidur karena mabuk pun ia biarkan begitu saja tidur di atas karpet lantai.

__ADS_1


Viana nampak berjalan menuju ruang ganti dengan riang. Malam ini ia berganti piyama bertalikan spageti, agar tidurnya lebih relaxe. Sepertinya misi yang ia jalankan sudah berhasil yaitu menyelamatkan Verrel dari ondel-ondel pemburu lelaki. Setelah sebelum Viana memergoki Amelia bermain api dengan pemuda lain di hotel itu juga. Ternyata dugaan Viana sebelumnya tidak meleset.


Bersambung..


__ADS_2