
“Aha!! Gue punya ide say, yuk ikut gue!”
Pria gemulai bernama Mince itu pun menarik lengan Viana tanpa aba-aba. Membuat gadis itu bingung sekaligus ketakutan.
“Dany, tolongin gue! Gue mau di culik!”
“Hussh! Sembarangan, justru gue mau minta tolong sama elu say. Kayaknya body lu cocok buat gantiin si Siti deh. Please mau ya?”
“Apa? lu mau gue gantiin siapa tadi si Siti? Yang bener aja! Gue tidak punya basic model!” tolak Viana mentah-mentah. Seketika jiwa bar-bar Viana mengurai begitu saja.
Seumur hidup ia belum pernah mengikuti kegiatan seperti itu, apalagi harus berlenggak lenggok di atas red carpet. Viana tidak punya kepercayaan diri sebesarnya itu.
“Please, mau ya say? Ini mudah kok, lu tinggal pake baju rancangan kita terus jalan berlenggak lenggok di atas panggung sambil muter-muter entar gue training bentar deh. Waktu kita sudah tidak banyak. Please, gue mohon?” ujar Mince dengan tampang memelasnya.
Viana memikirkan tawaran Mince, sepertinya ada bagusnya juga. Ia juga ingin melihat bagaimana reaksi Verrel nanti, jika ia ternyata menjadi model dalam acara itu. Viana ingin memberi kejutan kepada Verrel dan juga Amelia.
“Baiklah, tapi nggak gratis ya?”
Bukannya Viana matre, hanya saja harus ada imbalan setiap apa yang ia kerjakan. Agar tidak berakhir dengan percuma. Siapa tahu nanti Viana bisa jadi model terkenal setelah ini. Begitulah pemikiran gadis itu sambil terkekeh sendiri.
“Beneran? Kita pasti akan bayar lu sama besarnya dengan model yang lain say, serius!”
“Oke lah, kalau begitu gue mau!”
“Yeess!! Akhirnya, yuk say ikut gue.”
__ADS_1
*
*
Mince pun mengapit lengan Viana membawa gadis itu masuk ke dalam ruang wardrobe. Pria gemulai itu sangat antusias merias Viana secantik mungkin. Karena gaun yang akan di kenakan gadis itu adalah gaun yang paling istimewa di banding gaun-gaun model yang lain.
Sementara Viana sedang di make over oleh para perias dan penata busana, acara fashionshow sudah di mulai. Para hadirin berdecak kagum akan hasil rancangan desainer tanah air yang tak kalah dari desainer luar negeri.
Seperti tengah menghadiri acara Paris Fashion Week yaitu ajang fashion dunia yang diadakan setiap dua tahun sekali oleh Fédération de la Haute Couture et de la Mode yaitu rumah mode ternama dunia yang ada di kota Paris, Perancis.
“Verrel, kau lihat? Gaun itu sepertinya cocok denganku? Benar tidak, aku boleh memilikinya kah Ver..boleh ya please," rengek Amelia dengan manja ke arah Verrel saat seorang model pertama mulai berlenggak lenggok di atas red carpet.
Verrel pun mengelus punggung tangan Amelia yang sedari tadi ia genggam.
“Apakah Bu Amelia dan pak Verrel mempunyai suatu hubungan pribadi? Sepertinya mereka nampak begitu dekat, Bukankah pak Verrel baru saja menikah?” celetuk salah seorang dewan direksi yang Verrel pimpin.
Ternyata Amelia menjalin kerjasama dengan perusahaan Verrel sembari merajut kasih bersama mantan kekasih itu.
“Cckk, bapak tidak tahu saja. Mendua itu adalah hal yang lumrah bagi orang yang memiliki segalanya. Di saat mereka bosan dengan pasangan yang satu, maka bisa datang ke pasangan yang lain. Apa pak Marijan mau begitu?” sahut temannya sesama anggota dewan direksi.
“Huss! Bapak-bapak ini malah gibahin bos nanti kena korting loh,” tegur seorang wanita bermake up cetar membahana.
“Eh..Bu Ningsing, cuma bercanda bu nggak beneran.”
Wanita yang bernama Ningsih itu hanya tersenyum acuh sambil kembali menatap kearah panggung red carpet.
__ADS_1
Sebenarnya ia juga merasa sedikit gusar akan kedekatan atasan Verrel dengan rekan bisnisnya itu. Mengingat sudah sangat lama ia menyukai Verrel. Bahkan ia rela menjadi perawan tua demi laki-laki itu. Ningsih juga sudah berusaha memberi perhatian lebih kepada Verrel, tapi apa yang ia dapat? Verrel tetap mengacuhkannya bahkan tak pernah menganggapnya ada. Kasihan.
Ningsih pun menilik penampilannya sendiri dari tas hingga ke bawah, tidak ada yang kurang menurutnya. Ia memiliki wajah cantik, tubuh proposional, kulit kuning langsat. Namun ternyata kecantikannya tak semudah itu membuat hati seorang Verrel luluh dengan mudah.
Ningsih mendadak menggeram di tempat melihat kedekatan Verrel dengan wanita bernama Amelia itu.
Meninggalkan Ningsih yang masih kesal melihat kemesraan Verrel bersama Amelia, kinilah saatnya penampilan yang di tunggu-tunggu. Sebuah rancangan gaun terbaik karya desainer tanah air yang mempunyai bakat dan label ternama.
Seorang gadis berjalan dengan sedikit agak malu di atas catwalk. Karena gadis itu memakai gaun yang cukup terbuka dan sangat menyita perhatian seluruh pengunjung acara fashionshow itu.
“Verrel, gaun itu indah sekali. Coba kau lihat yank, cantik bukan? Aku mau memilikinya,” tunjuk Amelia kearah model yang tengah memeragakan busana terakhir sebagai penutup acara.
Verrel pun langsung mengalihkan atensinya dari ponsel mengikuti arah petunjuk yang Amelia maksud. Tak butuh satu menit, kedua bola mata Verrel pun membola sempurna. Seolah ingin di congkel keluar melihat pemandangan yang sangat mengejutkan bagi Verrel sendiri.
“Viana.”
Mohon maaf y readers, seblum lbran kmarin otor sibuk bnget ngurus kryawan jdi tdk bsa fokus buat nulis crita.🙏
Insyaallah setelah ini di usahakan ya...
Sblumnya otor ucapkan Minal Aidzin Walfaidzin, Mohon maaf lahir dan batin. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1444 H.
Semoga ke depannya kita bisa mnjdi pribadi yg lbh baik lg..Amin..🤲
__ADS_1