
Pagi pun datang, matahari nampak menantang di balik kain Vitrase polos sebagai pelampis gorden blackout berwarna emas itu. Sinarnya pun menembus celah vitrase dan memantulkannya ke arah seorang gadis yang masih betah meringkuk di bawah selimut tebalnya.
Tempat dan suhu ruangan yang sangat nyaman membuat gadis itu enggan beranjak dari tempat pembaringannya. Rasanya, tubuh serta kakinya terpaku rapat di atas ranjang berukuran queen size itu.
Namun ternyata pancaran panas sinar mentari berhasil mengusik mimpi indahnya. Terpaksa gadis itu mengerjap-ngerjapkan bulu mata lentiknya mencoba memindai sekitar, apakah ia sudah berada di surga apa belum?( juskidd✌️)
“Hoaaammzz! Sudah pagi apa sudah siang ini? Hoaaammzz...” gumam Viana sambil menguap.
Viana pun menguap beberapa kali untuk menyalurkan rasa kantuk yang masih tersisa dalam benaknya. Lalu mengeliatkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan agar otot-ototnya melemas dan bersiap untuk beraktivitas kembali. Tak lupa, ia meminum sedikit air mineral untuk membasahi kerongkongannya yang terasa haus.
Sedikit info, manfaat minum air putih di pagi hari saat perut kosong ialah mampu meningkatkan metabolisme tubuh serta pembakaran kalori. Pasalnya, metabolisme bisa meningkat hingga 25% saat minum air putih dalam kondisi perut kosong. Metabolisme yang lancar akan membuat tubuh menjadi lebih energik sehingga nyaman untuk beraktivitas.
Ya gadis itu adalah Viana. Viana yang mempunyai misi membuntuti suami kontraknya Verrel bersama Amelia sang kekasih. Sebenarnya Viana tidak tahu mengapa ia harus melakukannya. Mengingat statusnya hanya istri kontrak semata.
Tak lama terdengar suara gaduh dari luar membuat tidur cantiknya terusik. Mau tidak mau Viana pun harus bangkit dari pembaringannya untuk melihat siapa gerangan yang berteriak-teriak di pagi buta.
“Siapa sih pagi-pagi udah berisik kayak lagi nonton konser Born Pink aja!” sungut Viana kesal.
Dengan gerakan malas-malasan, Viana pun bangun dari ranjang. Menyepol asal rambut panjangnya sambil sesekali menguap menggaruk-garuk area wajahnya yang tidak begitu gatal.
Viana pun menarik handle pintu, dan sebuah kejadian tak terduga menghampirinya. Karena dengan tiba-tiba, seseorang melompat ke dalam pangkuannya dan dengan sigap Viana pun menangkap tubuh yang tak berukuran kecil itu.
“Mbak, tolong aku mbak please saya gelaiii sama itu mahkluk tolong usir dari tempat saya,” rengek seseorang dalam pangkuannnya.
Karena terjadi begitu saja Viana sampai tak melihat siapa gerangan yang melompat kearahnya. Karena ia hanya reflek menerima. Namun saat mendengar suara sedikit bass itu menggaung indah di indera pendengarannya, Viana pun membuka matanya lebar-lebar.
__ADS_1
Sungguh ajaib, ternyata yang berada di dalam gendongannya adalah Verrel.
Astaga! Mampus aku! Bisa ketahuan ini sama Verrel.
“Mbak, kok diem sih?” Waktu Verrel menengok kearah Viana, betapa terkejutnya Verrel karena penampakan wajah Viana.
“Aaaaarrgghh!! Hantu!” teriak Verrel dan Viana bersamaan.
Viana yang terkejut karena Verrel berteriak pun ikut berteriak, lalu reflek melepaskan gendongannya.
“Ouuw! Sakit nj*r!” umpat Verrel.
Viana pun meraba-raba wajahnya, ternyata wajahnya masih memakai masker berwarna hitam sisa kemarin. Sepertinya Verrel tidak begitu mengenalinya karena masker yang ia kenakan.
“Maaf,” cicit Viana.
Viana pun tercenung, namun sedetik kemudian gadis itu hampir tertawa terbahak-bahak tapi ia urungkan. Karena itu akan membuatnya cepat ketahuan oleh Verrel.
Viana baru mengingat jika Verrel tidak bisa tinggal di tempatnya yang ada kecoanya. Menurut Verrel binatang itu sangat menjijikkan dan menyeramkan, apalagi saat mereka menyalakan mode terbangnya.
“Oh, itu?”
Verrel pun mengangguk lemah. Lalu Viana pun menghampiri binatang terbang itu dan menangkapnya dengan mudah. Seperti anak kecil yang sedang menangkap kupu-kupu atau capung.
“Lihat mudah kan? Tinggal di buang,” ucap Viana dengan suara di buat-buat agar tidak ketahuan. Namun Verrel menatap jijik ke arah kecoa itu.
__ADS_1
Setelah Viana berhasil membuang kecoa pada tempat sampah, Viana pun langsung buru-buru masuk kembali ke dalam kamar.
“Huft! Hampir saja ketahuan! Kok bisa sih kamar gue bisa di depan kamar Verrel? Ini pasti kerjaan Dany! Ini kan misi rahasia, bisa-bisa ketahuan nanti! Apa ini gara-gara aku baru kasih Depe dia ya? Aku harus bertemu Dany! Aku harus komplen!” gumam Viana begitu masuk ke dalam kamar lalu memutuskan untuk mandi dengan air hangat karena udara terasa dingin.
Sedangkan Verrel yang masih di luar buru-buru merapikan diri. Lalu menatap pintu kamar Viana sesaat.
“Padahal aku belum bilang terima kasih malah nylonong duluan, jantungku hampir copot habis sudah begitu siang begini masih maskeran. Tapi aku salut, mbaknya tadi keren!” puji Verrel sambil melengkungkan senyum simpulnya.
“Apanya yang keren yank?” seru Amelia yang baru saja datang dengan pakaian rapinya.
“Gak apa-apa, kamu habis dari mana Meli? Masih pagi sudah rapi aja?” tanya Verrel mengalihkan.
Satu-satunya orang yang tahu pobia Verrel akan kecoa selain Mama Venna yaitu Viana. Kini di tambah wanita bermasker hitam yang menolongnya tadi, jangan sampai wanita lain tahu termasuk Amelia. Bisa jatuh ketampanan pari purnanya di hadapan wanita lain. Fikir Verrel.
“Habis ketemu client yank, kamu sudah sarapan?Oh..iya gudeg di sini itu enak loh, kamu belum pernah nyobain kan?” tanya Amelia penuh perhatian.
“Belum, kamu udah sarapan?”
“Belum yank, nungguin kamu,” balas Amelia dengan masih tersenyum menggoda.
“Masa belum? Tapi itu lipstikmu bisa belepotan gitu kamu habis makan apa?”
Deg!
**Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak cinta klian y bestie, trima ksih bnget yg udh support n mnanti karya rceh otor nih..lope lope 😘😘😍**