Jambret Cantik

Jambret Cantik
Murka


__ADS_3

“Tolong jelaskan Verrel! Apa maksudnya semua ini?!”


“Maksud mama apa?” tanya balik Verrel yang masih belum paham arah pembicaraan mamanya.


Mama Venna pun meraih sebuah lembaran kertas yang berada di atas meja tamu, lalu melemparkannya begitu saja tepat di wajah tampan Verrel.


“Tolong jelaskan Verrel!” teriak Mama Venna histeris seraya menangis sendu.


Ibu mana yang tidak merasa sakit, saat setelah tahu semua kebenaran yang sudah terjadi. Ternyata semua keindahan yang ia lihat selama ini hanyalah sebuah kepalsuan semata yang sudah putra dan menantunya perbuat hanya demi menyenangkan hatinya.


Verrel pun meneguk salivanya berulang kali dengan susah payah. Rahasia yang selama ini ia jalani bersama Viana pun akhirnya terbongkar. Sudah Verrel pastikan, Mama Venna tahu perihal ini dari Viana. Lalu dimana gadis itu?


“Ma, Verrel bisa jelasin semua ini. Semua ini Verrel lakukan demi kebaikan mama.”


“Demi kebaikan mama kamu bilang?! Kamu berani membohongi mama, perihal status hubunganmu bersama Viana selama ini. Mama Kecewa Verrel! KECEWA!” bentak Mama Venna.


“Ma, Verrel akan jelasin semua ini. Verrel akan bertanggung jawab kepada Viana ma. Verrel akan menjadikan Viana istri sungguhan Verrel!” ujar Verrel memelas berharap mamanya mau memberi maaf.


Verrel sangat tahu watak mamanya yang sangat keras. Jika sudah merasa tersakiti seperti ini, akan sulit baginya membujuk wanita paruh baya itu kembali.


“Sudah terlambat! Viana sudah pergi, dan tadi ia menitipkan ini untukmu!”

__ADS_1


Mama Venna pun menyerahkan sebuah cincin pernikahan yang selama ini Viana pakai. Wanita itu sungguh kecewa luar biasa, bagaimana bisa selama ini ia di suguhi pemandangan palsu akan kemesraan Verrel bersama Viana. Namun semua itu karena hitam di atas materai.


“Verrel apa maksudmu ingin menjadikan Viana istri sungguhanmu? Lalu bagaimana denganku? Kamu sudah janji akan menikahiku dalam waktu dekat ini kan?” protes Amelia kesal akan pernyataan Verrel barusan.


“Meli, ini bukan waktunya untuk membahas perihal itu. Nanti saja ya, ini bukan saatnya.”


“Verrel! Apa-apa semua ini?! Jadi ini alasan Viana ninggalin kamu, ternyata kamu sudah memiliki kekasih yang seperti ondel-ondel ini?” sahut Mama Venna seraya menunjuk kearah Amelia.


Mama Venna masih ingat betul bagaimana Viana menceritakan wanita yang menjadi pacar putranya di beri nama ondel-ondel oleh gadis itu. Ternyata memang benar, penampilan wanita yang menjadi kekasih putranya sungguh seperti tante-tante yang ingin mencari berondong.


Amelia yang di tunjuk Mama Venna pun mencoba menahan emosi karena calon mertuanya itu sudah mengatainya dengan ondel-ondel.


“Tante, saya Amelia. Kita sudah pernah bertemu sebelumnya mungkin tante sudah lupa. Senang berjumpa dengan tante kembali. Asal tante Venna tahu, Viana itu adalah seorang gadis penjambret. Verrel dulu juga pernah di jambret sama Viana. Dan akhirnya Viana berhutang kepada Verrel sebanyak 200 juta dengan syarat perjanjian pernikahan. Sedangkan kekasih sebenarnya Verrel adalah saya tante,” tutur Amelia dengan antusias menceritakan sebenarnya siapa Viana itu kepada Mama Venna.


Amelia tersenyum menyeringai saat ia rasa sudah berhasil memprovokasi calon mertuanya dengan menjelek-jelekkan nama Viana. Tentu saja , pasti ialah yang akan lebih di pilih menjadi menantu. Daripada gadis penipu itu.


“Stop Meli!” tegur Verrel.


“Biarlah mamamu tahu yang sebenarnya yank, Viana itu memang tukang jambret kan. Tukang jambret tukang maling , tukang bohong, penipu apalagi?” cemooh Amelia dengan lantang menjelek-jelekkan Viana di hadapan Mama Venna.


“DIAMM!!”

__ADS_1


Seketika baik Amelia mau pun Verrel langsung terdiam mendengar bentakan Mama Venna. Amelia yang tadinya gencar menjelek-jelekkan Viana pun langsung kincep tak bersuara.


“Ma, maafin Verrel. Semua ini salah Verrel, Verrel minta maaf sebesar-besarnya kepada mama. Tolong maafin Verrel ma.”


Verrel pun meraih telapak tangan Mama Venna seperti biasanya saat ia ingin menenangkan sang mama yang tengah marah.


Namun kini Mama Venna segera menepis sentuhan lembut dari putranya itu. Hatinya terlanjur hancur berkeping-keping. Apalagi sudah menganggap Viana seperti putrinya sendiri.


“Sudah Verrel! Lebih baik kamu segera cari Viana untuk menebus semua kesalahanmu ini. Dan urus pacarmu itu! Jangan temui mama sebelum Viana berhasil ketemu! Sekarang PERGI!”


Mama Venna pun mengusir putranya sendiri dari mansion keluarganya. Hatinya pun turut sakit seiring mulutnya menyuarakan kalimat bernada pengusiran. Namun ia sendiri tidak tahu harus bagaimana, hatinya begitu kecewa sudah di bohongi oleh darah dagingnya sendiri.


“Baik ma, Verrel akan berusaha mencari Viana dan membawanya ke hadapan Mama Venna. Verrel janji ma!”


Mama Venna pun memilih beranjak pergi enggan menyahuti ucapan putranya sendiri. Melihat mamanya masih marah, Verrel putuskan untuk pergi dari mansion keluarganya serta membawa pergi sang kekasih Amelia yang nampak tak terima akan pengusiran Mama Venna.


“Tunggu sebentar Verrel.”


“Tunggu apa lagi Meli? ayo kita pergi aku akan mengantarmu pulang ke apartemenmu.”


Dengan malas, Amelia pun mengikuti saran dari Verrel untuk pulang.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2