Jambret Cantik

Jambret Cantik
Mual-mual


__ADS_3

“Lakukan sayang, jangan ragu-ragu!”


Kata-kata Amelia terus menari-nari indah dalam benak Verrel. Dan rasa ingin melakukannya pun seketika ingin menyeruak. Verrel adalah pria dewasa yang normal. Pria mana yang bisa menolak jika di hadapannya ada mangsa yang siap untuk di santap?


Amelia terus memejamkan mata, bersiap untuk menerima sentuhan maut dari Verrel. Karena Amelia mempunyai misi kuat, jika ia bisa menaklukkan Verrel. Maka Rexy akan memberinya separuh harta dari suaminya sekarang yaitu ayah dari putra sambung sekaligus partner ranjangnya Amelia.


Namun saat Verrel mencoba lebih dekat dengan Amelia, rasa aneh pun muncul.


“Hmmp! Hmmp!”


“Verrel! Kenapa lama sekali aku sudah tidak tahan lagi!” Amelia merengek bagaikan cacing kepanasan.


Dan tiba-tiba suatu hal tak terduga pun terjadi.


“Huueeekk! Huueeeek!”


Mata Amelia melotot sempurna bagaikan telor mata sapi yang di ceplok setengah matang. Saat mendapati sebuah cairan yang bau dan kental serta berwarna kuning kehitaman meluncur indah di aset berharganya yang sengaja ia pamerkan kepada Verrel.


Saat Amelia belum sadarkan diri dari rasa terkejutnya, kembali Verrel menyemburkan lahar kuning itu tepat di wajah Amelia yang masing duduk berhadapan dengannya.


“Huueeekk! Huuueekk!”


“Arrrgh! Verrel apa yang kau lakukan!”


Amelia pun berteriak histeris, Wanita itu buru-buru berlari ke kamar kecil yang ada di ruangan Verrel sebelum mulutnya juga ikut mengeluarkan lahar kuning yang begitu menjijikan itu.


Akibat teriakan Amelia, baik Dany sang asisten mau pun beberapa staff kantor Verrel pun ikut berbondong-bondong memasuki ruangan Verrel. Dan mendapati Verrel tengah muntah-muntah bagaikan orang sakau.


“Tuan Verrel! Apa yang terjadi ? Anda baik-baik saja? Dimana nona Amelia?” Dany terus memberondong pertanyaan kepada Verrel yang masih merasakan mual yang begitu hebat.


Verrel hanya menunjuk ke arah kamar kecil di mana Amelia berada. Sedangkan dirinya mati-mati melawan rasa mual yang ada.

__ADS_1


“Dany, ambilkan aku minyak angin, kerokan atau obat apa sajalah yang bisa menghilangkan rasa mualku ini,” perintah Verrel terbata.


Karena entah, tiba-tiba saja rasa mual itu begitu mengaduk-ngaduk perutnya begitu saja saat ia menghirup parfum yang Amelia pakai di tubuh wanita itu.


“Baik tuan Verrel.”


Dany pun memerintahkan office boy yang kebetulan ikut masuk di ruangan Verrel untuk mengambil apa yang di minta oleh bos mereka. Lalu menyuruh beberapa karyawan yang ikut masuk, untuk bubar dan kembali bekerja.


“Sudah...sudah, bos hanya masuk angin. Kalian semua bubar Dan kembali ke meja kerja kalian masing-masing !” perintah Dany dengan tegas.


“Baik pak Dany.”


Setelah beberapa staff karyawan sudah pergi, Dany pun menutup pintu ruangan Verrel kembali. Dan menghampiri Verrel yang dalam keadaan memprihatinkan.


Selepas muntah 4 kali ke tubuh Amelia, Verrel terus memuntahkan seluruh isi perutnya hingga hanya keluar cairan bening saja.


“Tuan Verrel, lebih baik kita ke rumah sakit. Saya takut tuan kenapa-kenapa sampai muntah begini.”


Rambut indahnya yang tadi pagi baru ia salon kini nampak lepek karena air. Seluruh pakaiannya basah kuyup. Kini Amelia sudah merapikan pakaiannya kembali, setelah mendengar huru-hara di ruangan Verrel.


Tidak mungkin kan ia keluar dari kamar mandi dalam keadaan naked begitu.Yang ada semua karyawan mengiranya ia wanita murahan yang berbuat mesum dimana pun tak mengenal tempat. Meski memang itu kebenarannya.


Dany nampak cekikikan menahan gelak tawanya. Dari keadaan mereka saja, sudah Dany pastikan apa yang baru saja terjadi. Amelia menatap kesal ke arah Dany, seolah bara permusuhan tak terlihat di antara mereka.


Tapi Dany acuh tak acuh dan malah melempar tatapan meledek kearah Amelia. Membuat Amelia menghentak-hentakkan kakinya ke lantai lalu pergi begitu saja meninggalkan ruangan Verrel.


“Sial! Huh!”


Sebenarnya Dany tak menyukai kedekatan Verrel bersama Amelia. Namun kini ia hanya bawahan pria tampan, mapan namun bucin itu. Tidak ada hak untuk melarang Verrel untuk menjalin hubungan dengan siapa pun.


“Tuan Verrel, kita ke rumah sakit sekarang ya!”

__ADS_1


Tanpa permisi Dany membopong tubuh lemah Verrel ala bridal style. Tampak Verrel ingin menolak, namun ternyata ia tak punya daya apa pun. Verrel hanya bisa pasrah dan memejamkan kedua matanya saat puluhan pasang mata menatap ke arahnya bersama Dany.


Sampainya di rumah sakit, Verrel langsung mendapat pertolongan pertama. Setelah sekian menit dokter memeriksanya, akhirnya dokter pun keluar ruangan rawat Verrel.


“Apa yang terjadi dengan atasan saya dok?” tanya Dany begitu dokter itu baru saja menutup pintu.


“Tuan Verrel tidak apa-apa, tidak ada yang perlu di khawatirkan. Mungkin hanya masalah pencernaan biasa, untuk saat ini biarkan beliau istirahat dulu. Dua jam lagi sudah boleh pulang, saya akan resepkan pereda mualnya,” tutur dokter menjelaskan.


“Baik dok, terima kasih.”


Dua jam kemudian Verrel sudah di perbolehkan pulang karena keadaannya sudah membaik. Namun begitu sampai apartemennya, mual-mual itu kembali menyerang.


“Huueeek! Huueeekk!”


“Tuan anda masih mual lagi?”


“Apa kau tak lihat hah?! Pakai tanya lagi, lebih baik kau belikan sup kepiting panas untukku! Saat ini aku ingin memakan sup kepiting panas itu sekarang!” perintah Verrel kesal.


“Tapi tuan, sup kepiting kan....”


“Tidak usah banyak bicara, cepat belikan sekarang! Sebelum mood makanku hilang. Tapi ingat ya, harus yang panas ada asapnya ngebul. Aku tak ingin yang dingin! Mengerti! Oh..ya nasi goreng yang panas juga. Jangan sampai salah!”


“Baik tuan Verrel.”


Selepas kepergian asistennya Dany, Verrel pun tampak merenung.


“Kenapa aku ingin makanan itu? Aku kan alergi sup kepiting. Astaga! Apa gerangan yang terjadi dengan tubuhku ini?”


Bersambung..


Jangan lupa gift serta dkungannya, biar otornya makin smngat 😂 Maaf sdikit maksa...

__ADS_1


__ADS_2