Jambret Cantik

Jambret Cantik
Pria Berhodie


__ADS_3

“Hei! Jauhi gadis itu atau tamatlah riwayat kalian!”


Teriak seorang pemuda yang kebetulan lewat. Pemuda itu menggunakan pakaian hodie yang menutupi seluruh bagian kepalanya hingga dari kejauhan hanya nampak kegelapan saja.


“Ckk! Ada kecoa minta di pites ini, Dro, Sino maju!” perintah Blaky kepada kedua temannya.


Kedua teman Blaky pun maju dan bersiap melayangkan tinju andalan mereka kepada pemuda misterius itu. Di bawah kegelapan malam yang hanya di sinari rembulan, nampak senyum smrik menghiasi wajah pemuda tersebut yang ternyata memiliki lesung pipi.


“Berani-beraninya kau mengganggu kesenangan kami! Trima ini!”


Pedro pun melayangkan pukulan mautnya ke arah pemuda itu, namun dengan gesitnya pemuda itu bisa menghindar.


Beruntung kedua pria bertatoo itu tengah dalam keadaan pengaruh alkohol, sehingga langkah mereka nampak payah dan sempoyongan. Pemuda misterius itu pun berhasil melumpuhkan keduanya dengan mudah. Dan gini giliran Blaky yang tengah memegangi Viana yang sudah tak berdaya karena kelelahan.


”Hei, pria jelek! Maju kau!” pancing pemuda berhodie itu.


Mendengar kalimat ejekan yang di ucapkan pemuda misterius kepadanya, membuat Blaky murka dan seketika terpancing untuk segera menghabisi.


“Dasar bocah ingusan! Akan ku habisi kau! Hyaaaat!”


Blaky pun melepaskan Viana begitu saja hingga gadis itu jatuh dan tersungkur di tanah dengan keras. Viana yang melihat perkelahian langsung antara pemuda berhodie dengan ketiga pria bertatoo itu nampak berkunang-kunang. Penglihatannya mulai buram. Bahkan keringat dingin membanjiri pelipisnya. Viana hanya mampu melihat samar-samar perkelahian Blaky dengan pemuda yang menolongnya.


Tak jauh dari Viana yang tersungkur lemah, pemuda berhodie itu tengah berusaha menghindar dan menangkis pukulan dari Blaky. Sepertinya Blaky lebih waras dari temannya yang lain, terlihat Blaky nampak mempunyai kekuatan penuh untuk melawannya. Apalagi kini pukulan Blaky berhasil melukai wajah tampan pemuda misterius itu hingga berdarah.

__ADS_1


“Hanya segitu kah kemampuanmu bocah tengil? Kemari kau akan ku buat mulut sombongmu itu berhenti mengoceh!” ejek Blaky yang nampak masih mempunyai tenaga.


Pemuda itu nampak berfikir sejenak untuk menemukan cara melawan Blaky. Setelah berfikir singkat, akhirnya ia mempunyai ide yang brilian.


Lalu pemuda itu pun berlari untuk menghindar dan bersembunyi di kegelapan malam. Blaky pun turut mengejar, karena ia belum puas untuk membalas teman-temannya yang sudah babak beluk duluan. Hingga saat Blaky mendekat kearah pemuda itu sebuah balok kayu berat menghantam kepala Blaky hingga pria bertatoo itu sempoyongan. Pemuda itu pun memukulkannya kembali hingga Blaky benar-benar pingsan.


Setelah berhasil membuat kawanan pemabuk itu pingsan tak berdaya, pemuda itu pun menghampiri Viana.


“Nona...Nona anda baik-baik saja?” tanyanya dengan nada penuh khawatir.


Mendengar namanya di sebut oleh seseorang yang sepertinya ia kenal, Viana pun berusaha membuka kelopak matanya meski terasa berat.


“Eng....mas...mas..”


“Nona...Nona Viana!”


*


*


Aroma masakan yang menggugah selera memenuhi indera penciuman Viana. Entah ia ada di surga atau di belahan bumi mana. Selepas ia pingsan, Viana sudah tidak ingat apa-apa lagi.


Perutnya yang sedari sore belum terisi semakin berteriak menyuarakan minta untuk di isi. Viana pun meringis sambil mencoba membuka kelopak matanya yang terasa berat. Belum rasa pening di kepalanya tiba-tiba hinggap, membuat gerakan Viana melambat.

__ADS_1


Namun, setelah ia berhasil membuka kelopak matanya. Alangkah terkejutnya Viana, ia nampak di tempat asing. Tempat yang sama sekali belum pernah ia kunjungi.


Ternyata Viana berada di sebuah apartemen. Apartemen itu tampak mewah dan rapi meski tak semewah milik suami kontraknya Verrel.


Sungguh Viana semakin di buat penasaran siapa gerangan pemilik apartemen yang rapi dan harum ini?


Viana pun mencoba melangkah dan menelusuri inci demi inci ruangan yang dalam apartemen tersebut. Meski tak begitu luas namun apartemen itu nampak begitu nyaman jika di huni hanya seorang atau bahkan dua orang saja.


Tiba-tiba gerakan Viana terhenti kala mendengar suara seseorang pria tengah bersiul-siul riang sambil beradu dengan alat masak yang ada di dapur.


Dari aromanya saja terasa lezat, sudah pasti rasa dari masakan itu akan bisa memanjakan lidahnya. Membuat perut Viana yang lapar terasa perih minta untuk segera di isi.


Viana melangkah kembali sambil mengendap-ngendap, kini nampak perawakan seorang pria yang tengah memasak sambil mengenakan apron. Viana sampai terkagum-kagum akan pesona pria tersebut meski hanya terlihat dari punggungnya saja.


Pria itu dengan mudah memasuk-masukan bahan makanan serta memberi penyedap rasa tanpa ragu. Seolah ia adalah lulusan chef bersertifikat seperti yang ada di restoran mewah.


Saat pria itu usai memasak dan hendak menuangkan ke dalam mangkuk kaca, Viana mendadak terkejut saat melihat siapa pria di balik apron itu.


“Nona Viana, anda sudah bangun?”


Siapa kira-kira pria yang menolong Viana ya?


Jgn lupa tinggalkan jejak, like, koment & vote. Jgn lupa subcrib jg biar tdk ktinggaln update'y...🤗😍

__ADS_1


__ADS_2